Ferry Ardianysah, Bea Cukai Tidak Masuk Akal

Ferry Ardianysah, Bea Cukai Tidak Masuk Akal Ferry Ardianysah Foto: Hendra

Kapanlagi.com - Bagi Ferry Ardiansyah sangatlah lucu saat menilik kasus hilangnya film impor beredar di tanah air. Menurutnya film Indonesia bisa diterima di luar walaupun terkendala bahasa dan budaya. Akan tetapi pemerintah tak bisa memberikan reaksi yang sama seperti di luar.

"Pada waktu itu Konferensi Film Asia Pasifik di Taipei, Taiwan, Indonesia dapat standing applause sewaktu film GIE, padahal dari bahasa beda, dari adaptasi beda, tapi mereka bisa menerima kita. Nah sekarang kenapa kita enggak bisa menerima mereka? Inikan lucu," ujar Ferry yang sempat tertegun ketika menjadi delegasi sewaktu Konferensi film Asia Pasifik.

Kalau mau diberantas itu bukan film luar negerinya, tetapi pembajakannya, karena bagi saya itu enggak masuk akal. Walaupun sudah ada keterangan dari pihak 21 mereka terancam.
Ferry Ardiansyah

Ferry menegaskan bahwa alasan dari bea cukai sangatlah tidak masuk akal. Sangat salah jika bertujuan untuk mencegah pembajakan bukan menaikkan pajak impornya.

"Kalau mau diberantas itu bukan film luar negerinya, tetapi pembajakannya, karena bagi saya itu enggak masuk akal. Walaupun sudah ada keterangan dari pihak 21 mereka terancam," paparnya.

Aktor yang kini menjadi vokalis band Vote mengakui bahwa film barat membantunya untuk mengembangkan kemampuan aktingnya. Tanpa adanya film barat dia akan merasa susah mencari inspirasi nantinya.

"Terus terang gue enggak akan kenal Adam Sandler kalau enggak nonton filmnya, dan gue enggak bisa memerankan salah satu peran yang dikasih sutradara karena itu (film Hollywood) adalah salah satu inspirasi gue juga," tukasnya.   

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/hen/faj)

Rekomendasi
Trending