Apa Arti Lokomotor: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Apa Arti Lokomotor: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya dalam Kehidupan Sehari-hari
apa arti lokomotor

Kapanlagi.com - Dalam kehidupan sehari-hari, manusia melakukan berbagai jenis gerakan untuk beraktivitas dan berpindah tempat. Salah satu jenis gerakan yang paling fundamental adalah gerak lokomotor.

Memahami apa arti lokomotor sangat penting karena gerakan ini menjadi dasar bagi semua aktivitas fisik manusia. Gerak lokomotor tidak hanya berkaitan dengan olahraga, tetapi juga dengan perkembangan motorik anak dan kemampuan dasar manusia untuk bergerak.

Menurut Panduan Pelaksanaan Pendidikan Inklusif oleh Farah Arriani dkk, gerakan lokomotor berkaitan erat dengan sistem motorik tubuh yang melibatkan koordinasi otot, sendi, dan tulang untuk menghasilkan perpindahan tubuh dari satu tempat ke tempat lain.

1. Pengertian dan Definisi Lokomotor

Pengertian dan Definisi Lokomotor (c) Ilustrasi AI

Gerak lokomotor merupakan jenis gerakan tubuh yang menyebabkan perpindahan posisi dari satu tempat ke tempat lain. Dalam konteks yang lebih sederhana, arti lokomotor adalah gerakan yang membuat tubuh berpindah tempat, bukan hanya bergerak di tempat.

Keterampilan lokomotor didefinisikan sebagai kemampuan individu untuk memindahkan tubuh dari posisi A ke posisi B atau ke posisi lainnya. Saat melakukan gerakan ini, tubuh akan terangkat dan diproyeksikan untuk mencapai posisi tujuan. Gerakan lokomotor berbeda dengan gerakan non-lokomotor yang dilakukan tanpa berpindah tempat.

Gerak dasar lokomotor merupakan bagian dari fundamental basic movement atau gerak dasar fundamental. Gerakan ini membentuk landasan koordinasi gerak kasar (gross skill) yang melibatkan otot-otot besar tubuh. Sebagian besar keterampilan lokomotor berkembang dari tingkat kematangan tertentu, namun pengalaman dan latihan juga berperan penting dalam mencapai kecakapan yang optimal.

Dalam Buku Ajar Pendidikan Inklusif karya Dr. Hj. Lubna, M.Pd. dkk, dijelaskan bahwa gangguan pada sistem motorik dapat mempengaruhi kemampuan lokomotor seseorang, terutama pada gerakan lokomosi, gerakan di tempat, dan mobilisasi tubuh.

2. Jenis-Jenis Gerakan Lokomotor

Gerakan lokomotor memiliki berbagai jenis yang dapat dikategorikan berdasarkan teknik dan cara pelaksanaannya. Setiap jenis gerakan memiliki karakteristik dan manfaat yang berbeda untuk perkembangan motorik.

  1. Berjalan - Gerakan dasar yang paling fundamental, di mana seseorang memindahkan tubuh dengan pergantian kaki secara bergantian sambil menjaga satu kaki tetap kontak dengan permukaan tanah.
  2. Berlari - Gerakan yang lebih cepat dari berjalan, dengan karakteristik adanya momen ketika kedua kaki melayang di udara sebelum salah satu kaki kembali bertumpu.
  3. Melompat - Gerakan yang melibatkan tolakan menggunakan kedua kaki secara bersamaan untuk memproyeksikan tubuh ke atas atau ke depan.
  4. Meloncat - Gerakan serupa melompat namun biasanya melibatkan jarak atau ketinggian yang lebih besar.
  5. Berjingkat - Gerakan melompat menggunakan satu kaki untuk mendarat dan bertumpu, sering digunakan dalam permainan tradisional.
  6. Merangkak - Gerakan berpindah tempat dengan menggunakan tangan dan lutut, umumnya dilakukan oleh bayi dalam tahap perkembangan awal.

Menurut Dasar-dasar Komplementer oleh Aryunani dkk, pergerakan dasar manusia meliputi berjalan, berlari, melompat, dan melempar. Setiap gerakan ini dipengaruhi oleh faktor anatomi, kapasitas fisiologi, keterampilan neuromuscular, dan kemampuan psikologis.

3. Mekanisme dan Proses Gerakan Lokomotor

Mekanisme dan Proses Gerakan Lokomotor (c) Ilustrasi AI

Gerakan lokomotor melibatkan sistem yang kompleks dalam tubuh manusia. Proses ini dimulai dari rangsangan yang diterima oleh sistem saraf, kemudian diteruskan ke sistem muskular untuk menghasilkan gerakan yang terkoordinasi.

Dalam Metodologi Latihan Olahraga karya Setyo Budiwanto, dijelaskan bahwa koordinasi merupakan kemampuan yang sangat kompleks dengan keterkaitan erat antara kecepatan, kekuatan, daya tahan, dan kelenturan saat melakukan gerakan. Koordinasi adalah kemampuan untuk mempersatukan sistem indera, sistem saraf, dan sistem otot rangka menjadi satu rangkaian gerakan.

Proses belajar gerak lokomotor dapat dibagi dalam empat langkah: pertama, otot bergerak merangsang indera; kedua, indera mengirimkan informasi ke sistem saraf pusat; ketiga, sistem saraf pusat memproses dan mengembangkan informasi; keempat, sistem saraf pusat mengirim kembali ke otot melalui saluran syaraf penggerak.

Poros gerakan dalam pergerakan manusia terdiri dari tiga bidang: bidang sagital yang membagi tubuh menjadi kiri dan kanan, bidang frontal yang membagi tubuh menjadi depan dan belakang, serta bidang horizontal yang membagi tubuh menjadi atas dan bawah. Setiap bidang memungkinkan berbagai jenis gerakan seperti fleksi, ekstensi, abduksi, adduksi, dan rotasi.

(kpl/fds)

Rekomendasi
Trending