Cara Memilih Shade Bedak yang Tepat untuk Wajah Sempurna

Cara Memilih Shade Bedak yang Tepat untuk Wajah Sempurna
cara memilih shade bedak (c) Ilustrasi AI

Kapanlagi.com - Memilih bedak yang tepat merupakan langkah penting dalam merias wajah. Bedak yang salah bisa membuat wajah tampak abu-abu, kusam, atau bahkan belang dengan leher. Untuk mendapatkan hasil makeup yang sempurna, kamu perlu memahami cara memilih shade bedak yang sesuai dengan karakteristik kulitmu.

Banyak orang masih bingung saat berhadapan dengan deretan warna bedak di toko kosmetik. Padahal, dengan mengenali warna dasar kulit dan mengikuti panduan yang tepat, proses pemilihan bedak bisa menjadi jauh lebih mudah. Kesalahan dalam memilih shade tidak hanya mempengaruhi penampilan, tetapi juga bisa membuat riasan terlihat tidak natural.

Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang cara memilih shade bedak yang cocok untuk kulitmu. Mulai dari mengenali undertone hingga tips praktis saat mencoba produk, semua akan dijelaskan agar kamu tidak salah pilih lagi.

1. Memahami Undertone Kulit sebagai Kunci Pemilihan Shade Bedak

Memahami Undertone Kulit sebagai Kunci Pemilihan Shade Bedak (credit:unsplash.com/id/@rosarafael)

Undertone adalah warna dasar di bawah permukaan kulit yang tidak berubah meskipun kulit terkena sinar matahari. Berbeda dengan skin tone yang merupakan warna permukaan kulit, undertone bersifat permanen dan menjadi panduan utama dalam cara memilih shade bedak yang tepat. Undertone terbagi menjadi tiga kategori utama yaitu cool, warm, dan neutral.

Cool undertone memiliki warna dasar kebiruan, merah muda, atau keunguan. Orang dengan cool undertone biasanya memiliki pembuluh darah yang tampak biru atau ungu di pergelangan tangan. Mereka cenderung lebih cocok menggunakan perhiasan perak dan terlihat lebih segar dengan warna-warna dingin seperti fuchsia atau merah muda.

Warm undertone memiliki warna dasar kekuningan, keemasan, atau peach. Pembuluh darah pada pergelangan tangan tampak kehijauan. Orang dengan warm undertone biasanya lebih cocok dengan perhiasan emas dan terlihat lebih bersinar dengan warna-warna hangat seperti coral atau oranye. Kulit mereka juga cenderung lebih mudah berubah menjadi coklat keemasan saat terkena sinar matahari.

Neutral undertone merupakan perpaduan seimbang antara cool dan warm. Orang dengan neutral undertone memiliki fleksibilitas lebih besar dalam memilih warna bedak karena mereka bisa menggunakan produk dengan undertone hangat maupun dingin. Pembuluh darah mereka tampak seperti campuran biru dan hijau, dan mereka terlihat baik dengan perhiasan emas maupun perak.

2. Metode Praktis Mendeteksi Undertone Kulit

Metode Praktis Mendeteksi Undertone Kulit (credit:unsplash.com/id/@freestocks)

Ada beberapa metode sederhana yang bisa kamu lakukan di rumah untuk mengetahui undertone kulitmu. Metode pertama adalah tes pembuluh darah atau vein test. Lihat pergelangan tanganmu di bawah cahaya alami dan perhatikan warna pembuluh darah yang terlihat.

