BP2N Resmi Cabut Piala Citra 'EKSKUL'
Kapanlagi.com - Dengan SK NO.06/KEP/BP2N/2007, Badan Pertimbangan Perfilman Nasional yang diketuai Deddy Mizwar resmi mencabut hak pemenang Piala Citra Utama Film Terbaik FFI 2006, EKSKUL dan Piala Citra untuk sutradara terbaik 2006 yang diraih Nayako Fio Nuala. Keputusan ini berdasarkan berbagai pertimbangan, masukan dari sineas - budayawan dan rapat-rapat BP2N dengan pihak-pihak terkait.
Dalam keterangan persnya yang ditandatangani oleh Deddy Mizwar selaku ketua BP2N di Gedung Film MT Haryono, (28/9), keputusan ini tidak mengurangi kredibilitas serta penghargaan BP2N atas kinerja Dewan Juri FFI 2006. BP2N juga sangat menyesalkan pihak-pihak yang mengetahui adanya indikasi pelanggaran hak cipta pada film EKSKUL sebagai film peserta FFI 2006 namun mendiamkan dan mempersoalkan setelah film tersebut terpilih sebagai film terbaik FFI 2006.
Menurut Deddy, yang didampingi Bakri MM - sekretaris BP2N, Wihadi - wakil ketua komisi B DPR RI, Zaeri dan Djoni Syafruddin mantan ketua BP2N, apa yang dilakukan oleh pihaknya dilakukan semata-mata untuk kebaikan semata bukan karena tekanan dari pihak manapun. "Jelasnya kita berpihak kepada industri film, dengan peristiwa ini diharapkan ada spirit yang baik untuk masa mendatang. Penghargaan penting untuk penciptaan kreatifitas dalam bentuk apapun, dan kita akan menyempurnakan peraturan," ujar Deddy.
Di sisi lain sutradara Nayako Fio Naula juga merasa terbantu dengan keputusan ini. Selama ini sutradara EKSKUL merasa hidupnya sangat terganggu dan berada dalam dilema, tidak dikembalikan diteror , dikembalikan tidak enak dengan dewan juri. "Dan ini bisa diselesaikan secara terhormat. Disini kita tidak ingin membunuh karakter Nayako sebagai sutradara yang telah beritikad baik menyelesaikan ini semua," tutur Deddy lagi.
Advertisement
Terungkap juga selama tiga bulan sebelum diambil telah terjadi pertemuan antara Universal Musik, kuasa hukum Nayako dan kuasa hukum Indika Entertainmen dengan BP2N selaku fasilitator. Dalam pertemuan tersebut terjadi satu kesepakatan pembayaran yang mengindikasikan terjadinya pelanggaran hak cipta oleh pihak indika, selain itu Universal Music juga mengenakan pinalti dengan menarik seluruh musik yang ada dalam film EKSKUL. "Dan ini telah dilakukan sutradara dan produser dengan mengganti musik saat diputar di RCTI," ungkap Deddy.
Kedepan, Deddy Mizwar berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi terutama untuk FFI 2007 yang akan berlangsung di Pekan Baru. Dan ini ditunjukan oleh BP2N dengan membentuk Panitia Ad Hoc untuk membuat aturan dan pedoman FFI 2007 agar tidak terjadi multitafsir. Tim ini terdiri dari 5 orang dan didalamnya tercantum nama Slamet Rahardjo, JP. Christanto dan Abdi Pranajaya. "Sekaligus merancang FFI 2008 agar bisa berjalan mandiri tanpa BP2N dan jangan sampai jatuh korban lainnya," pungkas Deddy.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kl/wwn)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
