Cara Menghitung Weton Jodoh Menurut Tradisi Jawa

Cara Menghitung Weton Jodoh Menurut Tradisi Jawa
cara menghitung weton jodoh (h)

Kapanlagi.com - Tradisi menghitung kecocokan jodoh menggunakan weton masih dipertahankan sebagian masyarakat Jawa hingga saat ini. Weton merupakan gabungan antara hari umum dengan hari-hari pada kalender Jawa yang dipercaya dapat menilai potensi kecocokan antara dua individu dalam sebuah hubungan.

Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, cara menghitung weton jodoh digunakan sebagai salah satu acuan untuk mengetahui keharmonisan pasangan sebelum memasuki jenjang pernikahan. Sistem ini menggabungkan kalender Masehi dengan penanggalan Jawa yang terdiri dari Pon, Kliwon, Wage, Pahing, dan Legi.

Perhitungan weton jodoh dilakukan dengan menjumlahkan neptu dari hari lahir dan pasaran Jawa dari masing-masing calon pasangan. Hasil akhirnya akan menunjukkan makna tertentu yang dipercaya bisa memengaruhi nasib hubungan ke depannya.

1. Pengertian Weton dalam Tradisi Jawa

Pengertian Weton dalam Tradisi Jawa  (c) Ilustrasi AI

Weton adalah hari lahir seseorang yang dilihat berdasarkan pasarannya dalam kalender Jawa. Sistem penanggalan ini merupakan perpaduan unik antara tujuh hari dalam seminggu dengan lima hari pasaran Jawa, menciptakan siklus 35 hari yang berbeda. Setiap kombinasi hari dan pasaran memiliki nilai numerik tersendiri yang disebut neptu.

Dalam tradisi Jawa, weton tidak hanya digunakan untuk meramal jodoh, tetapi juga untuk mengetahui karakter seseorang, rezeki, dan bahkan menentukan hari baik untuk berbagai upacara adat. Weton telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Jawa selama berabad-abad, digunakan dalam pernikahan, slametan, dan pindahan rumah.

Kepercayaan terhadap weton berakar dari filosofi Jawa yang meyakini bahwa waktu kelahiran seseorang membawa pengaruh terhadap perjalanan hidupnya. Meskipun sifatnya mistis, masyarakat menggunakan ini sebagai panduan untuk lebih waspada dan bijak dalam menghadapi lika-liku kehidupan, terutama dalam memilih pasangan hidup.

Penting untuk dipahami bahwa weton jodoh lebih merupakan bagian dari keyakinan atau mitos dalam budaya Jawa dan bukanlah metode ilmiah yang dapat diandalkan sepenuhnya. Namun, tradisi ini tetap dihormati sebagai warisan budaya yang mengandung nilai kearifan lokal dalam mempertimbangkan keputusan penting dalam hidup.

2. Mengenal Nilai Neptu Hari dan Pasaran

Langkah pertama dalam cara menghitung weton jodoh adalah memahami nilai neptu dari setiap hari dan pasaran. Neptu adalah nilai numerik yang diberikan pada setiap hari dalam seminggu dan setiap pasaran dalam kalender Jawa. Sistem penilaian ini menjadi dasar perhitungan kecocokan jodoh menurut primbon.

Berikut adalah daftar lengkap nilai neptu untuk hari dan pasaran yang digunakan dalam perhitungan weton jodoh:

Nilai Neptu Hari (Saptawara):

  1. Minggu memiliki nilai neptu 5
  2. Senin memiliki nilai neptu 4
  3. Selasa memiliki nilai neptu 3
  4. Rabu memiliki nilai neptu 7
  5. Kamis memiliki nilai neptu 8
  6. Jumat memiliki nilai neptu 6
  7. Sabtu memiliki nilai neptu 9

Nilai Neptu Pasaran (Pancawara):

  1. Pahing memiliki nilai neptu 9
  2. Pon memiliki nilai neptu 7
  3. Wage memiliki nilai neptu 4
  4. Kliwon memiliki nilai neptu 8
  5. Legi memiliki nilai neptu 5

Untuk mendapatkan weton seseorang, tinggal menjumlahkan neptu hari dan neptu pasaran. Sebagai contoh, jika seseorang lahir pada hari Senin Pahing, maka neptunya adalah 4 ditambah 9 sama dengan 13. Nilai neptu inilah yang kemudian akan digunakan dalam perhitungan kecocokan jodoh dengan pasangan.