  1. Tes Pembuluh Darah: Jika pembuluh darahmu tampak biru atau ungu, kamu memiliki cool undertone. Jika tampak kehijauan, kamu memiliki warm undertone. Jika sulit menentukan atau tampak campuran, kemungkinan kamu memiliki neutral undertone.
  2. Tes Perhiasan: Kenakan perhiasan emas dan perak secara bergantian di dekat wajah atau pergelangan tangan. Perhatikan mana yang membuat kulitmu terlihat lebih cerah dan segar. Jika perak lebih cocok, kamu memiliki cool undertone. Jika emas lebih cocok, kamu memiliki warm undertone. Jika keduanya sama baiknya, kamu memiliki neutral undertone.
  3. Tes Kertas Putih: Pegang selembar kertas putih bersih di samping wajahmu dalam cahaya natural. Jika kulitmu tampak kemerahan atau merah muda, kamu memiliki cool undertone. Jika tampak kekuningan atau keemasan, kamu memiliki warm undertone. Jika tampak olive atau tidak jelas, kamu memiliki neutral undertone.
  4. Tes Reaksi Sinar Matahari: Perhatikan bagaimana kulitmu bereaksi terhadap sinar matahari. Jika mudah terbakar dan sulit berubah menjadi coklat, kemungkinan kamu memiliki cool undertone. Jika jarang terbakar dan mudah berubah menjadi coklat keemasan, kemungkinan kamu memiliki warm undertone.
  5. Tes Warna Pakaian: Coba kenakan pakaian berwarna coral atau oranye terang dan fuchsia atau merah muda dingin. Perhatikan warna mana yang membuat wajahmu terlihat lebih bersinar. Jika fuchsia lebih cocok, kamu memiliki cool undertone. Jika coral lebih cocok, kamu memiliki warm undertone.

Melansir dari PLOS ONE, penelitian menunjukkan bahwa penggunaan makeup yang tepat dapat meningkatkan penampilan dan kepercayaan diri seseorang. Oleh karena itu, memahami karakteristik kulit sendiri menjadi sangat penting dalam memilih produk kosmetik yang sesuai.

3. Jenis-Jenis Bedak dan Kesesuaiannya dengan Tipe Kulit

Jenis-Jenis Bedak dan Kesesuaiannya dengan Tipe Kulit (credit:unsplash.com/id/@amandaw28)

Sebelum membahas lebih lanjut tentang cara memilih shade bedak, penting untuk mengenali jenis-jenis bedak yang tersedia. Bedak hadir dalam berbagai bentuk dengan karakteristik yang berbeda-beda, dan pemilihan jenis yang tepat akan mempengaruhi hasil akhir makeup.

  1. Bedak Tabur (Loose Powder): Bedak tabur memiliki tekstur ringan dan halus seperti bubuk. Jenis ini sangat cocok untuk kulit berminyak karena mampu menyerap minyak berlebih dengan baik. Bedak tabur memberikan hasil akhir yang natural dan tidak membuat makeup terlihat tebal. Namun, kemasannya kurang praktis untuk dibawa bepergian.
  2. Bedak Padat (Compact Powder): Bedak padat memiliki tekstur yang lebih padat dan dikemas dalam wadah yang praktis. Jenis ini cocok untuk kulit normal hingga kering karena tidak terlalu menyerap minyak. Bedak padat sangat praktis untuk touch-up di luar rumah dan mudah diaplikasikan.
  3. Two Way Cake: Two way cake adalah bedak padat yang berfungsi ganda sebagai bedak sekaligus foundation. Jenis ini memberikan coverage yang lebih tinggi dan cocok untuk acara-acara khusus. Two way cake dapat diaplikasikan basah atau kering tergantung tingkat coverage yang diinginkan.
  4. Bedak Cair (Liquid Powder): Bedak cair memiliki tekstur seperti foundation namun memberikan hasil akhir seperti bedak. Jenis ini cocok untuk kulit normal hingga kering dan memberikan hasil yang dewy atau glowing.
  5. Pressed Powder: Pressed powder adalah bedak yang dipadatkan dengan tekanan tinggi. Jenis ini memberikan coverage yang lebih baik dibanding loose powder namun tetap ringan di kulit. Cocok untuk semua jenis kulit dan praktis untuk dibawa bepergian.

Pemilihan jenis bedak harus disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis kulitmu. Untuk kulit berminyak dan berjerawat, bedak tabur dengan formula oil-free adalah pilihan terbaik. Sementara untuk kulit kering, bedak padat dengan kandungan pelembab akan memberikan hasil yang lebih baik.

