Peran Infotainment di Mata Peggy Melati Sukma
Kapanlagi.com - Artis Peggy Melati Sukma angkat bicara soal pendapat hukum Nahdatul Ulama (NU). Hari Selasa (8/8), sesaat setelah mengisi acara siaran langsung di salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta, artis lulusan Universitas Indonesia itu membuat pernyataan panjang lebar.
Ia mengatakan, sebagai salah satu institusi dari negara demokrasi Indonesia, NU berhak mengeluarkan pernyataan atau pun pendapat hukum mengenai infotainment, hingga menyatakan produk hiburan tersebut menjadi produk acara yang haram. Terlebih mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam.
Sebelumnya, hasil Musyawarah Nasional organisasi besar Islam pada 27-30 Juli lalu itu telah menyatakan produk infotainment sebagai produk acara yang haram.
"Tapi perlu diingat juga, sebagai negara demokratis, masyarakat yang berhak memilih apakah mereka sependapat untuk menjalankan pendapat hukum itu atau tidak. Dalam negara demokratis, masyarakat adalah entitas yang paling kuat, masyarakat berhak memilih," ujar Peggy.
Advertisement
Kekasih Teuku Zakky ini menegaskan, jika masuk pembicaraan tanggung jawab kepada Yang Maha Kuasa, maka urusannya sudah menjadi sangat personal, sulit dilembagakan.
Sebagai insan yang bergerak di bidang hiburan, artis yang sering meluangkan waktu untuk kegiatan-kegiatan sosial ini menempatkan infotainmen sebagai mitra kerja.
Ia mengatakan, sepanjang porsi yang diberitakan profesional dan etis maka ia dengan tangan terbuka akan senantiasa bekerjasama dengan infotainment.
Namun jika sudah menyinggung wilayah pribadi, Peggy mengaku akan menggunakan sepenuhnya hak sebagai individu yang bebas merdeka. Selama ini, infotainment berjasa banyak pada artis-artis semacam dirinya dalam mengorbitkan karier di dunia hiburan.
Infotainment, bagi Peggy, juga menjadi pemicu dirinya dalam menimba ilmu pengetahuan tentang manajemen pemberitaan, manajemen konflik, dan manajemen emosi, yang sangat berguna dalam menghadapi 'gempuran media'.
Ia menambahkan, di masa informasi menjadi murah untuk masyarakat, sebagai bagian media massa infotainment sebenarnya mempunyai tanggung jawab besar dalam memberikan pendidikan untuk masyarakat.
Peggy melihat industri infotainment saat ini belum mempunyai batasan yang jelas dan sering sebagai media massa mereka menyingkirkan etika profesi jurnalis. Tentu saja demi mendapat berita tentang masalah-masalah pribadi atau rumah tangga figur-figur publik.
"Makin memasuki area pribadi makin besar porsi liputannya," katanya. Untuk itu artis yang baru saja mengatrol anak asuhnya meraih 13 medali emas dalam kompetisi tari di Jerman itu berpesan agar insan pers menjadi lebih introspeksi diri.
Lantas kenapa harus insan pers? Karena menurut Peggy, infotainment merupakan bagian tak terpisah dari rangkaian gerbong media massa.
"Pendapat hukum itu jangan lantas dijadikan polemik. Justru mesti dijadikan bahan berkaca industri infotainment secara khusus dan industri pertelevisian secara umum, termasuk industri media massa secara global, apakah selama ini dalam menghasilkan tayangan sudah menjalankan aturan-aturan atau pakem-pakem yang ada," tegasnya.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(*/bun)
Advertisement