3. Metode Perhitungan Weton Jodoh

Metode Perhitungan Weton Jodoh  (c) Ilustrasi AI

Setelah mengetahui nilai neptu masing-masing individu, cara menghitung weton jodoh dapat dilakukan dengan beberapa metode. Metode yang paling umum digunakan adalah dengan menjumlahkan neptu kedua pasangan, kemudian menginterpretasikan hasilnya berdasarkan kategori tertentu dalam primbon Jawa.

Langkah-langkah perhitungan weton jodoh:

  1. Tentukan tanggal lahir lengkap beserta hari dan pasaran Jawa dari kedua calon pasangan
  2. Hitung neptu masing-masing dengan menjumlahkan nilai hari dan pasaran
  3. Jumlahkan kedua neptu tersebut untuk mendapatkan total neptu pasangan
  4. Interpretasikan hasil penjumlahan berdasarkan kategori dalam primbon
  5. Pahami makna dan ramalan yang terkandung dalam hasil perhitungan

Sebagai contoh praktis, jika calon suami lahir pada hari Kamis Wage maka neptunya adalah 8 ditambah 4 sama dengan 12. Sementara calon istri lahir pada hari Rabu Pon dengan neptu 7 ditambah 7 sama dengan 14. Total neptu kedua pasangan adalah 12 ditambah 14 sama dengan 26, yang kemudian akan dicocokkan dengan kategori dalam primbon untuk mengetahui maknanya.

Metode alternatif lain yang juga digunakan adalah dengan membagi hasil penjumlahan neptu dengan angka 7, kemudian melihat sisa pembagiannya. Sisa hasil pembagian ini akan menunjukkan kategori hubungan seperti Pesti, Jodoh, Padu, Pegat, Pati, Gunam, atau Ratu, yang masing-masing memiliki interpretasi berbeda mengenai prospek hubungan pasangan tersebut.

4. Interpretasi Hasil Perhitungan Weton Jodoh

Setelah mendapatkan angka dari penjumlahan neptu kedua pasangan, langkah selanjutnya adalah memahami makna dari hasil tersebut. Dalam primbon Jawa, terdapat delapan kategori utama yang menggambarkan karakteristik dan prospek hubungan pasangan berdasarkan total neptu mereka.

Kategori dan Makna Weton Jodoh:

  1. PEGAT (hasil 1, 9, 10, 18, 19, 27, 28, 36): Pasangan ini berisiko tinggi mengalami perpisahan atau perceraian. Masalah yang mungkin dihadapi meliputi perselingkuhan, ekonomi, atau kekuasaan yang dapat menyebabkan pegatan.
  2. RATU (hasil 2, 11, 20, 29): Kategori ini menandakan jodoh sejati yang sempurna. Pasangan akan dihormati dan disegani oleh lingkungan sekitar karena keharmonisan yang mereka tunjukkan, bahkan membuat banyak orang iri.
  3. JODOH (hasil 3, 12, 21, 30): Pasangan benar-benar berjodoh dan cocok. Mereka bisa saling menerima segala kelebihan dan kekurangan, menciptakan hubungan yang rukun dan damai sampai usia tua.
  4. TOPO (hasil 4, 13, 22, 31): Pasangan akan mengalami kesulitan di awal pernikahan, terutama dalam hal ekonomi atau penyesuaian diri. Namun seiring waktu, mereka akan bahagia dan sukses setelah memiliki anak.
  5. TINARI (hasil 5, 14, 23, 32): Pasangan ini akan hidup dengan kebahagiaan dan kemudahan dalam mencari rezeki. Mereka jarang mengalami kesulitan finansial dan sering kali beruntung dalam berbagai hal.
  6. PADU (hasil 6, 15, 24, 33): Meski sering mengalami pertengkaran karena hal-hal sepele, pasangan ini tidak akan sampai bercerai. Perselisihan yang terjadi tidak cukup kuat untuk memisahkan hubungan mereka.
  7. SUJANAN (hasil 7, 16, 25, 34): Pasangan akan sering menghadapi masalah perselingkuhan yang bisa datang dari salah satu pihak. Pertengkaran akibat ketidaksetiaan sering menjadi masalah utama dalam rumah tangga.
  8. PESTHI (hasil 8, 17, 26, 35): Pasangan akan menjalani hidup dengan rukun, damai, dan tentram hingga usia tua. Meski ada masalah, hal tersebut tidak akan menghancurkan kehormatan dan harmoni rumah tangga.

