Kata Sifat yang Terbentuk dari Kata Ulang: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkap

Kata Sifat yang Terbentuk dari Kata Ulang: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkap
Pola Pembentukan Kata Sifat dari Kata Ulang

Kapanlagi.com - Kata sifat yang terbentuk dari kata ulang merupakan salah satu fenomena menarik dalam bahasa Indonesia yang sering kita jumpai dalam percakapan sehari-hari. Proses pembentukan ini menghasilkan kata-kata seperti kemerah-merahan, baik-baik, atau cepat-cepat yang memiliki makna dan fungsi khusus.

Pembentukan kata sifat melalui reduplikasi atau pengulangan tidak hanya memperkaya kosakata bahasa Indonesia, tetapi juga memberikan nuansa makna yang lebih spesifik. Kata sifat yang terbentuk dari kata ulang ini memiliki karakteristik unik dalam hal intensitas, gradasi, dan fungsi semantis.

Menurut Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Pusat Bahasa, kata sifat hasil reduplikasi memiliki peran penting dalam memberikan variasi ekspresi dan tingkat intensitas dalam komunikasi bahasa Indonesia.

1. Pengertian Kata Sifat yang Terbentuk dari Kata Ulang

Pengertian Kata Sifat yang Terbentuk dari Kata Ulang (c) Ilustrasi AI

Kata sifat yang terbentuk dari kata ulang adalah adjektiva yang dihasilkan melalui proses reduplikasi atau pengulangan bentuk dasar kata sifat. Proses ini dapat berupa pengulangan penuh, sebagian, atau dengan penambahan afiks tertentu yang menghasilkan makna baru atau memperkuat makna asli.

Reduplikasi pada kata sifat dalam bahasa Indonesia memiliki beberapa pola pembentukan yang sistematis. Pola-pola ini mencakup pengulangan utuh seperti baik-baik, pengulangan dengan afiks seperti kemerah-merahan, dan pengulangan dengan variasi bunyi seperti gelap-gulita.

Berdasarkan penelitian linguistik yang dilansir dari Jurnal Linguistik Indonesia, kata sifat yang terbentuk dari kata ulang memiliki fungsi semantis yang berbeda dengan bentuk dasarnya, terutama dalam hal intensitas dan gradasi makna.

Proses pembentukan kata sifat melalui reduplikasi ini tidak mengubah kelas kata, artinya kata sifat tetap menjadi kata sifat setelah mengalami pengulangan. Namun, makna dan fungsinya dapat mengalami perubahan atau penguatan tertentu.

2. Jenis-Jenis Kata Sifat yang Terbentuk dari Kata Ulang

Jenis-Jenis Kata Sifat yang Terbentuk dari Kata Ulang (c) Ilustrasi AI

Kata sifat yang terbentuk dari kata ulang dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuk dan proses pembentukannya. Klasifikasi ini membantu memahami pola-pola sistematis dalam bahasa Indonesia.

  1. Reduplikasi Penuh (Dwilingga)
    Bentuk ini mengulang seluruh kata dasar tanpa perubahan. Contoh: baik-baik, cepat-cepat, lambat-lambat, pelan-pelan, hati-hati. Makna yang dihasilkan biasanya menyatakan intensitas atau cara melakukan sesuatu.
  2. Reduplikasi dengan Afiks
    Proses ini melibatkan pengulangan disertai penambahan afiks. Contoh: kemerah-merahan, kehijau-hijauan, sebaik-baiknya, secepat-cepatnya. Bentuk ini sering menyatakan gradasi atau tingkat superlatif.
  3. Reduplikasi Sebagian (Dwipurwa)
    Hanya sebagian kata yang diulang. Contoh: lelembut, sesabar, tetabah. Meskipun jarang pada kata sifat, bentuk ini tetap ada dalam bahasa Indonesia.
  4. Reduplikasi dengan Variasi Bunyi
    Pengulangan disertai perubahan bunyi pada salah satu unsur. Contoh: gelap-gulita, compang-camping, pontang-panting. Bentuk ini memberikan nuansa makna yang lebih dramatis.
  5. Reduplikasi Berimbuhan
    Kombinasi reduplikasi dengan imbuhan tertentu. Contoh: berulang-ulang, berlama-lama, berdiam-diam. Bentuk ini sering menyatakan durasi atau intensitas tindakan.

