Apa Arti Steker: Pengertian, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya
ilustrasi steker
Kapanlagi.com - Steker merupakan salah satu komponen penting dalam sistem kelistrikan yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Alat kecil ini memiliki peran vital dalam menghubungkan berbagai perangkat elektronik dengan sumber daya listrik.
Pemahaman tentang apa arti steker sangat penting bagi setiap orang yang menggunakan peralatan elektronik. Tanpa steker, sebagian besar perangkat elektronik seperti televisi, lemari es, komputer, dan alat rumah tangga lainnya tidak dapat berfungsi dengan baik.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), steker adalah pencocok yang dipasang pada ujung kabel listrik yang ditusukkan pada lubang aliran listrik untuk menyalakan lampu, radio, televisi, dan sebagainya. Definisi ini menunjukkan fungsi dasar steker sebagai penghubung antara perangkat elektronik dengan sumber listrik.
Advertisement
1. Pengertian dan Definisi Steker
Steker adalah perangkat penghubung listrik yang berfungsi sebagai konektor antara alat elektronik dan sumber daya listrik melalui stopkontak. Secara teknis, steker terdiri dari pin atau bilah logam yang berfungsi sebagai konduktor listrik, yang dimasukkan ke dalam lubang pada stopkontak untuk mengalirkan arus listrik.
Komponen utama steker meliputi pin atau bilah berbahan logam sebagai konduktor, badan steker yang biasanya terbuat dari plastik tahan panas untuk perlindungan, dan kabel penghubung yang menghubungkan steker ke perangkat elektronik. Beberapa steker modern juga dilengkapi dengan fitur keamanan tambahan seperti pengaman korsleting atau pelindung lonjakan arus listrik.
Dalam konteks kelistrikan rumah tangga, steker berperan sebagai titik koneksi yang memungkinkan perangkat elektronik mendapatkan pasokan listrik yang diperlukan untuk beroperasi. Tanpa steker, perangkat elektronik harus dihubungkan langsung dengan kabel ke sumber listrik, yang tentunya berbahaya dan tidak praktis.
Menurut Utilitas Bangunan Modul Kenyamanan oleh Pynkywati dan Shirley (2021), steker dapat dikategorikan berdasarkan ukuran dan kapasitas dayanya. Pemahaman ini penting untuk memastikan penggunaan steker yang tepat sesuai dengan kebutuhan perangkat elektronik yang akan digunakan.
2. Fungsi dan Kegunaan Steker
- Penghubung Arus Listrik - Fungsi utama steker adalah menghubungkan perangkat elektronik dengan sumber listrik melalui stopkontak, memungkinkan aliran arus listrik yang diperlukan untuk mengoperasikan perangkat.
- Keamanan Penggunaan - Steker menyediakan cara yang aman untuk menghubungkan dan memutuskan sambungan listrik tanpa harus menyentuh kabel telanjang atau komponen listrik berbahaya.
- Kemudahan Portabilitas - Dengan steker, perangkat elektronik dapat dengan mudah dipindahkan dan digunakan di berbagai lokasi yang memiliki stopkontak yang sesuai.
- Standarisasi Koneksi - Steker memungkinkan standarisasi koneksi listrik, sehingga berbagai perangkat dari produsen yang berbeda dapat menggunakan sistem kelistrikan yang sama.
- Kontrol Daya - Steker memungkinkan pengguna untuk dengan mudah mengendalikan pasokan daya ke perangkat elektronik dengan cara mencabut atau memasang steker.
Fungsi-fungsi ini menjadikan steker sebagai komponen yang tidak dapat dipisahkan dari sistem kelistrikan modern. Setiap perangkat elektronik yang memerlukan daya listrik eksternal pasti dilengkapi dengan steker untuk memudahkan penggunaan dan meningkatkan keamanan.
(kpl/fds)
Advertisement