Kecewa FFI, Nungki Kusumastuti Jaga Jarak

Kecewa FFI, Nungki Kusumastuti Jaga Jarak Nungki Kusumastuti

Kapanlagi.com - Penari sekaligus artis Senior Indonesia, Nungki Kusumastuti menganggap bahwa semakin banyak festival film yang digelar di Indonesia akan semakin baik. Festival film yang diselenggarakan di tingkat daerah akan membuat sudut pandang mengenai film yang digarap akan semakin bervariasi.

"Kalau saya melihat makin banyak festival akan semakin baik kendati FFI adalah yang terbesar. Festival-festival serupa di tingkat daerah akan menjadi kantung-kantung. Dengan begitu maka sudut pandang pun kian berbeda. Sebab film dapat subjektif juga asal didasari pengetahuan yang cukup. Bila tidak maka terjadi debat," tuturnya ketika ditemui di Jln Teuku Umar No.7, Menteng, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

“Kalau saya melihat makin banyak festival akan semakin baik kendati FFI adalah yang terbesar. Festival-festival serupa di tingkat daerah akan menjadi kantung-kantung. Dengan begitu maka sudut pandang pun kian berbeda.„
Nungki Kusumastuti

Perempuan yang lahir di Banda Aceh, 29 Desember 1958 lalu ini mengungkapkan kekecewaannya terhadap gelaran FFI. Menurutnya permasalahan tersebut harusnya bisa bisa dibicarakan dan diselesaikan secara lebih dewasa.

"Di sisi lain saya kecewa dengan FFI sekarang tapi dari sisi lain ini pembelajaran dalam melihat perbedaan dan kita belum dewasa untuk itu. Karena yang ada kalau beda itu perpecahan. Padahal akan lain akhirnya jika dibicarakan lagi dengan alasan yang diterima logis.Karena menilai film selain subjektif ada nilai-nilai yang tak bisa diabaikan. Kalau misalnya soal sejarah debat itu bisa terjadi. Soal siapa yang benar, who knows? Tapi kalau kayak kemarin sangat menyedihkan, kok enggak dewasa-dewasa. Ironis kalau mau menghidupkan film buat masyarakat ternyata di dalamnya ribut sendiri," ungkapnya.

Menurutnya saat ini ia mengambil jarak dengan perfilman Indonesia dan memilih untuk tidak datang dalam malam puncak FFI. Menurutnya ada kepentingan kelompok di FFI 2010 yang saling berbenturan dan pemerintah belum bisa menangani hal tersebut.

"Kebetulan saya ambil jarak dengan perfilman Indonesia saat ini. Dan ke Batam ternyata terjadi. Makanya enggak hadir di malam puncak bukan enggak hormat, tapi ambil jarak. Saya melihat adanya kepentingan kelompok di sana, bukan kepentingan insan perfilman semua. Jadi selalu terjadi kepentingan-kepentingan kelompok yang dibenturkan, pemerintah belum sepenuhnya dapat menangani hal tersebut. Bahkan peran pemerintah terpinggirkan," ujarnya.      

(kpl/dis/sjw)

Editor:

ahmat effendi

Rekomendasi
Trending