Apa Arti Toddler: Memahami Fase Penting Perkembangan Anak
apa arti toddler
Kapanlagi.com - Istilah toddler semakin sering digunakan dalam dunia parenting modern, namun masih banyak orang tua yang belum memahami sepenuhnya apa arti toddler. Toddler merupakan fase penting dalam perkembangan anak yang memiliki karakteristik unik dan membutuhkan pendekatan khusus.
Memahami apa arti toddler sangat penting bagi orang tua untuk memberikan stimulasi dan pengasuhan yang tepat. Fase ini menjadi masa transisi dari bayi menuju anak yang lebih mandiri dengan perkembangan yang sangat pesat.
Menurut Very Well Family, toddler adalah istilah yang digunakan untuk menyebut anak usia 1-3 tahun yang berada pada masa transisi dari bayi menjadi balita. Pada fase ini, anak mulai mengembangkan kemandirian dan kemampuan eksplorasi yang lebih luas.
Advertisement
1. Pengertian dan Definisi Toddler
Toddler adalah istilah bahasa Inggris yang secara harfiah berarti "anak yang baru belajar berjalan" atau merujuk pada anak berusia 1-3 tahun. Dalam Merriam-Webster Dictionary, toddler didefinisikan sebagai seorang anak yang baru belajar berjalan atau anak berusia di bawah 5 tahun (balita).
Meskipun tidak ada definisi resmi yang baku, para ahli perkembangan anak umumnya sepakat bahwa toddler adalah anak yang berada pada rentang usia 12 bulan hingga 36 bulan. Fase ini merupakan periode transisi penting dari masa bayi menuju masa prasekolah, di mana anak mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam berbagai aspek.
Psikolog anak Jean Piaget dalam bukunya Digital Parenting Mendidik Anak di Era Digital menjelaskan bahwa fase balita atau pra operasional (2-7 tahun) ditandai dengan kemampuan mengombinasikan dan mengubah berbagai informasi yang diterima inderanya sebagai sebuah paket konsep. Pada masa ini, anak mulai mengembangkan kemampuan berpikir simbolik dan bahasa.
Menurut NAEYC (National Association for the Education of Young Children) dalam buku Parenting Anak Usia Dini, anak usia dini berada pada rentang usia 0-8 tahun, dengan masa toddler menjadi bagian penting dari periode emas atau Golden Age ini. Pada masa ini, proses pertumbuhan dan perkembangan dalam berbagai aspek sedang mengalami masa yang cepat dalam rentang perkembangan hidup manusia.
2. Karakteristik dan Ciri-Ciri Toddler
Anak yang berada dalam fase toddler memiliki karakteristik yang sangat khas dan mudah dikenali. Pemahaman tentang ciri-ciri ini akan membantu orang tua dalam memberikan pengasuhan yang tepat sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.
- Aktif dan Energik - Toddler memiliki energi yang sangat tinggi dan selalu ingin bergerak. Mereka seperti tidak mengenal lelah dan terus-menerus bereksplorasi. Menurut buku Parenting Anak Usia Dini, anak usia dini memiliki kecenderungan untuk selalu bergerak kian kemari dan pendidik dituntut untuk mampu mengakomodir keaktifan dan energi mereka yang berlimpah.
- Rasa Ingin Tahu yang Besar - Toddler memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar tentang dunia sekitarnya. Mereka ingin mengetahui segala sesuatu yang terjadi di lingkungan mereka, biasanya diwujudkan dengan pertanyaan sederhana menggunakan kata "apa" dan "mengapa".
- Jiwa Eksplorasi dan Petualang - Pada masa ini menjadi masa yang paling peka dan potensial bagi anak untuk mempelajari sesuatu. Toddler senang menjelajahi lingkungan sekitar dan mencoba hal-hal baru dengan antusiasme tinggi.
- Egosentris - Toddler pada umumnya hanya memahami sesuatu dari sudut pandangnya sendiri, bukan sudut pandang orang lain. Misalnya anak yang menganggap ayah dan ibu hanya milik dia dan bukan milik saudaranya yang lain.
- Unik dan Individual - Setiap toddler memiliki keunikan tersendiri yang meliputi sifat bawaan, minat, latar belakang, dan kemampuan yang berbeda-beda.
