Piece by Piece
Animation Biography Comedy

Piece by Piece

2024 93 menit PG
7.6/10
Rating 6.9/10
Sutradara
Morgan Neville
Penulis Skenario
Morgan Neville Oscar Vazquez Aaron Wickenden Jason Zeldes
Studio
Focus Features i am OTHER Tremolo Productions

Film dibuka dengan Pharrell Williams berbincang dengan sutradara dokumenter Morgan Neville. Pharrell mengatakan dia ingin menceritakan kisah hidupnya dalam bentuk LEGO, karena cara dia melihat dunia itu seperti merakit sesuatu dari potongan yang sudah ada.

Cerita lalu mundur ke masa kecil Pharrell di Virginia Beach, tempat ia tinggal di proyek perumahan Atlantis bersama orang tuanya, Pharaoh dan Carolyn. Sejak kecil Pharrell punya sinestesia, kondisi yang membuatnya melihat warna saat mendengar musik. Ia sangat terinspirasi oleh musisi seperti Stevie Wonder, yang akhirnya memicu kecintaannya pada musik. Meski di sekolah ia sempat kesulitan akademis sampai harus mengulang kelas 7, di sisi lain ia justru menemukan partner penting yaitu Chad Hugo. Bersama teman-teman yang kelak jadi nama besar seperti Missy Elliott, Pusha T, dan Timbaland, mereka mulai bikin musik bareng.

Pharrell dan Chad kemudian membentuk duo produksi The Neptunes. Momen besar datang saat mereka tampil di acara bakat sekolah dan dilihat produser legendaris Teddy Riley. Teddy langsung tertarik dan mengajak mereka bekerja sama. Pharrell bahkan menulis verse untuk lagu Rump Shaker milik Wreckx-n-Effect. Tapi di balik kesempatan itu, Pharrell juga merasa terbatas karena belum bisa fokus ke musiknya sendiri.

Karier The Neptunes mulai melejit setelah mereka memproduksi lagu Superthug untuk N.O.R.E., lalu lanjut bekerja dengan Clipse dan Mystikal lewat Shake Ya Ass. Dari situ, nama mereka makin dilirik artis besar seperti Jay-Z, Busta Rhymes, Gwen Stefani, sampai Justin Timberlake. Jay-Z bahkan menyebut Pharrell seperti adik yang membuka banyak pintu di industri musik.

Salah satu momen ikonik datang saat mereka diajak bekerja dengan Snoop Dogg. Dalam sesi studio yang santai, terciptalah Drop It Like It’s Hot, lagu yang jadi single nomor satu pertama Snoop. Ia merasa Pharrell berhasil menampilkan sisi fun dari dirinya.

Pharrell kemudian mencoba karier solo lewat lagu Frontin bareng Jay-Z. Meski diprediksi bakal langsung melejit, perjalanan solonya tidak selalu mulus. Ia mulai merambah ke dunia fashion dan skateboard, mendirikan Billionaire Boys Club dan Ice Cream footwear. Namun, banyak yang merasa ia terlalu menyebar fokus hingga kehilangan spark kreatifnya. Sampai akhirnya ia bangkit lewat kolaborasi dengan Daft Punk dan Nile Rodgers di lagu Get Lucky yang memenangkan Grammy Record of the Year.

Film juga menampilkan kisah cintanya dengan sang istri, Helen. Mereka pertama kali bertemu di sebuah pesta. Meski Helen saat itu punya pacar, Pharrell tetap penasaran dan terus mendekatinya sampai akhirnya mereka bersama dan menikah.

Saat mengalami kebuntuan kreatif, Pharrell mendapat kesempatan menulis musik untuk film Despicable Me. Waktu yang ia habiskan bersama keluarga, terutama anaknya yang masih bayi, jadi inspirasi lahirnya lagu Happy. Lagu ini meledak secara global, bahkan orang-orang di berbagai negara membuat versi video mereka sendiri. Momen emosional saat Pharrell menangis di wawancara Oprah Winfrey juga ikut direka ulang.

Menjelang akhir film, Pharrell semakin reflektif. Ia berbicara tentang keluarga, teman, dan isu sosial seperti kekerasan polisi terhadap warga kulit hitam. Ia juga terlibat dalam lagu Alright milik Kendrick Lamar yang menjadi anthem gerakan Black Lives Matter.

Di penutup, Pharrell kembali ke filosofi hidupnya yaitu merakit kehidupan seperti LEGO, mengambil potongan yang ada dan membangun sesuatu yang lebih baik. Film diakhiri dengan konser Pharrell membawakan lagu barunya, Piece By Piece.

Penulis: Della Deswita Maharani

Pharrell Williams Self
Morgan Neville Self
Kendrick Lamar Self
Gwen Stefani Self
Timbaland Self
Snoop Dogg Self
Justin Timberlake Self
ItzKiff Self
Jay-Z Self
N.O.R.E. Self
Daft Punk Self

Jadwal Film