Mengutip dari Morfologi Bahasa Indonesia karya Abdul Chaer, setiap jenis reduplikasi memiliki produktivitas yang berbeda dalam pembentukan kata sifat, dengan reduplikasi penuh dan berimbuhan menjadi yang paling produktif.

3. Makna dan Fungsi Kata Sifat yang Terbentuk dari Kata Ulang

Makna dan Fungsi Kata Sifat yang Terbentuk dari Kata Ulang (c) Ilustrasi AI

Kata sifat yang mengalami reduplikasi memiliki berbagai makna dan fungsi yang khas. Pemahaman terhadap makna-makna ini penting untuk penggunaan yang tepat dalam komunikasi.

  1. Menyatakan Intensitas atau Penguatan
    Reduplikasi dapat memperkuat makna kata sifat dasar. Contoh: cepat-cepat (dengan sangat cepat), pelan-pelan (dengan sangat pelan), hati-hati (dengan sangat berhati-hati).
  2. Menyatakan Gradasi atau Tingkatan
    Beberapa bentuk reduplikasi menunjukkan tingkatan tertentu. Contoh: kemerah-merahan (agak merah), keputih-putihan (agak putih), kehijau-hijauan (agak hijau).
  3. Menyatakan Cara atau Manner
    Reduplikasi dapat menunjukkan cara melakukan sesuatu. Contoh: diam-diam (secara diam-diam), sembunyi-sembunyi (secara tersembunyi).
  4. Menyatakan Superlatif
    Bentuk dengan afiks se-...-nya menyatakan tingkat paling. Contoh: sebaik-baiknya (sebaik mungkin), secepat-cepatnya (secepat mungkin).
  5. Menyatakan Durasi atau Kontinuitas
    Beberapa bentuk menunjukkan keberlangsungan. Contoh: lama-lama (dalam waktu yang lama), sebentar-sebentar (sesekali).

Penelitian yang dilansir dari Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia menunjukkan bahwa makna intensitas merupakan fungsi yang paling dominan dalam reduplikasi kata sifat bahasa Indonesia.

4. Pola Pembentukan Kata Sifat dari Kata Ulang

Pola Pembentukan Kata Sifat dari Kata Ulang (c) Ilustrasi AI

Pembentukan kata sifat melalui reduplikasi mengikuti pola-pola tertentu yang dapat diprediksi. Pemahaman pola ini membantu dalam menggunakan dan membentuk kata sifat baru.

  1. Pola Reduplikasi Penuh
    Formula: Adjektiva + Adjektiva. Contoh: lambat → lambat-lambat, keras → keras-keras, lembut → lembut-lembut.
  2. Pola dengan Prefiks ke- dan Sufiks -an
    Formula: ke- + Adjektiva + -Adjektiva + -an. Contoh: merah → kemerah-merahan, biru → kebiru-biruan.
  3. Pola dengan Prefiks se- dan Sufiks -nya
    Formula: se- + Adjektiva + -Adjektiva + -nya. Contoh: baik → sebaik-baiknya, cepat → secepat-cepatnya.
  4. Pola Reduplikasi dengan Imbuhan ber-
    Formula: ber- + Adjektiva + -Adjektiva. Contoh: hati-hati → berhati-hati, diam-diam → berdiam-diam.
  5. Pola Variasi Bunyi
    Pola ini tidak mengikuti formula tetap tetapi menghasilkan makna yang khas. Contoh: gelap → gelap-gulita, compang → compang-camping.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pola-pola ini memiliki tingkat produktivitas yang berbeda, dengan pola reduplikasi penuh menjadi yang paling produktif dalam bahasa Indonesia modern.

5. Contoh Penggunaan dalam Kalimat

Contoh Penggunaan dalam Kalimat (c) Ilustrasi AI

Penggunaan kata sifat yang terbentuk dari kata ulang dalam kalimat menunjukkan fungsi dan makna yang beragam. Berikut adalah contoh-contoh penggunaan dalam konteks kalimat yang berbeda.