4. Langkah-Langkah Memilih Shade Bedak yang Tepat

Langkah-Langkah Memilih Shade Bedak yang Tepat (credit:unsplash.com/id/@novantino)

Setelah memahami undertone dan jenis bedak, saatnya mempelajari cara memilih shade bedak yang sesuai. Proses ini memerlukan ketelitian agar mendapatkan hasil yang sempurna dan natural.

  1. Kenali Undertone Kulitmu: Langkah pertama adalah menentukan undertone kulitmu menggunakan metode-metode yang telah dijelaskan sebelumnya. Ini adalah fondasi penting dalam memilih shade yang tepat.
  2. Pilih Shade yang Mendekati Warna Kulit: Pilihlah shade yang paling mendekati warna kulit aslimu atau maksimal satu tingkat lebih terang. Hindari memilih shade yang terlalu terang karena akan membuat wajah tampak abu-abu atau pucat. Shade yang terlalu gelap akan membuat wajah terlihat kusam dan tidak segar.
  3. Uji Coba di Area Rahang: Jangan pernah mencoba bedak di punggung tangan karena warna kulit tangan berbeda dengan wajah. Aplikasikan bedak di sepanjang garis rahang dan lihat bagaimana warnanya menyatu dengan kulit leher. Shade yang tepat akan menghilang dan menyatu sempurna tanpa meninggalkan garis demarkasi.
  4. Cek di Bawah Cahaya Alami: Selalu periksa hasil uji coba di bawah cahaya matahari langsung atau cahaya alami. Pencahayaan di dalam toko seringkali berbeda dengan kondisi sebenarnya, sehingga warna yang terlihat cocok di dalam toko bisa tampak berbeda di luar ruangan.
  5. Perhatikan Label Undertone: Banyak brand kosmetik mencantumkan label undertone pada produk mereka seperti Cool, Warm, atau Neutral. Gunakan informasi ini sebagai panduan awal dalam memilih shade yang sesuai dengan undertone kulitmu.
  6. Sesuaikan dengan Foundation: Jika kamu menggunakan foundation, pastikan shade bedak selaras dengan warna foundation. Bedak dan foundation harus memiliki undertone yang sama agar hasil akhir terlihat konsisten dan harmonis.
  7. Pertimbangkan Musim: Warna kulitmu bisa berubah tergantung musim atau paparan sinar matahari. Kamu mungkin memerlukan dua shade berbeda untuk musim yang berbeda, satu untuk saat kulit lebih terang dan satu untuk saat kulit lebih gelap.

Cara memilih shade bedak yang benar akan menghasilkan tampilan makeup yang natural dan flawless. Jangan terburu-buru dalam memilih dan luangkan waktu untuk mencoba beberapa pilihan shade sebelum memutuskan.

5. Tips Tambahan untuk Hasil Makeup yang Sempurna

Tips Tambahan untuk Hasil Makeup yang Sempurna (c) Ilustrasi AI

Selain memilih shade yang tepat, ada beberapa tips tambahan yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan hasil makeup yang maksimal. Tips-tips ini akan membantu bedakmu bertahan lebih lama dan memberikan hasil yang lebih natural.

Pertama, selalu gunakan primer sebelum mengaplikasikan bedak. Primer membantu menghaluskan tekstur kulit dan membuat bedak menempel lebih baik. Untuk kulit berminyak, pilih primer yang mengontrol minyak. Untuk kulit kering, pilih primer yang melembabkan. Primer juga membantu makeup bertahan lebih lama sepanjang hari.

Kedua, gunakan alat aplikator yang tepat. Untuk bedak tabur, gunakan kuas besar yang lembut dengan gerakan menepuk-nepuk. Untuk bedak padat, kamu bisa menggunakan spons atau puff yang disediakan dalam kemasan. Beauty blender juga bisa digunakan untuk hasil yang lebih natural dan merata. Hindari mengaplikasikan bedak dengan gerakan menyeret karena bisa membuat bedak mudah luntur.

