Beri Perintah Menahan Richard Gere, Hakim India Dialihtugaskan
Kapanlagi.com - Badan Kehakiman India mengalihtugaskan hakim, yang baru-baru ini mengeluarkan perintah penahanan terhadap aktor gaek Hollywood, Richard Gere, karena mencium aktris Shilpa Shetty di muka umum di New Delhi, kata laporan sebuah harian setempat, Kamis (3/5).
The Times melaporkan bahwa Dinesh Gupta, hakim di kota Jaipur, dialihtugaskan ke kota lain di bagian barat laut negara bagian Rajasthan, India, setelah pengacara terkemuka India menuntutnya, karena bersikap seperti polisi moral Taliban dan mencari publikasi murahan atas keputusan itu.
Pemimpin pengadilan tinggi Rajasthan CP Singh berkata kepada harian itu bahwa Gupta pekan lalu bertingkah sembrono untuk memancing perhatian umum dan diberi perintah pemindahan tugas pada Rabu (3/5), yang menjauhkan dia dari perkara tersebut.
Singh tidak menyebutkan alasan lain di belakang keputusan itu, namun mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil atas masukan dari hakim senior Rajasthan, Sachidanand Jha.
Advertisement
Aktor senior Hollywood, yang juga pasangan Julia Roberts dalam film legendaris PRETTY WOMAN, mencium Shetty di panggung saat berlangsung acara peduli AIDS pada 15 April lalu, yang berujung pada protes kelompok nasionalis konservatif Hindu dan Muslim di New Delhi, Mumbai, dan sejumlah kota lain, yang menyebut ciuman di muka umum tidak pantas dan tidak sesuai dengan budaya Hindu.
Dalam acara itu, Gere memeluk Shetty erat di panggung, kemudian mencium aktris tersebut berulang kali di pipi. Penyelenggara menjelaskan keadaan itu di luar rencana dan tidak berbahaya, yang juga menjelaskan bahwa ciuman tidak menyebarkan AIDS. Shetty juga menjelaskan bahwa dia tidak mempermasalahkan hal itu.
Namun, Gupta memproses tuntutan pengadilan, yang dibuat pengacara setempat, Poonam Chand Bhandari, yang menuduh Shetty dan Gere bertingkah tidak pantas di muka umum.
Dia mengeluarkan surat perintah penahanan dan mengatakan bahwa adegan itu 'merangsang secara seksual' dan 'wujud tidak pantas dari napsu'. Keputusan Gupta memancing balasan dari pengacara ternama India, yang menyebutnya berlawanan dengan norma hukum negara itu.
"Petugas hukum tidak seharusnya bertingkah seperti polisi moral Taliban," kata mantan Jaksa Agung Soli J Sorabjee, kepada The Times sebelumnya.
"Perintah penahanan itu membuat kita terlihat konyol," kata Sorabjee.
"Perintah penahanan itu tidak pantas dalam peradilan. Itu hanya bertujuan untuk mencari publisitas murahan dan hakim serta pengacara harus menahan diri," kata pengacara senior lain India, Dushyant Dave.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(*/boo)
Advertisement
