Peggy Melati Sukma Galakkan Kejar Paket C

Kapanlagi.com - Peggy Melati Sukma rupanya peduli juga terhadap penyelenggaraan sistem pendidikan di Indonesia. Belum lama ini, pacar Teuku Zacky itu turut serta dalam dialog bersama dengan para pelajar yang tidak lulus dalam ujian akhir nasional (UAN), sekaligus mempopulerkan program Paket C bagi mereka yang ingin segera mendapatkan predikat 'lulus'.

Ditemui usai acara, Peggy mengaku bahwa motivasi dirinya berkecimpung dalam dunia pendidikan itu lantaran rasa prihatinnya atas sejumlah pelajar di Jakarta yang tidak lulus saat mengikuti ujian akhir nasional. Dalam acara tersebut, ia memberikan sumbang saran agar program alternatif yang disodorkan pemerintah tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

"Ini karena kegagalan sistem. Saya sendiri termasuk salah satu yang mendorong perbaikan besar-besaran dalam sistem pendidikan di Indonesia. Banyak hal yang perlu dibenahi. Ini sebagai bentuk kepedulian atas persoalan yang ada dan punya harapan, itu yang kita sikapi. Sekaligus sebagai sumbangsih dalam rayakan hari HUT RI dan belum merdeka menurut saya."

"Sebab pendidikan masih mahal, kemiskinan dimana-mana dan masih banyak permasalahan yang lainnya. Jumlahnya 3000 anak yang ngga lulus di Jakarta. Jadi, selain pakar juga ustad, dimana selain belajar dan berdoa," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, walau program paket C salah satu alternatif kesetaraan dalam pendidikan, sudah selayaknya pemerintah mengadakan ujian ulangan bagi mereka yang kemarin tak lulus.

"Kita dukung semua sistem yang berlaku. Anak-anak kita ini kita beri motivasi, kekuatan serta kepercayaan diri untuk lulus paket C ini. Buat saya tak mempersoalkan apakah setuju atau tidak, tapi lebih menyikapi persoalan yang ada. Masalahnya ada anak-anak yang tidak lulus dan mereka dengan pertimbangan apapun akhirnya memilih ujian nasional paket C. Mereka harus diselamatkan dulu," paparnya.

Lantas bagaimana dengan status mereka yang lulus dari paket C? Ditanya demikian, Peggy secara tegas mengatakan, jika kelulusan mereka sama dengan jika mengikuti ujian akhir nasional. Bahkan bila ada lembaga yang tak mengakui akan berhadapan dengan Komnas HAM.

"Jadi kelulusan mereka sama dan diakui, sehingga dapat melanjutkan ke perguruan tinggi. Bahkan banyak lulusan paket ini sekarang kuliah di kampus negeri favorit. Bahkan temanku dengar bahwa Menteri Pendidikan telah berkoordinasi dengan Komnas HAM, lalu lahirlah sebuah egibilitas dari anak-anak yang nanti lulus dari paket C, itu harus diakui. Kalau tidak maka artinya mereka melanggar HAM."

"Jadi kesetaraan pendidikan sudah ada di Indonesia, hanya mungkin dalam sistem perlu diperbaiki. Tapi ini sangat membantu bagi anak-anak yang kurang mampu dan butuh sekolah sehingga menjadi setara. Ijazah kelulusannya dapat dipakai untuk lanjut sekolah formal (SD, SMP, SMA, red)," imbuhnya.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(opa/bun)

Rekomendasi
Trending