Ketiga, aplikasikan bedak dengan teknik yang benar. Mulai dari area T-zone yang cenderung berminyak, yaitu dahi, hidung, dan dagu. Kemudian aplikasikan ke seluruh wajah dengan gerakan menepuk lembut. Jangan mengaplikasikan terlalu banyak bedak sekaligus karena bisa membuat makeup terlihat cakey atau tebal. Lebih baik aplikasikan sedikit demi sedikit dan tambahkan jika diperlukan.

Keempat, perhatikan area yang memerlukan perhatian khusus. Area di bawah mata memerlukan bedak yang lebih ringan untuk menghindari tampilan kering atau berkerut. Gunakan bedak translucent atau shade yang sedikit lebih terang untuk area ini. Untuk area yang berminyak seperti T-zone, kamu bisa mengaplikasikan bedak lebih banyak atau melakukan touch-up lebih sering.

Kelima, lakukan setting dengan spray atau mist jika diperlukan. Setting spray membantu mengunci makeup dan membuat bedak bertahan lebih lama. Produk ini juga membantu menghilangkan tampilan powdery dan membuat makeup terlihat lebih menyatu dengan kulit. Semprotkan dari jarak sekitar 20-30 cm dengan gerakan melingkar.

Keenam, jangan lupa untuk membersihkan wajah dengan benar setelah menggunakan makeup. Gunakan makeup remover atau cleansing oil untuk mengangkat bedak dan makeup lainnya. Lanjutkan dengan facial wash dan skincare routine yang sesuai dengan jenis kulitmu. Membersihkan makeup dengan benar sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit.

6. Kesalahan Umum dalam Memilih dan Menggunakan Bedak

Kesalahan Umum dalam Memilih dan Menggunakan Bedak (c) Ilustrasi AI

Banyak orang melakukan kesalahan dalam cara memilih shade bedak maupun dalam pengaplikasiannya. Mengenali kesalahan-kesalahan ini akan membantumu menghindarinya dan mendapatkan hasil makeup yang lebih baik.

  1. Memilih Shade Terlalu Terang: Kesalahan paling umum adalah memilih shade yang terlalu terang dengan harapan membuat kulit tampak lebih putih. Padahal, ini justru membuat wajah tampak abu-abu, pucat, atau seperti memakai topeng. Shade yang terlalu terang juga akan terlihat jelas belang dengan leher.
  2. Mencoba Bedak di Tangan: Banyak orang mencoba bedak di punggung tangan atau lengan. Warna kulit di area ini biasanya berbeda dengan wajah, sehingga tidak bisa dijadikan patokan. Selalu coba bedak di area rahang atau pipi untuk hasil yang akurat.
  3. Mengabaikan Undertone: Memilih bedak hanya berdasarkan skin tone tanpa memperhatikan undertone adalah kesalahan besar. Bedak dengan undertone yang salah akan membuat kulit terlihat kusam atau tidak natural meskipun shade-nya sudah sesuai dengan tingkat kecerahan kulit.
  4. Mengaplikasikan Terlalu Banyak Bedak: Menggunakan bedak terlalu banyak membuat makeup terlihat tebal, cakey, dan tidak natural. Aplikasikan bedak secukupnya dan tambahkan secara bertahap jika diperlukan.
  5. Tidak Mempertimbangkan Jenis Kulit: Menggunakan bedak yang tidak sesuai dengan jenis kulit bisa memperburuk kondisi kulit. Bedak untuk kulit berminyak akan membuat kulit kering semakin kering, begitu pula sebaliknya.
  6. Menggunakan Alat Aplikator Kotor: Spons atau kuas yang kotor bisa menyebabkan jerawat dan membuat hasil aplikasi tidak merata. Bersihkan alat aplikator secara rutin minimal seminggu sekali.
  7. Tidak Melakukan Patch Test: Langsung membeli bedak tanpa mencobanya terlebih dahulu bisa berisiko mendapatkan produk yang tidak cocok. Selalu lakukan patch test atau minta sample jika memungkinkan.