Menurut Alodokter, toddler juga mulai menunjukkan perilaku tantrum sebagai bagian dari perkembangan emosinya. Tantrum sebenarnya adalah hal yang wajar terjadi pada toddler dan merupakan salah satu cara anak belajar mengekspresikan perasaan yang belum sepenuhnya bisa diungkapkan dengan kata-kata.
3. Tahap Perkembangan Fisik Toddler
Perkembangan fisik pada masa toddler berlangsung sangat pesat dan mencakup berbagai aspek motorik kasar dan halus. Pemahaman tentang tahap-tahap ini penting untuk memantau apakah perkembangan anak berjalan normal.
Berdasarkan buku Perkembangan Peserta Didik oleh Dr. Pupu Saeful Rahmat, M.Pd, berikut adalah indikator pencapaian perkembangan fisik-motorik pada masa toddler:
- Usia 21 bulan - 3 tahun - Motorik Kasar: Anak mampu berlari-lari kecil dan melakukan gerakan melompat - Motorik Halus: Anak mampu membuat garis lengkung, lingkaran, melukis benda sederhana, dan merangkai puzzle 3-4 potongan
- Usia 3-3,5 tahun - Motorik Kasar: Anak mampu mengendarai sepeda roda tiga dan mengoordinasikan tangan, ayunan kaki, dan penglihatan - Motorik Halus: Anak mampu menggunting kertas, menempel kertas, dan membantu pekerjaan orang dewasa
- Usia 3,5-4 tahun - Motorik Kasar: Anak mampu melakukan gerak akrobat (jungkir balik) - Motorik Halus: Anak dapat makan sendiri, memakai baju sendiri, dan memakai sepatu sendiri
Perkembangan fisik ini menunjukkan bahwa toddler sedang mengalami peningkatan koordinasi dan kontrol tubuh yang signifikan. Kemampuan motorik kasar memungkinkan mereka untuk lebih aktif bergerak, sementara kemampuan motorik halus mendukung kemandirian dalam aktivitas sehari-hari.
4. Perkembangan Kognitif dan Bahasa Toddler
Aspek kognitif dan bahasa mengalami perkembangan yang luar biasa pada masa toddler. Anak mulai memahami konsep-konsep dasar dan mengembangkan kemampuan komunikasi yang lebih kompleks.
Dalam perkembangan kognitif, toddler mulai mengenali benda-benda di rumah, bisa menyusun balok, dan belajar memecahkan masalah sederhana seperti mencari mainan yang disembunyikan. Mereka juga mulai memahami hubungan sebab-akibat, misalnya saat mendorong mainan, mainan itu akan bergerak.
Untuk perkembangan bahasa, toddler mulai bisa mengucapkan beberapa kata, lalu berkembang menjadi kalimat-kalimat pendek. Anak juga makin paham instruksi sederhana seperti "ambil bola" atau "ayo duduk." Kemampuan ini menunjukkan bahwa sistem saraf dan otak anak berkembang dengan baik.
Menurut buku Perkembangan Peserta Didik, intelegensi seseorang berkembang sejalan dengan pertumbuhan saraf otaknya. Kemampuan berpikir seseorang pada dasarnya menunjukkan fungsi otaknya yang baik, dan seseorang akan mengalami perkembangan kemampuan berpikir ketika pertumbuhan saraf pusat atau otaknya telah matang.
Erik Erikson dalam Digital Parenting Mendidik Anak di Era Digital menjelaskan bahwa pada fase kanak-kanak awal (2-3 tahun), anak mulai berusaha mengendalikan gerak dan kemandirian tubuh. Jika mereka berhasil maka muncul kemandirian, namun jika sebaliknya akan merasa malu dan ragu-ragu.
5. Perkembangan Sosial dan Emosional Toddler
Perkembangan sosial dan emosional pada masa toddler sangat penting untuk membentuk kepribadian dan kemampuan berinteraksi anak di masa depan. Pada tahap ini, anak mulai belajar mengekspresikan emosi dan berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.
Toddler mulai menunjukkan rasa sayang, berempati pada orang lain, dan sangat suka meniru kebiasaan orang tua atau saudaranya. Mereka juga mulai bisa mengekspresikan perasaan seperti senang, sedih, atau marah, dan mulai tertarik bermain bersama teman sebayanya.
Dalam aspek kemandirian, toddler mulai ingin makan sendiri, berusaha mengenakan baju sendiri, dan suka meniru rutinitas orang dewasa. Mereka juga mulai bisa memulai proses toilet training atau belajar menggunakan toilet, yang biasanya dimulai di usia sekitar 18-24 bulan.
