Apa Arti Syirik: Pengertian, Jenis, dan Bahayanya dalam Islam

Apa Arti Syirik: Pengertian, Jenis, dan Bahayanya dalam Islam
apa arti syirik

Kapanlagi.com - Syirik merupakan salah satu konsep paling fundamental dalam ajaran Islam yang harus dipahami setiap Muslim. Pemahaman yang benar tentang apa arti syirik menjadi kunci untuk menjaga kemurnian tauhid dan menghindari dosa terbesar dalam Islam.

Dalam konteks kehidupan sehari-hari, banyak praktik yang tanpa disadari dapat menjerumuskan seseorang ke dalam syirik. Oleh karena itu, pengetahuan mendalam tentang apa arti syirik beserta berbagai bentuknya sangat penting untuk diamalkan.

Mengutip dari buku "1001 Tanya Jawab Dalam Islam" karya Ust. Muksin Matheer, syirik didefinisikan sebagai perbuatan bersekutu dengan setan atau menyetarakan suatu makhluk dengan Allah. Hal ini menjadikan makhluk tersebut berkedudukan sama seperti Allah sebagai tujuan ibadah, tempat permohonan, dan berdo'a.

1. Pengertian Syirik Menurut Bahasa dan Istilah

Pengertian Syirik Menurut Bahasa dan Istilah (c) Ilustrasi AI

Secara etimologi, kata syirik berasal dari bahasa Arab "syarika" yang memiliki arti berserikat, bersekutu, bersama, atau berkongsi. Arti kebahasaan ini mengandung makna bersama-sama antara dua pihak atau lebih dalam satu urusan atau keadaan tertentu.

Dalam terminologi syariat Islam, syirik memiliki pengertian yang lebih spesifik dan mendalam. Syirik adalah perbuatan menyamakan selain Allah dengan Allah dalam hal rububiyyah (ketuhanan), uluhiyyah (ibadah), serta asma dan sifat-Nya. Ini berarti memberikan kedudukan yang seharusnya hanya milik Allah kepada makhluk lain.

Menurut Syaikh 'Abdurrahman As-Sa'di, hakikat syirik terhadap Allah mencakup tiga aspek utama. Pertama, menyembah makhluk seperti menyembah Allah. Kedua, mengagungkan makhluk seperti mengagungkan Allah. Ketiga, memalingkan salah satu kekhususan Allah kepada makhluk dalam rububiyah atau uluhiyyah.

Pemahaman yang komprehensif tentang definisi ini menjadi dasar untuk mengenali berbagai bentuk syirik yang mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, setiap Muslim dapat lebih waspada dan menjaga diri dari perbuatan yang dapat merusak kemurnian tauhid mereka.

2. Jenis-Jenis Syirik dalam Islam

Syirik dalam Islam terbagi menjadi dua kategori utama yang memiliki karakteristik dan konsekuensi berbeda. Pembagian ini penting dipahami untuk mengenali tingkat keseriusan masing-masing jenis syirik.

Syirik Akbar (Syirik Besar) merupakan bentuk syirik yang paling serius dan dapat mengeluarkan pelakunya dari agama Islam. Syirik besar adalah memalingkan suatu bentuk ibadah kepada selain Allah, seperti berdo'a kepada selain Allah, menyembelih kurban untuk selain Allah, atau bernadzar untuk makhluk lain. Pelaku syirik besar yang meninggal tanpa bertaubat akan kekal di neraka.

Syirik Ashgar (Syirik Kecil) tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam, namun mengurangi kesempurnaan tauhid dan dapat menjadi jalan menuju syirik besar. Contohnya adalah riya (berbuat baik untuk dipuji manusia), bersumpah dengan nama selain Allah, atau mengucapkan "atas kehendak Allah dan kehendakmu" dengan menggunakan kata "dan" bukan "kemudian".

Mengutip dari buku "1001 Tanya Jawab Dalam Islam", syirik juga dapat dibedakan menjadi Syirik Khafi (tersembunyi) dan Syirik Jali (terang-terangan). Syirik Khafi dilakukan secara tersembunyi melalui suara hati, seperti mempercayai adanya kekuatan lain yang dapat dimintai pertolongan. Sedangkan Syirik Jali dilakukan secara terang-terangan, seperti menyembah benda-benda yang dianggap bertuah atau mengkultuskan sesuatu yang dianggap memiliki kekuatan supernatural.

3. Bentuk-Bentuk Syirik Besar

Bentuk-Bentuk Syirik Besar (c) Ilustrasi AI

  1. Syirik Do'a - Berdo'a kepada selain Allah di samping berdo'a kepada-Nya. Contohnya meminta pertolongan kepada orang yang sudah meninggal, baik nabi, wali, maupun tokoh lainnya.
  2. Syirik Niat dan Tujuan - Mengarahkan ibadah untuk tujuan selain mencari ridha Allah. Seperti shalat atau puasa yang dilakukan untuk mendapat pujian manusia atau kepentingan duniawi semata.
  3. Syirik Ketaatan - Mentaati selain Allah dalam hal yang bertentangan dengan perintah-Nya. Ini termasuk mengikuti hukum atau aturan yang secara terang-terangan menentang syariat Allah.
  4. Syirik Mahabbah (Kecintaan) - Mencintai selain Allah dengan kecintaan yang seharusnya hanya untuk Allah. Ini berbeda dengan cinta kepada keluarga atau sesama yang dibenarkan dalam Islam.
  5. Syirik dalam Takut - Takut kepada selain Allah dengan ketakutan yang seharusnya hanya kepada-Nya, seperti takut kepada jin, hantu, atau makhluk gaib lainnya yang diyakini dapat memberi mudarat.

