Ratih Sanggarwati, Perempuan Harus Cantik Luar Dalam

Kapanlagi.com - Peragawati Ratih Sanggarwati mengemukakan, jika seorang perempuan ingin penampilan yang sempurna, perlu ada keseimbangan antara kecantikan luar dan kecantikan yang ada di dalam dirinya. "Dalam kepribadian itu ada dua hal yang perlu mendapatkan perhatian yaitu kecantikan luar dan dalam," katanya ketika tampil sebagai pembicara dalam seminar kepribadian memperingati HUT ke IX Dharma Wanita di kantor Pemkab Bojonegoro, Jumat (12/12). Di depan ratusan ibu-ibu PKK Dharma Wanita Pemkab Bojonegoro, Ratih menjelaskan kecantikan luar dan dalam sama-sama pentingnya dan harus seimbang. Kecantikan dari dalam, bisa diperoleh dengan bertakwa kepada Allah SWT. Alasannya, orang yang bertakwa kepada Allah SWT, setiap perjalanannya, nafas demi nafas mendapat petunjuk dari Allah SWT. "Orang yang bertakwa, dalam kehidupan sehari-harinya tidak akan gelisah," katanya mengungkapkan. Selain itu, kecantikan dari dalam bisa diperoleh dengan memiliki wawasan yang baik, sehingga dalam pergaulan bisa masuk di lingkungan komunitas masyarakat. "Orang yang memiliki wawasan tidak akan takut bertemu dengan siapa saja," katanya. Orang yang bertakwa, katanya, selalu memegang janji dan berhati-hati dalam setiap pembicaraan dan tidak ingin menyakiti hati orang lain. "Dengan modal dari dalam itu akan memancar kecantikan," katanya menjelaskan. Kecantikan luar, lanjutnya, bisa diperoleh dengan mengutamakan berbusana yang baik, dengan menyesuaikan dengan diri sendiri dan kondisi yang ada di lingkungan. Pada prinsipnya dalam berbusana, tidak bisa seseorang berdasarkan kemauannya sendiri. Dia mencontohkan, kalau seseorang memiliki kulit gelap sebaiknya tidak memilih kain pakaiannya yang warnanya gelap, seperti cokelat tua. Termasuk cara memilih kain, seyogyanya diletakkan di dada, jangan di tangan, sehingga kalau kain yang dipilih tersebut semakin membuat wajah gelap, sebaiknya ditinggalkan saja. Menurut dia, kalau seseorang kesulitan masuk dalam sebuah komunitas masyarakat, akan merugi karena komunitas masyarakat merupakan ladang seseorang untuk beramal. "Yang jelas seorang ibu yang memiliki kepribadian yang baik bisa diterima di masyarakat, sekaligus juga bisa menjadi pendorong suami di dalam menjalani hidup," kata peragawati asal Ngawi, Jawa Timur itu.  

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/dar)

Rekomendasi
Trending