Marcella Korban Konspirasi Politik?

Kapanlagi.com - Sutradara film LASTRI, Eros Djarot memberikan pernyataan seputar kelanjutan pembuat film yang mengundang kontroversial itu setelah Marcella Zalianty sebagai pemeran utamanya mendekam di tahanan. Bertempat di Jl. Kebon Pala I no 295, Tanah Abang, Jakarta Pusat, sore hari ini (13/12), Eros memberikan keterangan di depan wartawan. "Film LASTRI sangat terkait dengan Marcella yang sampai saat ini masih mendekam di polres. Sekarang produksi jadi macet. Saya berharap sesuatu yang menimpa Marcella bisa berjalan dengan baik," ujarnya.Ketika bertemu Marcella di tahanan, dia sempat berunding tentang nasib para kru yang terlibat dalam pembuatan film itu. "Untuk kru yang terlibat silahkan mengambil kesempatan bila dapat tawaran di tempat lain, karena ketidakpastian yang begitu panjang."Eros masih terus memikirkan untuk kelanjutan pembuatan film yang mengundang protes di tempat syutingnya. "Itu kita pikirkan juga, tapi dengan kenyataan peran utama gak lepas-lepas, terpaksa syuting dihentikan dulu."Eros tidak gegabah untuk serta merta mencari pengganti Marcella. "Itu juga satu pemikiran. Mati satu Lastri, tumbuh seribu Lastri. Tapi komitmen kami sementara untuk menghentikan aja dulu. Tidak mungkin, Lastri (Marcella) terkena musibah langsung diganti."Sutradara senior tersebut kemudian menjelaskan kendala-kendala yang dialami selama pengambilan gambar untuk film itu. "Ternyata bukan di Solo aja, di Yogya pihak keamanan juga gak kasih izin dan sehari sebelum Marcella terkena musibah, di Sukabumi kami juga telah observasi tempat yang bisa mewakili Solo. Ternyata setelah sebelumnya semuanya boleh, tiba-tiba yang punya tempat bilang gak bisa. Saya jadi berpikir ada apa dengan LASTRI. Semoga kejadian yang menimpa Marcella, tidak ada hubungannya dengan film LASTRI. Tapi kepada siapapun pihak atau lembaga yang memberi tekanan, yang ingin menghentikan film LASTRI, saya bilang untuk sekarang kemenangan ada di pihak kalian. Kita menganggap sudah terlalu jauh permainan ini. makanya kita stop bikin. Tapi saya di sini ingin menyampaikan bahwa kreativitas jangan dibunuh karena itu malah mengotori cita-cita reformasi."Dia juga menjelaskan sampai mana proses film itu berjalan. "Baru awal, sudah sekitar 3 minggu. Kita baru nyampai 12 scene, tapi kapan-kapan akan saya edit dan saya pertontonkan. Mudah-mudahan nanti saya juga bisa tulis di buku tentang seluruh peristiwa ini."Mengenai kerugian yang dialami, Eros menjawab dengan diplomatis. "Kalau masalah materi itu suatu konsekuensi, tapi yang paling mahal adalah harga yang harus dibayar untuk penghentian film LASTRI. Ini yang mengotori cita-cita reformasi."Mengenai anggapan Marcella menjadi korban politik, Eros menyerahkan sepenuhnya jawaban kepada publik. "Yah kalian khan bisa menyimpulkan, soalnya saya itu gak yakin tentang apa yang dituduhkan kepada Marcella." Namun dia langsung menolak tegas jika film yang dibuatnya itu dianggap menyebarkan paham komunisme. "Orang yang menuduh saya menyebarkan paham komunisme mungkin malah gak tau apa itu komunisme. Yang harus kita perangi adalah lahan di mana komunisme itu bisa tumbuh subur seperti kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin. Bukan film yang gak salah." Film LASTRI yang terancam bubar juga ditulis di blog ajaran.wordpress.com Dia mengaku bingung dengan anggapan ada adegan dan dialog yang diduga menjurus ke komunisme. "Saya bingung adegan atau dialog mana yang menyebarkan paham komunisme. Tolong jangan rakyat Indonesia lebih dibodohi. Kalau adegan pemerkosaan wanita oleh aparat itu memang menggambarkan kenyataan aslinya."  

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/ant/cax)

Rekomendasi
Trending