[Review] '12 MENIT'

[Review] '12 MENIT' Foto: Cinevisi

KapanLagi.com - Oleh: Abbas Aditya

Vincero merupakan kelompok marching band asal Bontang, Kalimantan Timur, yang akan mengikuti kompetisi tahunan Grand Prix Marching Band di Ibukota. Rene (Titi Rajo Bintang), pelatih ambisius yang datang jauh dari Jakarta, dipercaya memimpin kelompok ini dengan satu misi: membawa kemenangan.Namun tentu saja, mengepalai 130 orang untuk satu tujuan yang sama tidaklah mudah. Karena di antara 130 kepala tersebut memiliki masalah internal yang membuat pincang barisan bila tidak diselesaikan dengan pikiran dingin. Ada Elaine (Amanda Sutanto) gadis cerdas yang dipusingkan antara pilihan Ayahnya (Noboyuki Suzuki) atau keinginannya. Lalu ada Tara (Arum Sekarwangi) yang merasa dibuang oleh Ibunya sejak kematian sang Ayah, hingga menyepelekan bakat musik yang dimiliki. Terakhir kita diperkenalkan pada Lahang (Hudri) yang memiliki keinginan kuat mengejar mimpi ditengah penyakit yang diderita ayahnya.Mampukah Rene, dengan emosinya yang meledak-ledak, membawa Vincero meraih keberhasilan melewati 12 menit terbaik dalam perhelatan tahunan itu?
12 MENIT merupakan karya teranyar Hanny R Saputra setelah terakhir membidani LOVE IS U (2012). Menggunakan naskah olahan Oka Aurora, film pertama tentang marching band di Indonesia ini berhasil menjadi suguhan yang apik, bersinergi dengan semangat yang diemban.Kekuatan 12 MENIT jelas ada pada racikan naskahnya yang begitu kuat. Oka bisa saja menyulam hal-hal klise dengan ending yang sudah sangat bisa ditebak. Namun akting para pemain yang konsisten, serta kepiawaian Hanny mengolah tiap adegan dengan bantuan kamera dari Yadi Sugandi, membuat film yang diangkat berdasar kisah nyata ini menjadi sangat emosional dengan cara yang sederhana. Marching band yang menjadi tema besar juga bukan sekadar tempelan, hampir sepanjang durasi penonton terus diajak peduli dengan nasib Vincero, serta naik turun konflik yang pas dan tidak berlebihan.Hanny R Saputra harus berterima kasih pada Titi Rajo Bintang atas aktingnya yang selalu memukau seperti biasa. Sebagai Rene, aktris yang mengawali akting di layar lebar lewat peran kecil dalam SEVENTEEN (2004) ini berhasil tampil all out. Penonton dibuat untuk gelisah ketika emosinya meledak, namun di sisi lain juga peduli akan alasan di balik sikapnya tersebut.
Ketiga pemain muda seperti Amanda Susanto, Arum Sekarwangi serta Hurdi juga patut diacungi jempol. Sebagai pendatang, akting mereka sangat natural dengan batasan porsi yang ada. Selain itu juga ada Verdi Solaiman yang berperan sebagai Bimo, manajer Vincero, yang diplot sebagai sosok 'wise' di balik kronik yang terjadi dalam marching band ini.Walau di beberapa bagian terkesan tumpang tindih, serta adegan klimaks yang kurang rapi, 12 MENIT menjadi sajian drama yang berhasil mengikat penontonnya untuk terus terjaga, mengikuti nasib karakternya hingga titik perjuangan. Penggunaan 12 menit sebagai timing penampilan selama kompetisi pun sangat pas dengan judul yang digunakan.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/abs)

Rekomendasi
Trending