Melansir dari Almanhaj.or.id, bentuk-bentuk syirik ini sering kali tidak disadari oleh pelakunya karena telah menjadi bagian dari tradisi atau budaya masyarakat. Oleh karena itu, edukasi yang berkelanjutan tentang tauhid menjadi sangat penting.

4. Bentuk-Bentuk Syirik Kecil

Syirik kecil memiliki dua kategori utama yang perlu dipahami dengan baik. Meskipun tidak mengeluarkan dari Islam, syirik kecil tetap merupakan dosa yang harus dihindari karena dapat mengurangi kesempurnaan tauhid seseorang.

  1. Syirik Zhahir (Nyata) - Syirik yang tampak dalam ucapan dan perbuatan. Contoh dalam ucapan adalah bersumpah dengan nama selain Allah, seperti "Demi nyawa ibuku" atau "Wallahi wa billahi wa tallahi". Contoh dalam perbuatan adalah memakai jimat atau azimat dengan keyakinan bahwa benda tersebut dapat memberikan perlindungan.
  2. Syirik Khafi (Tersembunyi) - Syirik yang tersembunyi dalam hati, seperti riya (ingin dipuji dalam beribadah), sum'ah (ingin didengar kebaikannya), atau ujub (bangga dengan amal ibadahnya). Bentuk syirik ini sangat halus dan sulit dideteksi.
  3. Syirik dalam Ucapan - Mengucapkan kalimat yang mengandung unsur menyekutukan Allah, seperti "Atas kehendak Allah dan kehendakmu" (yang benar adalah "Atas kehendak Allah kemudian kehendakmu"), atau "Kalau bukan karena Allah dan si fulan, pasti aku celaka".
  4. Syirik dalam Keyakinan - Meyakini adanya pengaruh bintang, zodiak, atau ramalan terhadap nasib seseorang. Termasuk juga percaya pada tahayul, seperti menganggap angka tertentu membawa sial atau beruntung.
  5. Syirik dalam Perasaan - Bergantung kepada selain Allah dalam hal yang seharusnya hanya bergantung kepada-Nya, seperti merasa aman hanya karena memiliki jimat tertentu atau merasa takut berlebihan kepada makhluk.

Rasulullah ï·º bersabda sebagaimana diriwayatkan dalam hadits: "Barangsiapa bersumpah dengan nama selain Allah, maka ia telah berbuat kufur atau syirik." Hadits ini menunjukkan betapa seriusnya Islam memandang syirik, bahkan dalam bentuk yang tampaknya sederhana.

5. Bahaya dan Ancaman Syirik

Bahaya dan Ancaman Syirik (c) Ilustrasi AI

Syirik memiliki konsekuensi yang sangat serius dalam pandangan Islam, baik di dunia maupun di akhirat. Pemahaman tentang bahaya-bahaya ini penting untuk memotivasi setiap Muslim agar senantiasa menjaga kemurnian tauhidnya.

Tidak Diampuni Tanpa Taubat - Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an bahwa Dia tidak akan mengampuni dosa syirik bagi orang yang meninggal dalam keadaan musyrik. Ini menjadikan syirik sebagai satu-satunya dosa yang secara eksplisit disebutkan tidak akan diampuni tanpa taubat terlebih dahulu.

Diharamkan dari Surga - Orang yang mati dalam keadaan musyrik akan diharamkan masuk surga dan tempatnya adalah neraka. Tidak ada seorang penolong pun yang dapat membantu orang musyrik di akhirat nanti, karena mereka telah menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Allah di dunia.

Menghapus Seluruh Amal Kebaikan - Syirik memiliki efek menghapus seluruh amal kebaikan yang pernah dilakukan seseorang. Sekuat apapun ibadah yang dilakukan, jika disertai dengan syirik, maka semuanya akan sia-sia dan tidak mendapat balasan dari Allah.

Mengutip dari buku "AL-HADITS" karya DRS. Abdul Haris, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Bakrah, Rasulullah ï·º menyebutkan tiga dosa besar yang paling besar: menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, dan berkata dusta. Hal ini menunjukkan posisi syirik sebagai dosa yang paling serius di antara semua dosa.

Kezaliman Terbesar - Al-Qur'an menyebut syirik sebagai "kezaliman yang besar" karena ia menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. Menyamakan makhluk dengan Khaliq adalah bentuk kezaliman yang paling besar karena melanggar hak Allah yang paling fundamental.

