Moerdiono Merayu, Machica 'Luluh'
Kapanlagi.com - Dulu, saat menjabat sebagai Mensesneg, Moerdiono sangat terkenal hati–hati dalam memberikan pernyataan. Bahkan ia terkesan pelit bicara. Tapi jangan dikira Pak Moer tak jago dalam merayu.
Berikut salah satu isi rayuan Pak Moer, seperti diungkapkan Machica Mochtar. 'Tugu Monas Ibarat Seorang Dewi Dan Engkau Bagi Dewi Bagiku'. "Kata–kata itulah yang membuat aku luluh," kenang Machica.
Machica pertama kali bersua dengan Moerdiono pada tahun 1992 di Bali, saat kampanye. Di tahun yang sama Machica diminta pindah ke Jakarta dari Makassar oleh Pak Moer. Baru setelah itu, beberapa album rekaman Machica keluar.
Di tahun 1993 mereka naik haji. Di Mekkah, Moerdiono menikahi Machicha dengan mas kawin 2 ribu real dan satu set perhiasan emas dan berlian yang terdiri dari kalung, giwang, cincin dan gelang.
Advertisement
"Setelah itu kami hidup selayaknya seperti suami istri. Tapi saya sadar Pak Moer tidak bisa datang setiap hari, karena sudah punya istri. Tentu orang bertanya kenapa saya mau dengan orang yang bersuami, karena itulah cinta. Tahun 95 saya hamil, 96 saya melahirkan dan 98 kami resmi pisah," tutur Machica.
Dan sejak saat itu Moerdiono tidak pernah lagi berkunjung ke Bintaro. "Semua orang terdekat Pak Moer pasti tahu saya, karena saya sering menemani Pak Moer kunjungan ke daerah atau sekedar main tenis di Sesneg," ungkapnya.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kpl/ant/tri)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
