Maria Selena Prihatin Perkosaan di Angkot
Maria Selena
Kapanlagi.com - Kasus perampokan yang disertai pemerkosaan korbannya di atas Angkutan Kota (Angkot) di Jakarta kembali terjadi. Sejumlah kalangan ikut prihatin dan menyesalkan dengan kasus yang belum genap setahun lalu menjadi perbincangan yang hangat akibat kasus yang sama.Puteri Indonesia 2011, Maria Selena saat dijumpai di acara 5K Fun Run di FX Plasa, Jakarta, Minggu (18/12/2011) ikut merasakan keprihatinan tersebut. Banyak hal kompleks menurutnya menjadi pemicu aksi kejahatan tersebut."Pastinya prihatin banget. Banyak faktor ya, memang keamanan terutama pinggiran Jakarta sangat rawan. Bisa dikarenakan faktor ekonomi, pendidikan atau kepribadian yang salah. Sebagai wanita saya prihatin sekali, ada saja selalu kejadian itu di mana pun," ungkap Maria Selena."Kalau bisa sebagai wanita proteksi diri itu menjadi nomor satu. Misalnya kalau naik angkutan umum nggak malam-malam banget atau minta ditemani. Untuk pelakunya mungkin nggak ada kerjaan, pengangguran. Sehingga itu yang harus diminimalisir sih," sambungnya.Selayaknya pelaku mendapatkan hukuman yang pantas akibat aksi yang tidak berperikemanusiaan itu. Tentunya tetap berpatokan pada hukum yang berlaku di negeri ini, hukum harus ditegakkan dan melindungi warga negaranya. Meski Maria juga kalau hukum Tuhan-lah yang nantinya akan setimpal dengan perbuatan itu."Hukum di Indonesia sudah ada pasalnya sendiri untuk menetapkan kasus yang setimpal dengan perbuatannya. Jadi serahkan pada hukum di Indonesia, pengadilan. Walau sudah menjalani hukuman tapi itu sebuah ganjaran ya sebab tetap tak bisa menggantikan apa yang telah dilakukan. Kalau hukuman yang sepantasnya mungkin Tuhan-lah yang akan menghukum nanti, dosanya untuk pelakunya sendiri," jelasnya.Maria Selena pun mendukung langkah Menteri Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Linda Gumelar yang mengutuk perbuatan itu dan meminta pelakunya dihukum berat. "Misalnya itu menimpa keluarga saya, saya nggak habis pikir. Sebab walau sudah ada hukumnya tetap dong rasa emosi dirasakan. Karena efek korban kan berkepanjangan. Berbeda dengan kecopetan. Perkosaan itu pelecehan seksual yang sangat-sangat nggak bisa ditolerir," pungkasnya.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kpl/dis/dar)
Advertisement
