Apa Arti Ichiman Gosen: Istilah Jepang yang Viral di Media Sosial
apa arti ichiman gosen
Kapanlagi.com - Istilah "ichiman gosen" belakangan ini menjadi viral di berbagai platform media sosial, terutama TikTok. Banyak konten kreator yang bekerja sebagai TKI di Jepang menggunakan istilah ini dalam video mereka.
Secara harfiah, apa arti ichiman gosen adalah lima belas ribu yen atau setara dengan sekitar satu juta lima ratus ribu rupiah. Namun, istilah ini memiliki makna yang lebih spesifik dalam konteks budaya Jepang.
Menurut berbagai sumber, ichiman gosen merujuk pada tarif yang ditawarkan oleh wanita penghibur di dunia malam Jepang. Istilah ini menjadi bagian dari fenomena yang disebut "mizu shobai" atau "water trade" dalam industri hiburan dewasa di Jepang.
Advertisement
1. Pengertian dan Makna Ichiman Gosen
Untuk memahami apa arti ichiman gosen secara mendalam, perlu dipahami bahwa istilah ini terdiri dari dua kata dalam bahasa Jepang. "Ichiman" berarti sepuluh ribu, sedangkan "gosen" berarti lima ribu, sehingga total menjadi lima belas ribu yen.
Dalam konteks penggunaannya, ichiman gosen bukan sekadar angka nominal uang. Istilah ini telah berkembang menjadi kode atau singkatan yang digunakan dalam industri hiburan malam di Jepang. Para pekerja di bidang ini sering menggunakan singkatan "Ichi Go" ketika berkomunikasi langsung.
Fenomena ichiman gosen dapat ditemukan di berbagai distrik hiburan malam di kota-kota besar Jepang. Praktik ini umumnya terjadi setelah jam 9 malam, ketika para pekerja kantor mulai pulang dari aktivitas mereka. Di area seperti Shōtengai, yang mirip dengan alun-alun di Indonesia, para wanita penghibur menawarkan layanan mereka kepada para pekerja yang baru selesai bekerja.
Melansir dari berbagai sumber, ichiman gosen merupakan bagian dari budaya mizu shobai yang telah lama ada dalam masyarakat Jepang. Industri ini mencakup berbagai bentuk hiburan dewasa, mulai dari bar, klub malam, hingga layanan seksual komersial.
2. Lokasi dan Sebaran Ichiman Gosen di Jepang
Praktik ichiman gosen umumnya ditemukan di kawasan Red-Light District atau daerah lokalisasi yang khusus untuk aktivitas prostitusi di Jepang. Daerah-daerah ini berfungsi sebagai pusat hiburan malam yang mencakup berbagai layanan hiburan dewasa.
- Kabukicho, Tokyo - Merupakan distrik hiburan terbesar di Jepang dan bahkan Asia, terletak di kawasan Shinjuku
- Minami dan Kita-shinchi, Osaka - Dikenal sebagai kawasan terbesar di Jepang bagian barat
- Nakasu, Fukuoka - Distrik lampu merah terbesar di Jepang bagian selatan
- Susukino, Hokkaido - Kawasan hiburan malam terbesar di Jepang utara
- Berbagai Shōtengai - Area perbelanjaan yang berubah fungsi menjadi tempat hiburan malam setelah jam 9 malam
Kabukicho menjadi lokasi paling terkenal untuk aktivitas semacam ini. Area ini dipenuhi dengan hotel kapsul, karaoke, bar, restoran, dan beragam bentuk hiburan dewasa lainnya. Meskipun ramai dikunjungi wisatawan, Kabukicho masih memiliki reputasi "berbahaya" yang membuat sebagian orang menghindarinya.
Melansir dari Tokyo Cheapo, layanan ichiman gosen sering ditemukan di kawasan-kawasan ini sebagai bagian dari ekosistem hiburan malam yang kompleks. Setiap kota besar di Jepang memiliki distrik serupa dengan karakteristik dan aturan lokalnya masing-masing.
