Slamet Rahardjo: Sensor Tetap Ada di Negara Demokrasi
Kapanlagi.com - Kisruh pendapat soal diperlukan sensor atau tidak terhadap produk film masih terus bergulir di Mahkamah Konstitusi. Sebagian pelaku film senior menginginkan gunting sensor tetap ada. Sedangkan tak sedikit pula pelaku film yunior mau lembaga sensor dihilangkan.
Tuntutan kedua pihak cukup beralasan mengingat industri perfilman tanah air mulai bangkit walau ada pula film yang alur maupun isi cerita sama dengan film yang telah ada. Akibat ketidaksamaan pendapat itu terjadi jarak antara kedua belah pihak.
Namun bagi sutradara sekaligus pemain terbaik, Slamet Rahardjo, menilai bahwa sebetulnya masing-masing mempunyai nilai sama. Pasalnya dari pihak senior ada yang tidak jelas keberadaannya dalam perfilman, begitu juga dengan yang muda.
"Ya, mereka sama saja. Dari yang tua dan yang muda banyak yang nggak jelas kompetensinya. Apakah dia berkualitas atau nggak? Ini patut dipertanyakan. Jadi saya pikir nggak ada beda antara yang tua dengan yang muda," katanya serius.
Advertisement
Dilanjutkan pendapatnya ini cukup beralasan. Sebab sebagai kaum muda yang menggunakan intelektual dengan angin demokrasi yang mulai berhembus mereka sebenarnya tak akan memberangus sensor.
"Sebagai intelektual mereka tak percaya sesuatu yang mutlak. Saya kira sensor tetap ada di negara demokrasi, tapi dengan
bentuk yang beda," imbuh Slamet, ketika dijumpai di Bebek Bali, Senin (17/3) siang.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kpl/opa/tri)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