6. Cara Menghindari Syirik

Cara Menghindari Syirik (c) Ilustrasi AI

Menghindari syirik memerlukan upaya yang konsisten dan pemahaman yang mendalam tentang tauhid. Berikut adalah langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan setiap Muslim untuk menjaga diri dari berbagai bentuk syirik.

Memperkuat Pemahaman Tauhid - Belajar dan memahami konsep tauhid secara komprehensif menjadi fondasi utama dalam menghindari syirik. Ini mencakup pemahaman tentang Tauhid Rububiyyah (keesaan Allah dalam penciptaan dan pengaturan), Tauhid Uluhiyyah (keesaan Allah dalam ibadah), dan Tauhid Asma wa Sifat (keesaan Allah dalam nama dan sifat-Nya).

Selalu Berdo'a Hanya Kepada Allah - Membiasakan diri untuk berdo'a, memohon pertolongan, dan bergantung hanya kepada Allah dalam segala urusan. Hindari meminta pertolongan kepada orang yang sudah meninggal atau makhluk lain yang dianggap memiliki kekuatan supernatural.

Menghindari Praktik Tahayul - Tidak mempercayai ramalan, zodiak, atau praktik-praktik tahayul lainnya. Keyakinan bahwa nasib ditentukan oleh bintang atau hal-hal selain kehendak Allah adalah bentuk syirik yang harus dihindari.

Ikhlas dalam Beribadah - Melakukan semua ibadah dengan niat yang ikhlas hanya untuk mencari ridha Allah, bukan untuk mendapat pujian atau pengakuan dari manusia. Riya dan sum'ah adalah bentuk syirik kecil yang dapat merusak pahala ibadah.

Melansir dari Muslim.or.id, salah satu cara efektif menghindari syirik adalah dengan senantiasa mengingat Allah dan memperbanyak dzikir. Dzikir dapat membantu menjaga hati agar selalu terhubung dengan Allah dan tidak mudah terpengaruh oleh bisikan-bisikan yang dapat menjerumuskan ke dalam syirik.

7. FAQ (Frequently Asked Questions)

FAQ (Frequently Asked Questions) (c) Ilustrasi AI

Apa perbedaan antara syirik besar dan syirik kecil?

Syirik besar dapat mengeluarkan pelakunya dari Islam dan menjadikannya kekal di neraka jika meninggal tanpa bertaubat, seperti menyembah selain Allah. Sedangkan syirik kecil tidak mengeluarkan dari Islam tetapi mengurangi kesempurnaan tauhid, seperti riya dalam beribadah atau bersumpah dengan nama selain Allah.

Apakah meminta bantuan kepada orang lain termasuk syirik?

Meminta bantuan kepada sesama manusia dalam hal-hal yang mereka mampu lakukan tidak termasuk syirik, karena ini adalah bentuk ta'awun (tolong-menolong) yang dianjurkan Islam. Yang terlarang adalah meminta pertolongan kepada yang sudah meninggal atau makhluk gaib dengan keyakinan mereka memiliki kekuatan supernatural.

Bagaimana cara bertaubat dari syirik?

Taubat dari syirik dilakukan dengan cara menyesali perbuatan tersebut, berhenti melakukannya, dan bertekad tidak mengulanginya lagi. Kemudian memperbaharui keimanan dengan mengucapkan syahadat dan memperkuat pemahaman tentang tauhid agar tidak terjerumus lagi ke dalam syirik.

Apakah memakai jimat atau azimat termasuk syirik?

Memakai jimat atau azimat dengan keyakinan bahwa benda tersebut dapat memberikan perlindungan atau manfaat tanpa izin Allah adalah bentuk syirik. Islam mengajarkan bahwa hanya Allah yang dapat memberikan manfaat dan menolak mudarat, bukan benda-benda material.

Mengapa syirik disebut sebagai dosa yang tidak diampuni?

Syirik disebut dosa yang tidak diampuni karena ia melanggar hak Allah yang paling fundamental, yaitu hak untuk disembah sendirian tanpa sekutu. Allah menegaskan dalam Al-Qur'an bahwa Dia tidak akan mengampuni syirik kecuali pelakunya bertaubat sebelum meninggal dunia.

Apakah percaya pada zodiak dan ramalan termasuk syirik?

Ya, percaya pada zodiak dan ramalan termasuk bentuk syirik karena meyakini bahwa ada kekuatan selain Allah yang dapat menentukan nasib dan masa depan seseorang. Islam mengajarkan bahwa hanya Allah yang mengetahui dan menentukan takdir setiap makhluk-Nya.

Bagaimana cara mengajarkan anak tentang bahaya syirik?

Mengajarkan anak tentang bahaya syirik dapat dilakukan dengan cara menjelaskan konsep tauhid secara sederhana, memberikan contoh-contoh praktis dalam kehidupan sehari-hari, dan membiasakan anak untuk selalu berdo'a dan meminta pertolongan hanya kepada Allah. Pendidikan agama yang konsisten sejak dini sangat penting untuk membentuk akidah yang benar.

(kpl/fds)

Rekomendasi
Trending