The Last of the Sea Women
Documentary

The Last of the Sea Women

2024 87 menit
7.7/10
Rating 7/10
Sutradara
Sue Kim
Studio
A24 Extracurricular

Film dokumenter garapan sutradara Sue Kim ini jadi potret penuh semangat tentang tradisi yang terancam punah, sekaligus seruan keras agar manusia lebih peduli menjaga laut. Kamera diajak menyelam ke kehidupan haenyeo, para penyelam perempuan asal Korea Selatan yang sudah ratusan tahun mencari nafkah dari hasil laut.

Di pesisir Pulau Jeju, Korea Selatan, komunitas haenyeo hidup berdampingan dengan ombak dan arus laut. Mereka dijuluki 'putri duyung nyata' karena mampu menyelam bebas tanpa alat bantu pernapasan, menahan napas hingga dua menit demi mengumpulkan hasil laut.

Pekerjaan ini jelas berisiko tinggi. Ironisnya, karena dianggap berbahaya, mereka tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan asuransi kesehatan. Meski begitu, profesi ini secara historis memberikan penghasilan yang cukup baik. Di tengah budaya yang patriarkal, para haenyeo justru punya status sosial yang dihormati.

Sue Kim membawa penonton masuk ke dunia bawah laut mereka yang magis sekaligus keras. Tapi keindahan itu kini di ambang kehancuran.

Saat ini, sebagian besar haenyeo berusia 60 hingga 70 tahun. Generasi inilah yang jadi fokus utama film. Namun, ada juga dua perempuan muda yang mencoba melestarikan tradisi ini dengan cara kekinian, mendokumentasikan aktivitas menyelam mereka lewat TikTok. Perpaduan old school dan Gen Z vibes banget.

Sayangnya, masa depan haenyeo makin terancam. Sampah laut yang terus menumpuk dan racunnya merusak ekosistem, suhu laut yang berubah akibat pemanasan global, hingga pembuangan air terkontaminasi dari kecelakaan nuklir Fukushima ke laut tempat mereka mencari nafkah, semua jadi ancaman nyata.

Situasi ini bikin para haenyeo nggak tinggal diam. Mereka mulai bergerak secara politik untuk menyuarakan peringatan. Bahkan, salah satu penyelam lansia terbang jauh ke Jenewa untuk memberikan kesaksian di hadapan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Perjuangan mereka juga mendapat dukungan dari peraih Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai, yang bergabung sebagai produser eksekutif film ini.

The Last of the Sea Women bukan cuma dokumenter tentang tradisi, tapi juga perjalanan emosional yang bikin kita ikut deg-degan dan berharap para 'pejuang laut' tangguh ini tetap bertahan. Ini tentang keberanian, solidaritas, dan cinta pada laut yang jadi sumber kehidupan.

Jadwal Film