Zero Dark Thirty
Synopsis
Perburuan terhadap sosok paling diburu di dunia dimulai dalam suasana penuh ketidakpastian dan tekanan besar. Maya (Jessica Chastain) adalah analis muda CIA yang baru saja terjun ke dunia intelijen lapangan setelah serangan teror besar mengguncang Amerika Serikat. Sejak awal, Maya ditempatkan di garis depan operasi rahasia yang berfokus membongkar jaringan Al Qaeda. Ia masuk ke ruang interogasi, markas tersembunyi, dan berbagai lokasi berisiko tinggi untuk mengumpulkan potongan informasi sekecil apa pun yang dapat mengarah pada satu nama besar yang terus menghilang.
Maya bekerja bersama Dan (Jason Clarke), seorang agen CIA berpengalaman yang terbiasa menghadapi tekanan ekstrem. Di berbagai lokasi penahanan, mereka menginterogasi para tersangka teroris untuk menggali nama kurir, jaringan komunikasi, dan jalur persembunyian. Proses ini tidak pernah mudah. Maya yang awalnya terlihat canggung perlahan berubah menjadi sosok yang dingin, fokus, dan sangat terobsesi pada satu tujuan. Setiap informasi dicatat, dianalisis, dan dihubungkan dengan data lain meski sering kali hasilnya berujung jalan buntu.
Tahun demi tahun berlalu tanpa kepastian. Serangan teror terus terjadi di berbagai negara, membuat tekanan terhadap badan intelijen semakin besar. Maya menolak menyerah. Ia menelusuri nama samaran, nomor telepon, dan kebiasaan para kurir yang diyakini dekat dengan Osama bin Laden. Di tengah birokrasi yang rumit dan kepentingan politik, Maya harus berjuang meyakinkan atasannya bahwa satu petunjuk kecil bisa menjadi kunci dari seluruh pencarian ini.
Ketika Dan akhirnya meninggalkan lapangan, Maya memilih bertahan. Ia menjadi salah satu analis paling gigih di unitnya. Kerja kerasnya mulai menunjukkan hasil ketika ia menemukan pola mencurigakan terkait seorang kurir bernama Abu Ahmed. Maya percaya bahwa sosok ini adalah pintu masuk menuju target utama. Meski banyak pihak meragukan temuannya, Maya terus menekan dan mengajukan analisis yang ia susun dengan detail dan keyakinan penuh.
Jejak Abu Ahmed membawa Maya ke Pakistan. Di sana, sebuah kompleks misterius menarik perhatiannya. Bangunan itu tertutup rapat, tanpa akses komunikasi, dan dijaga ketat. Bagi Maya, semua tanda mengarah pada satu kesimpulan. Namun, keyakinan pribadi tidak cukup untuk menggerakkan operasi militer besar. Ia harus menghadapi rapat demi rapat, presentasi demi presentasi, sambil menahan keraguan dari para pemimpin intelijen dan militer.
Tekanan mencapai puncaknya ketika keputusan besar harus diambil. Risiko kegagalan sangat tinggi, baik secara politik maupun strategis. Maya berdiri di tengah pusaran itu dengan satu sikap yang konsisten. Ia yakin target berada di dalam kompleks tersebut. Keyakinan itu akhirnya mendorong terbentuknya misi rahasia yang melibatkan pasukan elite Navy SEAL Team 6.
Malam operasi menjadi titik klimaks dari pencarian panjang selama lebih dari satu dekade. Maya tidak ikut terjun langsung ke lapangan, tetapi setiap detik operasi ia ikuti dengan napas tertahan. Dari ruang pemantauan, ia menyaksikan jalannya misi yang penuh ketegangan. Setiap laporan radio, setiap langkah pasukan, menjadi penentu keberhasilan atau kegagalan dari seluruh pengorbanan yang telah ia lalui.
Saat operasi berakhir, tidak ada sorak sorai berlebihan. Yang tersisa adalah keheningan dan rasa lelah mendalam. Bagi Maya, pencapaian terbesar dalam hidupnya justru terasa kosong. Setelah bertahun tahun hidup dalam bayang bayang satu target, ia kini harus menghadapi kenyataan baru tanpa tujuan yang selama ini menggerakkannya.
Di balik keberhasilan misi besar tersebut, Zero Dark Thirty menyorot sisi manusia dari perburuan intelijen. Obsesi, kesepian, pengorbanan, dan harga yang harus dibayar untuk sebuah kemenangan menjadi bagian yang tak terpisahkan. Maya berdiri sebagai simbol kegigihan, sekaligus potret seseorang yang mengorbankan hampir seluruh hidupnya demi satu tujuan yang diyakini benar.
Ketika tujuan terbesar akhirnya tercapai, apakah semua pengorbanan dan luka batin yang tertinggal benar benar sepadan dengan hasil yang didapat?
Penulis Artikel: Anastashia Gabriel
Pemeran
Jadwal Film
Papa Zola: The Movie
Border 2
Sebelum Dijemput Nenek
Esok Tanpa Ibu
Sengkolo: Petaka Satu Suro
Project Hail Mary
Back to the Past
Happy Patel: Khatarnak Jasoos
Mercy
Pororo The Movie: Sweet Castle Adventure
Like a Rolling Stone
Cells at Work!
Angry Squad: Civil Servants & Seven Swindlers
Bidadari Surga
Penerbangan Terakhir
Penunggu Rumah: Buto Ijo
28 Years Later: The Bone Temple
Unexpected Family
His & Hers
5 Centimeters per Second
The Home
Greenland: Migration
Musuh Dalam Selimut
Malam 3 Yasinan
Suka Duka Tawa
We Bury the Dead
Shelter
28 Januari 2026
Sinners
28 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Kafir: Gerbang Sukma
29 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Tolong Saya! (Dowajuseyo)
29 Januari 2026
Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?
29 Januari 2026
Balas Budi
05 Februari 2026
Ahlan Singapore
05 Februari 2026
Check Out Sekarang, Pay Later (Caper)
05 Februari 2026
Teman Tegar Maira
05 Februari 2026
Sadali
05 Februari 2026
Whistle
06 Februari 2026
The Strangers: Chapter 3
11 Februari 2026
Wuthering Heights
11 Februari 2026
Aiueo Macam Betool Aja
12 Februari 2026
Jangan Seperti Bapak
12 Februari 2026
Waru
12 Februari 2026
How to Make a Killing
20 Februari 2026
RAJAH
26 Februari 2026
Titip Bunda di Surga-Mu
26 Februari 2026
Lift (2026)
26 Februari 2026
Scream 7
27 Februari 2026
Undercard
27 Februari 2026
Setan Alas!
05 Maret 2026
Setannya Cuan
05 Maret 2026
Peaky Blinders: The Immortal Man
06 Maret 2026
Tunggu Aku Sukses Nanti
18 Maret 2026
Na Willa
18 Maret 2026
Pelangi Di Mars
18 Maret 2026
Senin Harga Naik
18 Maret 2026
Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa
18 Maret 2026
Avengers: Doomsday
18 Desember 2026