Lucky Wija Kagumi 'Kisah 47 Ronin'

Kapanlagi.com - Mantan vokalis grup band Element yang kini berkarir solo, Lucky Wija, mengungkapkan bahwa ia menyukai novel fiksi sejarah, Kisah 47 Ronin, dan hanya perlu beberapa jam untuk membaca dan memahami 300 halaman novel itu.

"Aku terkesan alur ceritanya yang bagus, cara penulis bertutur dalam novel itu membuat saya terus dihinggapi penasaran segera mengetahui akhir cerita," ungkap Lucky ketika menjadi pembicara dalam diskusi buku karangan John Allyn ini, di Jakarta, Selasa (29/5).

Lucky yang pecinta buku itu mengungkapkan novel sejarah biasanya sangat membosankan karena halamannya sangat tebal dan alur cerita sulit dipahami.

"Aku suka sekali membaca sejarah tentang Jepang, jadi tidak sulit memahami novel itu," lanjut pria yang telah mengeluarkan album perdana bertajuk Untukmu Cinta.

Kisah 47 Ronin, karya John Allyn adalah fiksi sejarah yang ditulis berdasarkan peristiwa yang pernah terjadi di Jepang.

"Ronin adalah sebutan untuk samurai yang kehilangan atau terpisah dari tuannya. Ketika tuannya mati, samurai yang tidak lagi memiliki tuan tidak bisa disebut samurai karena samurai adalah `pelayan` bagi tuan," ujar Lucky.

Berdasarkan catatan sejarah, pada 1703, 47 ronin yang dipimpin oleh Oishi Kuranosuke Yoshitaka menyerang rumah kediaman pejabat tinggi istana Kira Kozuke no Suke Yoshihisa untuk membalas dendam kematian majikan mereka yang bernama Asano Takumi no Kami.

Dalam tradisi samurai, ronin memiliki derajat di bawah samurai. Bagi seorang ronin hanya ada dua pilihan katika majikannya mati, yaitu menjadi orang bayaran atau turun pangkat dalam kemiliteran.

"Kisah 47 Ronin buatku sangat bagus karena mengajarkan banyak hal, di antaranya tentang pengorbanan dan kesetiaan," kata Lucky.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(*/boo)

Rekomendasi
Trending