Lola Amaria, Mencari Kharisma Seorang Soekarno Sulit
Lola Amaria
Foto: Budi Juwono
Kapanlagi.com - Untuk membuat film tentang Soekarno dan Fatmawati juga diperlukan seorang ahli sejarah. Ahli ini diperlukan untuk mereka-reka bagaimana situasi di Bengkulu pada saat itu, dan semua hal itu harus benar-benar detail. Kalau tidak film tentang Soekarno dan Fatmawati bakal jadi bahan kritikan pedas dan bahan tertawaan karena isinya tidak pas. "Harus ada orang yang ahli juga soal sejarah di tahun itu dan mengenal sosok Soekarno dari dekat. Di Bengkulu saat itu seperti apa. Harus detail," jelasnya."Jangan sampai saat filmnya sudah jadi malah diketawain karena nggak pas. Lokasinya gak pas, kostum, kendaraan hingga dialognya juga kurang cocok misalnya," lanjutnya kemudian.Mengenai tokoh atau aktor yang bisa memerankan Soekarno juga menjadi tantangan tersendiri. Karisma sang Presiden memerlukan aktor kawakan yang tidak hanya ganteng namun juga bisa memerankan Soekarno dengan pas."Nggak bisa disebutin sekarang. Harus melalui casting. Secara fisik mungkin gampang ya, meski ganteng belum tentu pas memerankan tokoh Soekarno. Tapi kharisma dan akting juga harus pas. Mencari kharisma Soekarno saat dia pidato yang membuat orang terkesima itu yang sulit," pungkasnya ketika ditemui di premier film SATU JAM SAJA beberapa waktu lalu.Ā Ā Ā
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kpl/buj/sjw)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