  1. Contoh Reduplikasi Penuh
    - "Jalan pelan-pelan agar tidak terjatuh."
    - "Dia mengerjakan tugas dengan hati-hati."
    - "Berbicara keras-keras tidak akan menyelesaikan masalah."
  2. Contoh dengan Afiks ke-...-an
    - "Wajahnya tampak kemerah-merahan karena malu."
    - "Langit sore itu berwarna kekuning-kuningan."
    - "Air laut terlihat kehijau-hijauan di bawah sinar matahari."
  3. Contoh dengan Afiks se-...-nya
    - "Kerjakan tugas ini sebaik-baiknya."
    - "Datanglah secepat-cepatnya ke rumah sakit."
    - "Gunakan waktu seefisien-efisiennya."
  4. Contoh Variasi Bunyi
    - "Rumahnya compang-camping setelah gempa."
    - "Mereka berlari pontang-panting mengejar bus."
    - "Suasana menjadi gelap-gulita ketika listrik padam."
  5. Contoh dengan Imbuhan ber-
    - "Dia selalu berhati-hati dalam berkendara."
    - "Mereka berdiam-diam merencanakan kejutan."
    - "Anak itu berlama-lama di taman bermain."

Berdasarkan analisis korpus bahasa Indonesia yang dilansir dari Pusat Bahasa Kemendikbud, penggunaan kata sifat reduplikasi dalam ragam lisan lebih tinggi dibandingkan ragam tulis, menunjukkan sifatnya yang ekspresif dan komunikatif.

6. FAQ (Frequently Asked Questions)

FAQ (Frequently Asked Questions) (c) Ilustrasi AI

Apa yang dimaksud dengan kata sifat yang terbentuk dari kata ulang?

Kata sifat yang terbentuk dari kata ulang adalah adjektiva yang dihasilkan melalui proses reduplikasi atau pengulangan bentuk dasar kata sifat, seperti baik-baik, cepat-cepat, atau kemerah-merahan. Proses ini dapat mengubah atau memperkuat makna kata dasar.

Bagaimana cara membedakan jenis-jenis reduplikasi pada kata sifat?

Jenis reduplikasi dapat dibedakan berdasarkan bentuknya: reduplikasi penuh (lambat-lambat), reduplikasi dengan afiks (kemerah-merahan), reduplikasi sebagian (lelembut), dan reduplikasi dengan variasi bunyi (gelap-gulita). Setiap jenis memiliki pola dan makna yang khas.

Apa fungsi utama reduplikasi pada kata sifat?

Fungsi utama reduplikasi pada kata sifat adalah menyatakan intensitas atau penguatan makna, gradasi atau tingkatan, cara melakukan sesuatu, superlatif, dan durasi. Misalnya, cepat-cepat menunjukkan intensitas, sedangkan kemerah-merahan menunjukkan gradasi.

Apakah semua kata sifat dapat mengalami reduplikasi?

Tidak semua kata sifat dapat mengalami reduplikasi dengan produktif. Kata sifat bertaraf seperti besar, cepat, baik lebih mudah mengalami reduplikasi dibandingkan kata sifat tidak bertaraf seperti bulat, sah, atau mutlak.

Bagaimana perbedaan makna antara kata dasar dan bentuk reduplikasinya?

Kata dasar biasanya menyatakan sifat atau keadaan secara umum, sedangkan bentuk reduplikasinya dapat menyatakan intensitas yang lebih kuat, gradasi tertentu, atau cara melakukan sesuatu. Misalnya, hati berbeda makna dengan hati-hati yang berarti bersikap waspada.

Kapan menggunakan bentuk se-...-nya dalam reduplikasi kata sifat?

Bentuk se-...-nya digunakan untuk menyatakan tingkat superlatif atau maksimal dari suatu sifat. Contohnya sebaik-baiknya berarti dengan cara yang paling baik, atau secepat-cepatnya berarti dengan kecepatan maksimal yang mungkin.

Apakah ada aturan khusus dalam penulisan kata sifat yang mengalami reduplikasi?

Ya, dalam penulisan kata sifat reduplikasi menggunakan tanda hubung (-) untuk memisahkan unsur yang diulang, seperti baik-baik, cepat-cepat. Untuk bentuk dengan afiks, penulisan mengikuti kaidah morfologi bahasa Indonesia, seperti kemerah-merahan atau sebaik-baiknya.

(kpl/fds)

Rekomendasi
Trending