Poor Things
Comedy Drama Romance

Poor Things

2024 141 menit R
8.6/10
Rating 7.8/10
Sutradara
Yorgos Lanthimos
Penulis Skenario
Tony McNamara Alasdair Gray
Studio
Element Pictures Film4 Fruit Tree

Poor Things (2023) adalah film drama fantasi absurd yang berlatar di London era Victoria akhir, tahun 1882, dan disutradarai oleh Yorgos Lanthimos, sutradara yang dikenal lewat film-film aneh dan memikat seperti The Favourite dan The Lobster. Film ini diadaptasi dari novel karya Alasdair Gray, dan dibintangi oleh Emma Stone, Willem Dafoe, serta Mark Ruffalo. Kisahnya mengikuti perjalanan seorang wanita yang dihidupkan kembali oleh seorang ilmuwan gila, tapi kali ini dengan otak bayi di dalam tubuh orang dewasa.

Ceritanya dimulai saat Max McCandles, seorang mahasiswa kedokteran muda, direkrut oleh ilmuwan eksentrik Godwin Baxter. Ia ditugaskan untuk mengamati perilaku seorang wanita misterius di rumah Baxter. Wanita itu, bernama Bella Baxter, ternyata dulunya adalah seorang ibu hamil yang bunuh diri dengan melompat dari Tower Bridge. Baxter lalu menggantikan otaknya dengan otak sang janin, menciptakan manusia dengan tubuh wanita dewasa tapi pikiran bayi. Seiring waktu, Bella mulai belajar berbicara, berpikir, dan merasakan dunia dengan rasa ingin tahu yang polos sekaligus berbahaya.

Saat Bella tumbuh dan semakin sadar akan tubuhnya sendiri, ia menemukan hal-hal yang mengguncang batas moral dan sosial, termasuk soal seksualitas dan kebebasan. Setelah mengetahui kenikmatan seksual, Bella kabur bersama Duncan Wedderburn, seorang pengacara flamboyan yang menggoda sekaligus manipulatif. Dari Lisbon hingga Alexandria, petualangan mereka penuh dengan seks, kekacauan, dan penemuan diri. Tapi ketika Bella mulai memahami penderitaan dan ketidakadilan sosial, terutama terhadap kaum miskin, ia perlahan berubah dari sosok polos menjadi perempuan yang ingin menantang dunia patriarki yang menindasnya.

Perjalanan Bella tak hanya soal penemuan jati diri, tapi juga perlawanan terhadap orang-orang yang ingin menguasainya, termasuk pria kejam dari masa lalunya yang mencoba merebut kembali hak atas dirinya. Dalam prosesnya, Bella bukan cuma belajar tentang cinta, kesetiaan, dan kebebasan, tapi juga arti menjadi manusia seutuhnya, meskipun dirinya adalah hasil eksperimen yang tidak alami. Namun, satu hal tetap jadi pertanyaan besar: apakah Bella benar- benar menemukan kebebasannya sendiri… atau cuma berpindah dari satu bentuk kendali ke bentuk lainnya?

Poor Things (2023) bukan hanya film fantasi biasa, ini adalah karya absurd, sensual, dan brilian dari sutradara eksentrik Yorgos Lanthimos, diadaptasi dari novel legendaris Alasdair Gray. Dibintangi oleh Emma Stone, Mark Ruffalo, dan Willem Dafoe, film ini membawa kita ke London era Victoria lewat kisah seorang wanita yang dihidupkan kembali, bukan dengan keajaiban, tapi lewat eksperimen ilmiah yang gila: otaknya diganti dengan otak bayi.

Emma Stone memerankan Bella Baxter, wanita baru lahir dalam tubuh dewasa, yang mencoba memahami dunia dari nol, dari rasa ingin tahu polos sampai eksplorasi hasrat yang menabrak norma sosial. Lanthimos menggambarkan perjalanannya dengan gaya visual yang surreal dan teaterikal, penuh warna pastel, set bergaya retro-fantasi, dan sinematografi yang seperti mimpi aneh. Di balik semua keindahan aneh itu, film ini menguliti hal-hal gelap tentang seksualitas, kebebasan, dan patriarki.

