Hitman: Agent 47
Action Adventure Crime

Hitman: Agent 47

2015 96 menit R
6.3/10
Rating 5.7/10
Sutradara
Aleksander Bach
Penulis Skenario
Skip Woods Michael Finch Morten Iversen Peter Gjellerup Koch
Studio
Twentieth Century Fox Daybreak Productions Prime Universe Productions

Bayangan seorang pria berkepala plontos muncul di berbagai belahan dunia tanpa jejak. Ia tidak dikenal publik, tidak tercatat secara resmi, dan selalu datang lalu pergi tanpa sisa. Ia adalah Agent 47 (Rupert Friend), pembunuh bayaran hasil rekayasa genetika dengan kecerdasan tinggi, refleks sempurna, dan emosi yang nyaris tidak ada. Selama bertahun tahun, ia menjalankan misi dengan presisi dingin, tanpa mempertanyakan perintah atau tujuan. Namun segalanya berubah ketika sebuah misi membawanya pada sosok perempuan muda yang menyimpan rahasia besar tentang asal usul manusia super sepertinya.

Di sisi lain, Katia van Dees (Hannah Ware) hidup dalam pelarian dan kebingungan. Ia terus dihantui mimpi buruk tentang pria pria bersenjata, laboratorium misterius, dan seorang ayah yang menghilang sejak lama. Katia tidak memahami mengapa ia selalu menjadi target orang orang berbahaya, padahal ia tidak merasa memiliki sesuatu yang berharga. Satu satunya petunjuk hanyalah nama ayahnya, Dr Litvenko, seorang ilmuwan jenius yang menghilang setelah melakukan penelitian rahasia bertahun tahun lalu.

Katia tidak sendirian dalam pencarian ini. Ia diburu oleh sebuah korporasi kuat bernama Syndicate yang dipimpin John Smith (Zachary Quinto). Organisasi ini berambisi menciptakan pasukan pembunuh sempurna dengan meniru proyek lama yang pernah melahirkan Agent 47. Bagi mereka, Litvenko adalah kunci utama, dan Katia adalah jalan untuk menemukannya. Syndicate tidak ragu menggunakan kekerasan ekstrem demi mencapai tujuan mereka.

Agent 47 awalnya datang untuk membunuh Katia. Ia menerima informasi bahwa perempuan itu berpotensi mengancam keseimbangan kekuatan global. Namun sejak pertemuan pertama, insting Agent 47 mengatakan bahwa misi ini tidak sesederhana biasanya. Katia tampak memiliki kemampuan bertahan hidup yang tidak wajar, seolah tubuh dan pikirannya telah dilatih secara tidak sadar sejak kecil. Hal itu membuat Agent 47 mulai mempertanyakan siapa sebenarnya Katia dan apa hubungannya dengan dirinya sendiri.

Kejar kejaran brutal pun dimulai, berpindah dari satu kota ke kota lain. Dari Berlin hingga Singapura, Agent 47 dan Katia terus diburu oleh pasukan Syndicate. Dalam situasi penuh tekanan, kerja sama terpaksa terjalin. Agent 47 melindungi Katia dengan kemampuan bertarung dan strategi mematikannya, sementara Katia perlahan mengingat potongan potongan masa lalunya yang selama ini terkunci di dalam pikirannya.

Perjalanan ini membuka fakta mengejutkan tentang Dr Litvenko. Ia bukan sekadar ilmuwan biasa, melainkan pencipta awal program Agent yang dirancang untuk menciptakan manusia tanpa rasa takut, tanpa empati, dan tanpa keraguan. Program itu dihentikan karena dianggap terlalu berbahaya, namun hasilnya sudah terlanjur ada. Agent 47 adalah bukti hidupnya. Katia ternyata juga bagian dari eksperimen tersebut, meski dengan pendekatan yang berbeda. Ayahnya menyembunyikannya demi menyelamatkan masa depannya.

Konflik batin mulai muncul dalam diri Agent 47. Selama ini ia menerima jati dirinya sebagai senjata, bukan manusia. Namun melihat Katia yang berjuang memahami dirinya sendiri, ia mulai mempertanyakan arti kebebasan dan pilihan. Katia bukan hanya target atau aset, tetapi seseorang yang memiliki masa depan yang ingin ia tentukan sendiri. Di tengah tembakan dan ledakan, muncul ikatan unik yang tidak pernah dirasakan Agent 47 sebelumnya.

Syndicate semakin agresif. John Smith bukan sekadar eksekutor, melainkan sosok ambisius yang rela menghancurkan apa pun demi menciptakan generasi pembunuh baru. Ia percaya dunia membutuhkan kontrol mutlak melalui kekuatan. Bagi Smith, Agent 47 adalah kegagalan karena masih memiliki kehendak bebas. Katia dianggap versi sempurna yang bisa diarahkan sejak awal.

Puncak cerita membawa Agent 47 dan Katia ke fasilitas rahasia tempat Litvenko bersembunyi. Di sanalah semua rahasia terbuka. Litvenko menjelaskan bahwa ia menciptakan Katia dengan tujuan berbeda. Ia ingin membuktikan bahwa manusia dengan kemampuan luar biasa tetap bisa memilih jalan hidupnya sendiri. Namun rencananya gagal ketika Syndicate menemukan jejaknya.

Pertarungan terakhir tidak hanya soal fisik, tetapi juga ideologi. Agent 47 harus menghadapi pasukan yang diciptakan dengan prinsip serupa dengannya, namun tanpa celah kemanusiaan. Katia dipaksa menghadapi kenyataan tentang dirinya, tentang darah dan eksperimen yang membentuknya. Keputusan yang diambil pada saat genting akan menentukan apakah mereka tetap menjadi alat atau akhirnya menjadi manusia seutuhnya.

Di tengah kekacauan, Agent 47 menunjukkan bahwa ia bukan sekadar mesin pembunuh. Setiap langkahnya bukan hanya untuk bertahan hidup, tetapi juga untuk melindungi Katia agar tidak mengalami nasib yang sama dengannya. Sementara itu, Katia belajar bahwa masa lalu tidak harus menentukan masa depan. Ia memiliki kekuatan untuk memilih siapa dirinya dan ke mana ia akan melangkah.

Ketika semuanya berakhir, dunia mungkin tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tidak ada medali, tidak ada pengakuan, hanya jejak samar dari pertempuran rahasia. Namun bagi Agent 47 dan Katia, perjalanan ini mengubah segalanya. Identitas, tujuan, dan makna kebebasan kini memiliki arti baru yang tidak bisa dihapus.

Apakah Agent 47 akan terus hidup sebagai bayangan tanpa nama atau justru membantu Katia memutus rantai eksperimen manusia super yang mengancam dunia?

Penulis Artikel: Anastashia Gabriel

Rupert Friend Agent 47
Hannah Ware Katia
Zachary Quinto John Smith
Ciaru00e1n Hinds Litvenko
Angelababy Diana
Dan Bakkedahl Sanders
Charlene Beck Tenement Woman
Michael Bornhu00fctter Berlin Police Officer #1
Melissa Broughton Gardens by the Bay Woman with Baby
Nils Brunkhorst Syndicate Doctor

Jadwal Film