3. Sejarah dan Latar Belakang Budaya
Untuk memahami apa arti ichiman gosen dalam konteks sejarah, perlu diketahui bahwa Kabukicho sebagai pusat aktivitas ini memiliki latar belakang yang unik. Nama Kabukicho diambil dari rencana pembangunan teater Kabuki besar pada tahun 1940-an yang tidak pernah selesai karena Perang Dunia Kedua.
Setelah daerah Tsunohazu di Tokyo hancur selama perang, Shinjuku sebagai dewan yang bertanggung jawab merekonstruksi distrik tersebut memutuskan untuk menjadikannya rumah bagi teater yang didedikasikan untuk seni Kabuki. Meskipun teater tersebut tidak pernah selesai dibangun, nama Kabukicho tetap dipertahankan.
Kabukicho kemudian berkembang sebagai distrik hiburan yang menjadi tuan rumah bagi pertunjukan Enka, salah satu bentuk musik populer Jepang. Seiring waktu, berbagai bentuk hiburan lain mulai berkembang di sepanjang jalan Kabukicho, termasuk klub-klub dengan host dan hostess.
Budaya ichiman gosen dan industri hiburan dewasa secara umum dianggap cukup lumrah dalam masyarakat Jepang. Hal ini sebagian disebabkan karena pemerintah Jepang menganggap layanan hiburan dewasa sebagai salah satu cara untuk mendorong warganya agar lebih terbuka terhadap gagasan memiliki anak, mengingat tantangan penurunan angka kelahiran yang dihadapi negara tersebut.
4. Dampak Sosial dan Kebijakan Pemerintah
Fenomena ichiman gosen tidak dapat dipisahkan dari konteks sosial yang lebih luas di Jepang. Pemerintah Jepang menghadapi tantangan serius terkait penurunan angka kelahiran dan penuaan populasi. Dalam upaya mengatasi masalah ini, berbagai kebijakan telah diterapkan.
Pemerintah Tokyo mengalokasikan sekitar 3,5 triliun yen (sekitar $25 miliar) per tahun untuk membalikkan tren penurunan angka kelahiran. Program ini mencakup tunjangan bulanan sekitar 15.000 yen untuk setiap anak dari bayi baru lahir hingga usia dua tahun, dan 10.000 yen untuk anak-anak berusia tiga tahun ke atas.
Meskipun demikian, pemerintah Jepang juga menerapkan batasan usia untuk melindungi anak-anak. Baru-baru ini, Jepang menaikkan usia legal untuk melakukan hubungan seksual dari 13 tahun menjadi 16 tahun. Perombakan undang-undang ini dipicu oleh kritik bahwa ada kegagalan dalam melindungi anak-anak dari perkosaan dan pelanggaran seksual lainnya.
Beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan angka kelahiran di Jepang antara lain:
- Ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan berkeluarga
- Tingginya biaya hidup di Jepang
- Prioritas karier yang menyebabkan penundaan atau penolakan untuk memiliki anak
- Proporsi penduduk lanjut usia yang lebih tinggi dibanding generasi muda
5. Viral di Media Sosial dan Respons Masyarakat
Istilah ichiman gosen menjadi viral di media sosial, terutama TikTok, setelah banyak konten kreator yang bekerja sebagai TKI di Jepang mengunggah video menggunakan istilah tersebut. Fenomena ini menarik perhatian tidak hanya warga lokal Jepang, tetapi juga wisatawan asing dan pekerja asing yang menetap di Jepang.
Viralnya istilah ini di media sosial menimbulkan berbagai reaksi. Sebagian orang penasaran dengan makna sebenarnya, sementara yang lain menggunakannya sebagai bahan konten hiburan. Para konten kreator sering menggunakan singkatan "Ichi Go" dalam video mereka sebagai kode yang lebih halus.
Popularitas istilah ini di platform seperti TikTok juga mencerminkan bagaimana budaya dan bahasa dapat menyebar dengan cepat melalui media sosial. Banyak pengguna yang awalnya tidak memahami makna istilah ini kemudian mencari tahu dan membagikan pengetahuan mereka kepada orang lain.
