Cerita Potong Jempol Tangan, Perjuangan Reza DA dalam Menaklukan Panggung Dangdut Pernah Jadi Korban Bullying di Masa Kecilnya
Reza Zakarya atau yang lebih dikenal dengan Reza DA adalah penyanyi dangdut jebolan D'Academy musim kedua. Reza menjadi juara empat pada ajang pencarian bakat dangdut tersebut. Lika-liku perjalanan karir Reza penuh dengan perjuangan. Bahkan, dirinya pernah kena tipu ketika bekerja di Arab yang hingga saat ini akan ia jadikan sebagai pengalaman. Kini, kerja keras Reza terbayarkan, ia berhasil menjadi pedangdut terkenal di Indonesia.
Ingin tahu kisah lengkap Reza DA dalam meniti karirnya? Yuk simak beritanya di bawah ini!
Reza DA lahir di Kota Bandung. Ia adalah lulusan Politeknik LP3I Bandung. Namun, sebagian besar masa remajanya ia habiskan di Surabaya, Pekalongan, dan juga Sidoarjo. Reza dapat berbicara bahasa Jawa sedikit demi sedikit.
Masa kecilnya tidak begitu menyenangkan, dikutip dari podcast bersama Gilang Dirga, Reza mengaku sering mendapatkan aksi bully dari teman-teman sekolahnya. Reza pernah berada di saat kelamnya sampai-sampai merasa depresi. Dalam mengekspresikan perasaannya, Reza menulis surat kepada Allah dan mencurahkan isi hatinya tentang bagaimana orang-orang menghina dirinya. Hal itu terus Reza lakukan hingga ia duduk di bangku kuliah.
Reza dilahirkan dengan jempol tangan sebelah kiri lebih satu. Awalnya, Reza tidak ambil pusing soal hal tersebut. Namun ternyata, jempol Reza justru menjadi bahan hinaan orang-orang.
“Jempol Eja kan begini, dulu di sekolahan Eja ini jadi satu bahan buat mereka bully Eja. Akhirnya, Almarhum Nenek Eja takut kalau nanti pas gede Eja malu sama ini, jadi dibuang dan masih ada bekas jahitannya,” ujar Reza menceritakan salah satu kisah hidupnya di podcast bersama Gilang Dirga di YouTube seraya menunjukkan jempolnya.
Hak Cipta: instagram.com/reza_zakarya_daa
