Mengapa Banyak Drama China Gagal Tayang Padahal Sudah Syuting dan Siap Rilis?
The Love of Hypnosis - mydramalist
Kapanlagi.com - Kalau dilihat sekilas, semuanya tampak baik-baik saja. Proses produksi sudah rampung, aktor yang terlibat adalah nama besar, materi promosi juga berjalan. Namun anehnya, drama tersebut tak kunjung tayang. Bahkan ada yang hilang begitu saja tanpa kabar.
Fenomena drama China gagal tayang sebenarnya bukan hal baru. Di industri hiburan China, situasi seperti ini sudah cukup sering terjadi. Masalahnya pun bukan karena kekurangan dana atau niat produksi yang setengah hati. Justru, penyebabnya lebih kompleks dan berkaitan dengan sistem yang membuat semuanya bisa mendadak berhenti.
Advertisement
1. Lebih dari Ratusan Drama China Tertahan Tanpa Kepastian

Banyak orang mengira drama China batal tayang karena masalah biaya atau kendala teknis saat produksi. Faktanya, bukan itu penyebab utamanya.
Pada tahun 2025 saja, tercatat ada 452 drama China yang dijadwalkan tayang. Angka ini menunjukkan betapa produktifnya industri hiburan mereka. Namun pertanyaannya, apakah semuanya benar-benar dirilis?
Jawabannya tidak.
Dari total 452 judul tersebut, sekitar 407 drama diketahui sudah tertahan lebih dari tiga tahun tanpa kepastian jadwal tayang. Bayangkan, ratusan proyek yang sudah menghabiskan biaya besar, tenaga, waktu, bahkan strategi promosi, akhirnya hanya menunggu tanpa kejelasan.
Kerugian rumah produksi tentu tidak kecil. Proses syuting drama China bisa berlangsung berbulan-bulan dengan biaya produksi yang fantastis. Ketika hasil akhirnya tidak bisa dirilis, tekanan finansial dan reputasi pun ikut dipertaruhkan.
2. Kebijakan yang Berubah Bisa Menghentikan Segalanya
Salah satu alasan terbesar drama China gagal tayang adalah perubahan kebijakan yang kerap terjadi di industri hiburan China. Regulasi bisa berubah sewaktu-waktu dan sering kali datang tanpa banyak waktu persiapan.
Akibatnya, drama yang sudah selesai produksi terpaksa menjalani revisi berulang agar sesuai dengan aturan terbaru. Tidak jarang, revisi tersebut memakan waktu lama dan biaya tambahan yang besar.
Beberapa judul bahkan menjadi contoh nyata betapa rumitnya proses ini. Misalnya The Love of Hypnosis dan Immortality. Kedua drama ini sempat dinantikan banyak penggemar, namun hingga kini nasib penayangannya membuat produser dan fans sama-sama frustrasi.
Selain regulasi, persaingan mendapatkan slot tayang di platform streaming juga sangat ketat. Platform tentu akan memilih drama yang dianggap paling potensial secara komersial. Jika ada keraguan sedikit saja, keputusan penayangan bisa ditunda atau bahkan dibatalkan.
3. Proses Panjang Membuat Cerita Jadi Kurang Relevan
Produksi drama China bukan proses singkat. Episode yang panjang, jadwal syuting padat, serta kemungkinan revisi membuat waktu produksi bisa berlangsung lama.
Masalahnya, selera penonton terus berubah. Cerita yang terasa segar saat pertama kali diproduksi bisa saja dianggap ketinggalan zaman ketika akhirnya siap tayang. Tren genre berganti, preferensi pasar berubah, bahkan isu sosial yang diangkat bisa dianggap tidak lagi relevan.
Di titik inilah platform mulai berpikir ulang. Apakah drama tersebut masih punya daya jual? Apakah akan menarik perhatian penonton di tengah persaingan konten yang semakin ketat?
Jika jawabannya meragukan, penayangan bisa kembali ditunda.
4. Sistem yang Kompleks dan Risiko Besar
Industri hiburan China memang besar dan terlihat megah dari luar. Namun di balik layar, sistemnya sangat kompleks. Perubahan kebijakan, seleksi ketat dari platform, hingga dinamika pasar membuat risiko kegagalan tayang menjadi sangat nyata.
Yang paling terdampak tentu saja rumah produksi dan para kru. Biaya sudah keluar, waktu sudah dihabiskan, ekspektasi sudah dibangun. Namun keputusan akhir tetap berada di tangan sistem dan kebijakan yang berlaku.
Penonton pun ikut berkembang. Ekspektasi mereka semakin tinggi, pilihan tontonan semakin banyak. Dalam situasi seperti ini, drama China yang sudah selesai diproduksi belum tentu langsung mendapat lampu hijau untuk tayang.
Jadi kalau akhirnya sebuah drama China gagal tayang, sulit menunjuk satu pihak sebagai penyebabnya. Ini bukan sekadar soal modal atau kualitas, melainkan kombinasi regulasi, strategi platform, perubahan tren, dan dinamika industri yang terus bergerak.
Dan itulah kenapa, meski terlihat siap rilis, tidak semua drama China benar-benar bisa sampai ke layar penonton.
(kpl/chn)
Advertisement