Namun, penting untuk dicatat bahwa diskusi mengenai ichiman gosen harus dilakukan dengan pemahaman yang tepat tentang konteks budaya dan sosialnya. Istilah ini bukan sekadar tren media sosial, tetapi bagian dari realitas sosial yang kompleks di Jepang.
6. Konteks Budaya dan Industri Mizu Shobai
Untuk benar-benar memahami apa arti ichiman gosen, perlu dipahami konteks industri mizu shobai secara keseluruhan. Mizu shobai, yang secara harfiah berarti "perdagangan air," adalah istilah yang mengacu pada industri hiburan dewasa di Jepang yang mencakup berbagai bentuk layanan hiburan.
Industri ini memiliki struktur yang kompleks dan beragam, mulai dari:
- Bar dan klub malam dengan sistem host dan hostess
- Karaoke box dengan layanan khusus
- Massage parlor dan spa dengan layanan tambahan
- Layanan escort dan pendamping
- Berbagai bentuk hiburan dewasa lainnya
Ichiman gosen menjadi bagian dari sistem tarif yang berlaku dalam industri ini. Meskipun angka 15.000 yen mungkin tampak spesifik, dalam praktiknya tarif dapat bervariasi tergantung lokasi, waktu, dan jenis layanan yang ditawarkan.
Industri mizu shobai memiliki aturan dan etika tersendiri yang telah berkembang selama puluhan tahun. Para pekerja di industri ini sering kali memiliki sistem hierarki dan kode etik yang ketat, meskipun beroperasi di area abu-abu secara hukum.
Melansir dari berbagai sumber, industri ini juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi kota-kota besar di Jepang. Banyak bisnis lain, seperti hotel, restoran, dan transportasi, yang secara tidak langsung mendapat manfaat dari aktivitas di distrik-distrik hiburan ini.
7. FAQ (Frequently Asked Questions)
Apa arti ichiman gosen secara harfiah?
Secara harfiah, ichiman gosen berarti lima belas ribu yen dalam bahasa Jepang, yang setara dengan sekitar satu juta lima ratus ribu rupiah. "Ichiman" berarti sepuluh ribu dan "gosen" berarti lima ribu.
Mengapa istilah ichiman gosen viral di media sosial?
Istilah ini menjadi viral karena banyak konten kreator TKI di Jepang yang menggunakan istilah ini dalam video TikTok mereka. Keunikan istilah dan makna di baliknya membuat banyak orang penasaran dan ikut membahasnya di media sosial.
Di mana biasanya praktik ichiman gosen ditemukan?
Praktik ini umumnya ditemukan di distrik hiburan malam atau Red-Light District di kota-kota besar Jepang, seperti Kabukicho di Tokyo, Minami di Osaka, Nakasu di Fukuoka, dan Susukino di Hokkaido.
Apakah ichiman gosen legal di Jepang?
Industri hiburan dewasa di Jepang beroperasi dalam area abu-abu secara hukum. Meskipun tidak sepenuhnya ilegal, ada berbagai regulasi dan batasan yang mengatur industri ini, termasuk batasan usia dan lokasi operasi.
Apa hubungan ichiman gosen dengan kebijakan pemerintah Jepang?
Pemerintah Jepang menganggap industri hiburan dewasa sebagai salah satu cara untuk mendorong keterbukaan masyarakat terhadap hubungan seksual, yang diharapkan dapat membantu mengatasi masalah penurunan angka kelahiran di negara tersebut.
Bagaimana cara kerja sistem tarif dalam industri ini?
Sistem tarif dalam industri mizu shobai bervariasi tergantung lokasi, waktu, dan jenis layanan. Ichiman gosen (15.000 yen) adalah salah satu tarif standar, tetapi harga dapat berbeda-beda sesuai dengan faktor-faktor tersebut.
Apakah ada risiko keamanan terkait dengan aktivitas ini?
Ya, ada berbagai risiko keamanan yang terkait dengan aktivitas di distrik hiburan malam, termasuk penipuan, pemerasan, dan aktivitas kriminal lainnya. Banyak klub dan tempat hiburan yang dikenal menipu pelanggan dengan tagihan yang tinggi, sehingga area-area ini memiliki reputasi "berbahaya".
(kpl/fds)
Advertisement