Marissa Haque: Mertuaku Adalah Intelektual Yang Dekat di Hati
Kapanlagi.com - Bagi Marissa Haque, kehilangan sang mertua, Fawzi bin Abdul Rani, berarti kehilangan seorang intelektual yang dekat di hatinya. Banyak sekali yang bisa dipelajari Marissa dari ayah Ikang Fawzi itu. Termasuk dalam kegiatannya sebagai seorang politikus."Beliau sangat tender kalau berbicara. Dua hal yang diajarkan ke saya, pertama, jiwa patriotisme itu luar biasa. Right or wrong it is my country. Kita diajarkan dari kecil seberapa baik dan buruk Indonesia di mata dunia, tetap kita bela," ujar Marissa saat ditemui di pemakaman Fawzi di Pemakaman Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jaksel, Selasa (30/06) sore kemarin."Yang kedua adalah I can talk to my enemy. Itu adalah yang bisa kita pelajari sekarang, kebanyakan orang tidak mau bicara dengan musuhnya. Maunya berseberangan, tidak empati, tidak mau tahu urusan orang lain, mau menang sendiri," lanjutnya.Marissa mengaku amat dekat dengan sang mertua. Dia juga selalu mengajarkan padanya bagaimana cara menghadapi musuh politiknya. "Dia sangat berharap Ikang atau saya dapat menjadi wakil bangsa untuk mengurus negeri ini dengan santun dan baik. Dia seorang yang intelektual yang dekat di hati, spirit ekonomi kerakyatan dengan cara diplomatis aku pelajari dari mertuaku," pungkasnya.Ā Ā Ā Ā Ā
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
Berita Foto
(kpl/gum/npy)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