Menghindari kesalahan-kesalahan ini akan membantumu mendapatkan hasil makeup yang lebih sempurna. Ingatlah bahwa cara memilih shade bedak yang tepat memerlukan waktu dan kesabaran, namun hasilnya akan sangat memuaskan.

7. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan) (credit:unsplash.com/id/@helloleah)

1. Apakah harus memilih shade bedak yang sama persis dengan warna kulit?

Idealnya, shade bedak harus sedekat mungkin dengan warna kulit aslimu atau maksimal satu tingkat lebih terang. Bedak yang terlalu terang akan membuat wajah tampak abu-abu, sementara yang terlalu gelap akan membuat wajah terlihat kusam. Yang terpenting adalah bedak harus menyatu sempurna dengan kulit leher tanpa meninggalkan garis demarkasi yang jelas.

2. Bagaimana cara memilih shade bedak jika berbelanja online?

Saat berbelanja online, perhatikan deskripsi undertone yang tertera pada produk dan sesuaikan dengan undertone kulitmu. Baca review dari pembeli lain yang memiliki warna kulit serupa. Banyak brand juga menyediakan panduan shade atau virtual try-on di website mereka. Jika ragu, pilih shade yang lebih terang karena lebih mudah disesuaikan dengan teknik aplikasi atau mixing dengan produk lain.

3. Apakah undertone kulit bisa berubah seiring waktu?

Undertone kulit bersifat genetik dan tidak berubah seiring waktu atau paparan sinar matahari. Yang berubah adalah skin tone atau warna permukaan kulit. Misalnya, kulitmu bisa menjadi lebih gelap saat musim panas, tetapi undertone-nya tetap sama. Oleh karena itu, kamu mungkin perlu shade bedak yang berbeda untuk musim yang berbeda, tetapi undertone-nya harus tetap sama.

4. Bolehkah mencampur dua shade bedak yang berbeda?

Ya, mencampur dua shade bedak adalah cara yang baik untuk mendapatkan warna yang sempurna jika tidak menemukan shade yang pas. Kamu bisa mencampur shade yang lebih terang dengan yang lebih gelap untuk mendapatkan warna yang sesuai. Pastikan kedua bedak memiliki undertone yang sama agar hasilnya natural. Teknik ini juga berguna saat warna kulitmu berubah karena musim.

5. Apakah bedak translucent cocok untuk semua warna kulit?

Bedak translucent dirancang untuk tidak memiliki warna dan secara teori cocok untuk semua warna kulit. Namun, pada kulit yang lebih gelap, bedak translucent bisa meninggalkan cast putih atau membuat kulit tampak abu-abu. Untuk kulit gelap, lebih baik memilih bedak dengan shade yang sesuai atau bedak translucent yang khusus diformulasikan untuk kulit gelap.

6. Seberapa sering harus mengganti shade bedak?

Kamu mungkin perlu mengganti shade bedak saat warna kulitmu berubah secara signifikan, misalnya setelah liburan di pantai atau saat pergantian musim. Beberapa orang memiliki dua shade berbeda untuk musim yang berbeda. Selain itu, ganti bedak jika produk sudah kadaluarsa atau teksturnya berubah, biasanya setelah 12-24 bulan sejak dibuka.

7. Apakah perlu menggunakan bedak jika sudah memakai foundation?

Ya, bedak tetap diperlukan meskipun sudah menggunakan foundation. Bedak berfungsi untuk mengunci foundation agar lebih tahan lama, mengontrol minyak berlebih, dan memberikan hasil akhir yang lebih halus. Bedak juga membantu mengurangi tampilan mengkilap dan membuat makeup lebih awet sepanjang hari. Pilih bedak dengan shade yang sesuai atau sedikit lebih terang dari foundation untuk hasil yang optimal.

Yuk, baca artikel seputar panduan dan cara menarik lainnya di Kapanlagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?

(kpl/fed)

Rekomendasi
Trending