Lawrence Kolhberg dalam Digital Parenting Mendidik Anak di Era Digital menjelaskan bahwa masa kanak-kanak awal merupakan saat yang tepat memperkenalkan imbalan positif untuk perilaku baik karena mereka mulai ingin mendapatkan keuntungan diri, tetapi mereka belum dapat memahami konsekuensi negatif dan hukuman.
Pada waktu pra sekolah, anak-anak berusaha menyamakan dirinya dengan orang lain dan menginginkan penerimaan dari orang lain. Biasanya mereka mudah diatur sehingga nilai-nilai moral mulai dapat diperkenalkan pada fase ini.
6. Tips Mengasuh Toddler dengan Optimal
Mengasuh toddler membutuhkan pemahaman khusus tentang karakteristik dan kebutuhan mereka. Berikut adalah beberapa tips praktis untuk mendukung tumbuh kembang optimal pada masa toddler:
- Berikan Contoh Perilaku Baik - Toddler sangat mudah meniru, sehingga orang tua harus memberikan contoh perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
- Sabar Menghadapi Tantrum - Berikan pelukan dan validasi perasaan anak saat mengalami tantrum. Ingat bahwa ini adalah bagian normal dari perkembangan emosi mereka.
- Sediakan Makanan Sehat dan Beragam - Untuk anak yang suka pilih-pilih makanan, tawarkan variasi menu sehat, jangan memaksa makan, dan ajak anak memilih bersama.
- Ciptakan Rutinitas Harian - Rutinitas yang konsisten membuat anak merasa aman dan nyaman, serta membantu mereka memahami struktur waktu.
- Luangkan Waktu Bermain Bersama - Interaksi melalui bermain sangat penting untuk perkembangan emosi dan sosial anak.
- Dukung Proses Toilet Training - Selalu beri pujian jika anak berhasil ke toilet dan jangan memarahi jika masih terjadi "kecelakaan" kecil.
- Stimulasi Perkembangan Kognitif - Berikan mainan edukatif, bacakan buku cerita, dan ajak anak berbicara untuk merangsang perkembangan bahasa dan kognitif.
Menurut Alodokter, masa toddler adalah waktunya pertumbuhan otak yang sangat dinamis dan pembentukan koneksi saraf yang masif. Untuk mendukung proses ini, anak perlu memperoleh lingkungan yang mendukung, nutrisi yang seimbang, pengalaman yang menantang, serta hubungan sosial yang baik.
7. FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apa perbedaan toddler dengan bayi dan balita?
Toddler adalah anak usia 1-3 tahun yang sudah mulai berjalan dan berbicara, berbeda dengan bayi (0-12 bulan) yang masih sangat bergantung, dan balita yang mencakup rentang usia lebih luas hingga 5 tahun.
2. Kapan anak disebut memasuki fase toddler?
Anak memasuki fase toddler ketika berusia sekitar 12 bulan atau 1 tahun, ditandai dengan kemampuan berjalan, mulai berbicara beberapa kata, dan menunjukkan kemandirian yang lebih besar.
3. Apa saja milestone penting pada masa toddler?
Milestone penting meliputi berjalan mandiri, berbicara 2-3 kata, toilet training, makan sendiri, bermain dengan teman sebaya, dan mengekspresikan emosi dengan lebih jelas.
4. Bagaimana cara mengatasi tantrum pada toddler?
Tetap tenang, berikan pelukan, validasi perasaan anak, jangan memaksa, dan ajarkan cara mengekspresikan emosi yang lebih baik. Tantrum adalah bagian normal dari perkembangan emosi toddler.
5. Berapa lama fase toddler berlangsung?
Fase toddler umumnya berlangsung dari usia 1 tahun hingga 3 tahun, meskipun setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda-beda.
6. Apa yang harus diperhatikan dalam nutrisi toddler?
Berikan makanan sehat dan beragam, hindari memaksa makan, tawarkan variasi menu, dan pastikan kebutuhan gizi seimbang untuk mendukung pertumbuhan otak dan fisik yang pesat.
7. Kapan sebaiknya memulai toilet training pada toddler?
Toilet training biasanya dimulai pada usia 18-24 bulan, tergantung kesiapan fisik dan emosi anak. Tanda kesiapan meliputi popok kering beberapa jam, tertarik pada toilet, dan memberi tahu saat popok kotor.
(kpl/fds)
Advertisement