Interpretasi ini memberikan gambaran umum tentang dinamika hubungan yang mungkin terjadi. Namun perlu diingat bahwa hasil perhitungan weton hanyalah pedoman tradisional, bukan penentu mutlak nasib hubungan seseorang.

5. Metode Alternatif Pembagian dengan Angka 7

Metode Alternatif Pembagian dengan Angka 7 (c) Ilustrasi AI

Selain metode penjumlahan langsung, terdapat cara menghitung weton jodoh alternatif yang menggunakan pembagian dengan angka 7. Metode ini memberikan tujuh kategori berbeda berdasarkan sisa hasil pembagian, yang masing-masing memiliki makna spesifik tentang prospek hubungan pasangan.

Cara perhitungan dengan metode pembagian:

  1. Jumlahkan neptu hari dan pasaran dari kedua calon pasangan
  2. Bagi hasil penjumlahan tersebut dengan angka 7
  3. Perhatikan sisa hasil pembagiannya (bukan hasil baginya)
  4. Cocokkan sisa pembagian dengan kategori yang sesuai
  5. Pahami interpretasi dari kategori yang didapatkan

Interpretasi berdasarkan sisa pembagian 7:

  • Sisa 1 - Pesti: Pasti berjodoh, hubungan akan langgeng dan harmonis
  • Sisa 2 - Jodoh: Cocok dan kemungkinan besar akan langgeng hingga tua
  • Sisa 3 - Padu: Sering cekcok atau bertengkar namun tidak sampai berpisah
  • Sisa 4 - Pegat: Berisiko pisah, namun masih bisa diupayakan dengan ruwatan
  • Sisa 5 - Pati: Pertanda buruk, bisa ada kematian atau sulit punya anak, sebaiknya dihindari
  • Sisa 6 - Gunam: Sering menjadi bahan gosip atau pembicaraan orang
  • Sisa 7 - Ratu: Hasil terbaik, rumah tangga akan sangat harmonis dan sejahtera

Menurut pakar retrokognisi, kategori Pati sebaiknya dihindari karena dianggap membawa pertanda yang sangat tidak baik bagi hubungan. Sementara kategori lain seperti Pegat atau Padu masih bisa diusahakan melalui ruwatan atau ritual tradisional Jawa untuk menetralisir pengaruh buruknya.

Metode pembagian ini memberikan perspektif yang lebih spesifik dibandingkan metode penjumlahan langsung, namun keduanya tetap digunakan dalam tradisi Jawa sebagai panduan dalam mempertimbangkan kecocokan pasangan.

6. Contoh Praktis Perhitungan Weton Jodoh

Untuk memudahkan pemahaman tentang cara menghitung weton jodoh, berikut disajikan beberapa contoh perhitungan praktis yang dapat dijadikan referensi. Contoh-contoh ini menunjukkan penerapan langsung dari metode perhitungan yang telah dijelaskan sebelumnya.

Contoh 1 - Metode Penjumlahan Langsung:

Calon suami lahir pada hari Sabtu Wage. Neptu Sabtu adalah 9 dan neptu Wage adalah 4, sehingga total neptunya adalah 9 ditambah 4 sama dengan 13. Calon istri lahir pada hari Sabtu Pahing. Neptu Sabtu adalah 9 dan neptu Pahing adalah 9, sehingga total neptunya adalah 9 ditambah 9 sama dengan 18. Total neptu kedua pasangan adalah 13 ditambah 18 sama dengan 31, yang masuk dalam kategori TOPO. Artinya pasangan ini akan mengalami kesulitan di awal pernikahan namun akan bahagia seiring berjalannya waktu.

Contoh 2 - Metode Pembagian dengan 7:

Seorang pria lahir pada hari Senin Legi dengan neptu 4 ditambah 5 sama dengan 9. Pasangannya lahir pada hari Rabu Wage dengan neptu 7 ditambah 4 sama dengan 11. Total neptu keduanya adalah 9 ditambah 11 sama dengan 20. Jika dibagi 7, hasilnya adalah 2 dengan sisa 6. Sisa 6 menunjukkan kategori Gunam, yang berarti pasangan ini akan sering menjadi bahan pembicaraan atau gosip di lingkungan sekitar.

