Skenario 'OEMAR BAKRIE' Berdasarkan Riset

Kapanlagi.com - Tembang lawas yang diciptakan Iwan Fals, 22 tahun lalu, Oemar Bakrie, masih tetap relevan dengan situasi masakini. Setelah tertunda-tunda beberapa tahun akhirnya jadi juga diangkat ke layar gelas. Sinetron produksi Sinar Mahkota Production ini disutradarai oleh Iwan Burnani. Rencananya mulai syuting tanggal 25 April 2004. Lokasinya di sekitar wilayah Bandung, kota di mana lagu tersebut diciptakan.

Menurut sang sutradara, ide pembuatan Oemar Bakrie ini didapat saat ia syuting film dokumenter di daerah Lampung, Sumatera Selatan, "Saya juga punya seorang keluarga yang berprofesi guru dan ingin demo. Ia merasa gajinya tidak dibayar dan saat ini ia alih profesi menjadi supir," ucapnya.

Iwan Burnani mengaku setelah itu bersama penulis skenario Fajar Budiman, melakukan riset ke daerah-daerah terpencil, "Lalu saya mendapatkan bahwa guru-guru di sana honornya tidak cukup, bahkan ada yang tidak dibayar sampai-sampai murid-muridnya membawakan buah-buahan untuk gurunya," katanya.

Sebernarnya pembuatan sinetron Oemar Bakrie ini akan memakai aktor watak kawakan Deddy Dutomo atau HIM Damsyik sebagai tokoh utamanya. Pihak stasiun televisi pun telah meminta untuk dibuatkan demonya terlebih dahulu. Namun tiba-tiba saja tokoh guru tersebut digantikan oleh pelawak Djodjon.

"Sebenarnya memang waktu itu akan dibuatkan demo. Tapi karena pihak PH meminta bintangnya Deddy Sutomo atau Damsyik, kita menolaknya. Kita bilang soal bintang kita yang akan menentukan," ungkap Iwan Burnani. Sedangkan Jojon dipilih sebagai tokoh guru Oemar Bakrie karena waktu lagu tersebut populer yang menjadi model sosok gurunya memang Djodjon sendiri.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(dst/erl)

Rekomendasi
Trending