Pertama Kalinya di Jepang! Live Action Adaptasi Manga Horor Dirilis Menggunakan Teknologi AI

Pertama Kalinya di Jepang! Live Action Adaptasi Manga Horor Dirilis Menggunakan Teknologi AI
LIVING CORPSE Official Trailer (credit: Youtube)

Kapanlagi.com - Industri hiburan Jepang makin berani eksperimen pakai teknologi AI. Setelah anime AI TWINS HINAHIMA sempat bikin heboh dan debat di kalangan fans, sekarang giliran film live-action yang diproduksi hampir sepenuhnya dengan kecerdasan buatan. Proyek ini langsung jadi topik panas karena nyatuin horor klasik dengan teknologi masa depan.

Pada 13 Februari, Hino Production ngumumin adaptasi live-action dari manga horor kultus LIVING CORPSE (KAIKI! SHINIKU NO OTOKO) karya Hideshi Hino. Film berdurasi 70 menit ini dijadwalkan diperkenalkan 29 April sebelum tayang di bioskop bulan Juli. Sutradara Takeshi Sone bareng produser Hiroki Terai manfaatkan berbagai teknologi AI buat menekan biaya produksi sekaligus buka peluang kreatif baru.

Yang bikin proyek ini makin unik dan bikin orang kaget, naskah film dikembangin pakai bantuan AI, visual dibuat lewat berbagai tools generatif, dan suara aktor direplikasi secara digital. Aktor veteran seperti Shiro Sano dan Hinako Saeki hadir lewat suara sintetis, bahkan kreator horor legendaris Junji Ito ikut muncul lewat versi suara AI-nya. Proyek ini bukan cuma inovasi teknologi, tapi juga picu diskusi besar soal masa depan industri film dan nasib para kreator manusia. Lalu, sebenarnya cerita LIVING CORPSE ini sehoror apa?

1. Horor Klasik Yang Bikin Ngeri

LIVING CORPSE Official Trailer (credit: Youtube)

LIVING CORPSE pertama kali terbit tahun 1986 dan jadi salah satu karya ikonik dalam genre ero-guro, yaitu perpaduan horor grotesk, psikologis, dan sisi gelap manusia. Ceritanya ngikutin seorang pria yang selamat dari kecelakaan mengerikan, tapi bukannya pulih, tubuhnya justru perlahan membusuk sementara ia tetap sadar sepenuhnya.

Kondisi ini bikin dia terjebak dalam penderitaan fisik dan mental yang luar biasa. Ia berkeliaran di tengah masyarakat yang ketakutan dan menjauhinya, sementara dirinya terus berjuang pertahankan kemanusiaan yang perlahan terkikis. Horornya bukan cuma dari tampilan tubuh yang rusak, tapi juga dari rasa kesepian, penolakan sosial, dan ketakutan kehilangan jati diri. Inilah yang bikin kisah ini terasa disturbing sekaligus menyayat secara emosional.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

2. Film AI Yang Keren Sekaligus Bikin Deg-degan

LIVING CORPSE Official Trailer (credit: Youtube)

Adaptasi ini jadi sorotan karena hampir seluruh proses produksinya pakai AI. Naskah dikembangin dengan bantuan teknologi generatif, visual karakter dibuat pakai model AI yang direplikasi dari manusia nyata, dan suara aktor dihasilkan melalui sintesis digital. Perusahaan audio AI ElevenLabs bertanggung jawab atas teknologi replikasi suara yang dipakai dalam film ini.

Teknologi ini buka kemungkinan baru dalam dunia perfilman, mulai dari biaya produksi yang lebih hemat, kebebasan eksplorasi visual, sampai cara baru bercerita yang sebelumnya sulit diwujudkan. Tapi di sisi lain, banyak fans dan pelaku industri mulai ngerasa khawatir. Kehadiran aktor virtual dan suara sintetis picu pertanyaan besar: apakah teknologi ini bakal gantiin aktor dan kreator manusia di masa depan? Kontroversi inilah yang justru bikin film ini makin menarik buat diikuti.

3. Simak langsung trailer disini!

(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)

Rekomendasi
Trending