Contoh 3 - Hasil Kategori Ratu:

Calon suami lahir Kamis Pon dengan neptu 8 ditambah 7 sama dengan 15. Calon istri lahir Selasa Legi dengan neptu 3 ditambah 5 sama dengan 8. Total neptu adalah 15 ditambah 8 sama dengan 23. Jika menggunakan metode pembagian 7, hasilnya adalah 3 dengan sisa 2, yang menunjukkan kategori Jodoh. Namun jika menggunakan metode penjumlahan langsung, angka 23 tidak masuk dalam kategori standar, sehingga perlu disesuaikan dengan interpretasi yang lebih detail.

Contoh-contoh di atas menunjukkan bahwa hasil perhitungan dapat bervariasi tergantung metode yang digunakan. Oleh karena itu, penting untuk memahami kedua metode dan menggunakannya sebagai panduan, bukan sebagai keputusan mutlak dalam menentukan jodoh.

7. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apa itu weton jodoh dalam tradisi Jawa?

Weton jodoh adalah sistem perhitungan kecocokan pasangan berdasarkan kalender Jawa yang menggabungkan hari lahir dan pasaran. Sistem ini digunakan untuk meramal atau menilai potensi keharmonisan antara dua individu sebelum menikah dengan menjumlahkan nilai neptu dari masing-masing pasangan.

2. Bagaimana cara mengetahui weton seseorang?

Weton seseorang dapat diketahui dengan mencari tanggal lahir pada kalender Jawa untuk melihat hari dan pasarannya. Cara praktis lainnya adalah menggunakan alat konversi online atau aplikasi mobile yang tersedia di berbagai platform, cukup dengan memasukkan tanggal lahir Masehi untuk mendapatkan weton lengkap.

3. Apakah perhitungan weton jodoh akurat untuk menentukan kecocokan pasangan?

Perhitungan weton jodoh adalah bagian dari tradisi dan kepercayaan budaya Jawa, bukan metode ilmiah. Meskipun banyak yang mempercayainya, kecocokan pasangan sejatinya ditentukan oleh banyak faktor seperti komunikasi, komitmen, nilai-nilai bersama, dan usaha kedua belah pihak dalam membangun hubungan.

4. Apa yang harus dilakukan jika hasil perhitungan weton menunjukkan kategori buruk?

Jika hasil perhitungan menunjukkan kategori yang kurang baik seperti Pegat atau Padu, dalam tradisi Jawa masih ada solusi berupa ruwatan atau mencari hari baik untuk akad nikah yang bertujuan menetralisir pengaruh buruk. Namun yang terpenting adalah tetap fokus pada kualitas hubungan dan komunikasi dengan pasangan.

5. Berapa kategori hasil perhitungan weton jodoh yang ada?

Terdapat delapan kategori utama dalam perhitungan weton jodoh yaitu Pegat, Ratu, Jodoh, Topo, Tinari, Padu, Sujanan, dan Pesthi. Setiap kategori memiliki rentang angka hasil penjumlahan tertentu dan interpretasi yang berbeda mengenai prospek hubungan pasangan tersebut di masa depan.

6. Apakah weton hanya digunakan untuk menghitung jodoh saja?

Tidak, weton dalam tradisi Jawa juga digunakan untuk berbagai keperluan lain seperti mengetahui karakter seseorang, meramal rezeki dan nasib, menentukan hari baik untuk upacara adat, pernikahan, pindah rumah, memulai usaha, serta berbagai keputusan penting lainnya dalam kehidupan masyarakat Jawa.

7. Bagaimana jika hasil perhitungan weton berbeda antara metode penjumlahan dan pembagian?

Kedua metode memiliki sistem interpretasi yang berbeda namun sama-sama digunakan dalam tradisi Jawa. Jika hasilnya berbeda, gunakan keduanya sebagai pertimbangan tambahan saja, bukan sebagai penentu mutlak. Yang terpenting adalah memahami bahwa weton adalah panduan budaya yang sebaiknya diseimbangkan dengan pertimbangan rasional dan kesiapan kedua pasangan.

(kpl/fed)

Rekomendasi
Trending