Emergency
Biography Drama History

Emergency

2025 146 menit
Rating 5.2/10
Rating 5.7/10
Sutradara
Kangana Ranaut
Penulis Skenario
Kangana Ranaut Tanvi Kesari Pasumarthy Ritesh Shah Jaiyanth Vasanth Sinha
Studio
Ease My Trip & Gateaway Pictures Manikarnika Films Shasvat Films

Film Emergency mengangkat perjalanan politik penuh kontroversi Indira Gandhi setelah kemerdekaan India. Awalnya, ia naik daun di Partai Kongres sebagai sosok yang dianggap hanya 'boneka' oleh kelompok elite internal yang dikenal sebagai Syndicate. Namun, Indira perlahan menunjukkan kekuatannya dengan menentang kebijakan mereka, termasuk dalam isu internasional, hingga berhasil mengonsolidasikan kekuasaan dengan dukungan sebagian pihak oposisi.

Kepemimpinannya yang tegas saat Perang India-Pakistan 1971 membuat popularitasnya melambung tinggi di seluruh negeri. Namun, situasi berubah drastis ketika pada tahun 1975, Pengadilan Tinggi Allahabad membatalkan hasil pemilihannya. Menghadapi tekanan tersebut, Indira memutuskan memberlakukan keadaan darurat nasional dengan alasan melindungi demokrasi.

Selama masa darurat, kebebasan sipil dibatasi, media disensor, dan para pemimpin oposisi dipenjara. Di tengah situasi itu, putranya, Sanjay Gandhi, semakin berpengaruh dengan menjalankan program kontroversial seperti sterilisasi paksa dan penggusuran kawasan kumuh. Pada 15 Agustus 1975, Indira sempat berencana mengakhiri keadaan darurat, namun mengurungkan niatnya setelah terjadinya pembunuhan Sheikh Mujibur Rahman di Bangladesh.

Beberapa waktu kemudian, setelah berdiskusi dengan filsuf J. Krishnamurti dan menyadari dampak kebijakannya, Indira akhirnya mencabut keadaan darurat pada 1977 dan menggelar pemilu. Hasilnya, Partai Kongres mengalami kekalahan dan Indira sempat ditangkap. Namun, bertahun-tahun kemudian, ia berhasil membangun kembali citranya saat mengunjungi desa yang dilanda kelaparan dan secara langsung menjanjikan bantuan kepada warga.

Perjalanan hidupnya juga diwarnai kehilangan besar, termasuk kematian putranya Sanjay dalam kecelakaan pesawat, serta meningkatnya konflik di Punjab yang dipimpin oleh Jarnail Singh Bhindranwale. Meski mendapat peringatan, Indira menolak mencopot pengawal Sikh-nya. Keputusan itu berujung tragis ketika ia dibunuh oleh pengawalnya sendiri pada 31 Oktober 1984.

Film ini ditutup dengan pidato terakhir Indira di Odisha, di mana ia menegaskan bahwa tujuan hidupnya bukanlah untuk berkuasa, melainkan untuk mengabdi kepada India.

Anupam Kher Jai prakash Nayaran
Mahima Chaudhry Pupul Jayakar
Kangana Ranaut Prime Minister Indira Gandhi
Manisha Koirala
Christophe Guybet Pompidou
Satish Kaushik Jigjivan Ram
Milind Soman Field Marshal Sam Manekshaw
Sharik Khan Jr. Public
Shreyas Talpade Atal Bihari Vajpayee
Larry Newyorker Lieutinant General
Bhoomika Chawla
Scott Alexander Young President Richard Nixon
Richard Bhakti Klein Henry Kissinger
Adhir Bhat Feroze Gandhi
Vishak Nair Sanjay Gandhi
Kateryna Grabovska Sonia Gandhi
Sunny Singh Zail Singh
Ayush Sharma Satwant Singh
Avijit Dutt J Krishnamurthy
Daria Gavrushenko Reporter BBC
Bondip Sarma Bihari Thakur
Kaashhvi Kalani Vijayalaxmi Pandit
Cesar Lorente Raton