Kartini Di Mata Lola Amaria
Kapanlagi.com - Sineas muda Indonesia, Lola Amaria (28) menyatakan seorang Kartini modern seharusnya memiliki kemampuan untuk berperan sebagai wanita yang mampu bekerja sekaligus mengurus keluarga.
"Seandainya tokoh Kartini boleh direvisi saya akan memilih ibu saya yang telah mengurus suami serta membesarkan sembilan orang anak dengan baik," kata Lola di Jakarta, Kamis (21/4).
Lola yang laris manis sebagai model iklan cetak maupun layar kaca itu mengatakan lebih lanjut, ia membandingkan figur ibunya (Romlah) dengan wanita lain, yaitu kakak perempuannya yang memiliki tiga orang anak.
"Dia baru mengurus tiga orang anak saja sudah kewalahan, apalagi sembilan. Saya sendiri juga belum tentu mampu seperti ibu saya," kata anak ketiga dari sembilan bersaudara itu.
Advertisement
Bila dulu Lola kecil harus mengenakan kain dan kebaya saat memperingati Hari Kartini, setelah dewasa Lola justru mengritisi penokohan RA Kartini sebagai pahlawan perempuan Indonesia.
Menurut dia, RA Kartini belum sepenuhnya menjadi figur wanita panutan.
"Ia hanya berhasil memperjuangkan emansipasi wanita dalam bidang pendidikan, tapi ia sendiri belum menjadi wanita seutuhnya yang harus merasakan membesarkan anaknya," kata gadis kelahiran Jakarta, 30 Juni 1977 itu.
Gadis berdarah Palembang-Sunda itu juga menyayangkan sikap Kartini yang menggebu-gebu memperjuangkan kesetaraan agar perempuan Indonesia dapat memperoleh pendidikan yang sejajar dengan pria, tetapi ia sendiri bersedia menjadi istri kedua yang judulnya hidup di bawah prioritas istri pertama.
Lola Amaria yang memulai debutnya sebagai foto model itu belakangan ini aktif dalam dunia perfilman tidak hanya sebagai artis namun juga produser dan sutradara sejumlah film, antara lain BETH dan NOVEL TANPA HURUF `R`.
Bersama sejumlah nama seperti Nia Dinata, Chistine Hakim dan Mira Lesmana, Lola muncul sebagai sosok pendobrak dalam memelopori karya-karya film bermutu yang mengangkat persoalan perempuan menjadi karya film yang tidak stereotip dan jauh dari picisan.
Menurut pemeran Tinung pada film CA BAU KAN itu, persoalan-persoalan sosial seringkali menjadi tema besar dalam cerita film. Baginya, perempuan bukan hanya menjadi obyek dalam film tetapi kini perempuan pun sudah banyak yang menjadi subyek.
"Dengan penguasaan masalah dan kemampuan menghadirkan dialog-dialog cerdas, pesan yang ingin disampaikan si pembuat film akan sampai," kata Lola yang berharap para pembuat film Indonesia maupun asing dapat menghasilkan tontonan yang menyorot kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan.
Saat ini Lola sedang sibuk dengan proyek terbarunya, film BETINA yang direncanakan berdurasi 80 menit. Karya itu sudah mencapai 70% dari keseluruhan produksi.
"Dari judulnya terlihat, saya ingin mengangkat sosok perempuan bernama BETINA yang memiliki keinginan dan aspirasi tersendiri terhadap cinta namun lagi-lagi terhalang karena norma yang melarangnya hanya karena ia perempuan," demikian Lola Amaria.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(*/dar)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
-
Teen - Lifestyle Gadget Smartwatch Kece Buat Gen Z yang Stylish, Fungsional, dan Nggak Bikin Kantong Kaget