Proses produksi film ini sendiri cukup ambisius. Syuting dilakukan di Hungaria pada 2021, dan film ini kemudian memukau dunia saat tayang perdana di Venice Film Festival 2023, memenangkan penghargaan tertinggi Golden Lion. Setelah rilis, Poor Things meledak secara kritis dan komersial menghasilkan lebih dari $117 juta dan menyabet 4 Piala Oscar, termasuk Best Actress untuk Emma Stone. Lanthimos dan Stone yang sebelumnya berkolaborasi di The Favourite kembali membentuk chemistry kreatif yang unik: Stone bahkan ikut sebagai produser, ikut menentukan visi dan arah film.

Syuting utamanya dilakukan di Budapest, Hungaria dari Agustus sampai Desember 2021, dan menjadi film pertama yang memakai ulang film stock Kodak 35mm Ektachrome setelah direvival 2018. Sinematografer Robbie Ryan ngaku kalau inspirasi utama mereka datang dari Bram Stoker’s Dracula (1992), dan juga film klasik kayak Black Narcissus serta karya-karyanya Roy Andersson yang nyentrik abis.

Salah satu yang paling standout adalah kostum yang dirancang oleh Holly Waddington. Perubahan pakaian Bella sepanjang film ngikutin perkembangan karakternya: dari gaun imut yang puffy banget ketika masih polos, sampai gaya lebih ketat dan tegas di akhir film. Emma Stone mengatakan, “Cara Bella berpakaian itu cerminan pikirannya, semakin sadar, semakin kompleks.”

Musiknya juga unik, disusun oleh Jerskin Fendrix, debut pertamanya di dunia film. Dua lagu utamanya, Bella dan Lisbon keluar duluan sebelum film rilis, dan jadi bagian dari atmosfer eksperimentalnya yang campur antara klasik, industrial, dan surealis.

Genre- nya? All over the place, tapi in the best way. Disebut sex comedy, gothic, black comedy, steampunk fantasy, bahkan science fiction, dan semuanya benar. Poor Things bukan hanya cerita, tapi juga menyediakan pengalaman visual dan emosional.

Film ini tayang perdana di Venice Film Festival 2023, lalu keliling ke Telluride, New York, London, Busan, sampai Sitges, sebelum rilis besar di Desember 2023. Gara-gara mogok kerja SAG-AFTRA, jadwal rilisnya sempat mundur, tetapi sukses total ketika tayang. Hasil box office-nya $117 juta global, dengan 93% di Rotten Tomatoes dan Metascore 88, yang artinya: critics went feral for it.

Emma Stone mendapatkan Oscar, Golden Globe, dan BAFTA untuk perannya sebagai Bella Baxter, karakter yang benar-benar bebas dari rasa malu dan batasan sosial. Kritikus dari The Guardian sampai Time nyebut aktingnya liar, lucu, dan penuh kehidupan. Tapi tentu nggak semua orang suka: beberapa ngerasa film ini menyamar jadi feminis padahal cuma eksploitasi cerdas, terutama karena otak Bella secara teknis masih anak kecil. Walau begitu, Poor Things tetap jadi salah satu film paling dibahas dekade ini dan bahkan masuk daftar The 100 Best Movies of the 2020s (So Far) versi IndieWire.

Penulis artikel: Fannisa Nasywaa Anandita.

Emma Stone Bella Baxter
Mark Ruffalo Duncan Wedderburn
Willem Dafoe Godwin Baxter
Ramy Youssef Max McCandles
Vicki Pepperdine Mrs. Prim
Jack Barton Fop 1
Charlie Hiscock Fop 2
Attila Dobai Hapless Student
Emma Hindle Woman with Kid in London Street
Anders Olof Grundberg Kid in London Street

Jadwal Film