Ajangnya Para Sutradara Indonesia, IFDC Awards Kembali Digelar

Ajangnya Para Sutradara Indonesia, IFDC Awards Kembali Digelar dok. Press Release

Kapanlagi.com - Bertambahnya jumlah film Indonesia yang dirilis dariĀ tahun ke tahun mungkin merupakan cerminan dari banyaknya sutradara yangĀ bermunculan beberapa tahun belakangan ini. Terbentuknya IFDC (Indonesian Film Directors Club) atau asosiasi sutradara film layar lebar Indonesia dua tahun silamĀ diharapkan bisa menjadi sebuah payung untuk para sutradara berkumpul, salingĀ berbagi info dan pengalaman, serta memberikan dukungan untuk satu sama lain untukĀ dapat berkarya lebih baik lagi.
Sampai saat ini, lebih dari lima puluh sutradara aktifĀ bergabung dalam IFDC yang diketuai oleh Lasja Susatyo.Ā IFDC Awards merupakan ajang penghargaan bagi sutradara Indonesia, termasuk yangĀ bukan anggota IFDC, untuk pencapaian teknis dan estetika penyutradaraan terbaikĀ setiap tahunnya.
Piala yang diberikan kepada para pemenang dinamakan Piala Prisma,Ā sejalan dengan konsep prisma yang menyerap cahaya lalu memancarkannya kembaliĀ menjadi keajaiban keindahan aneka warna, diharapkan pula Piala Prisma IFDC Awards dapat menjadikan motivasi bagi para sutradara untuk memberikan pesona yang menyerap semua energi dalam proses produksi dan lalu memancarkannyaĀ menjadi inspirasi bagi hidup dan manusia di dalamnya; film.
Tahun 2014 adalah tahun pertama penyelenggaraan IFDC Awards dengan Ketua Pelaksana Joko Anwar. Film - film yang masuk dalam kategori Sutradara Film Terbaik dan Sutradara Film Pertama Terbaik terdiri dari film yang tayang di bioskop dalam rentang waktu bulan Oktober 2013 sampai bulan Oktober 2014. Sedangkan untuk kategori Sutradara Film
Pendek Terbaik, para peserta mendaftarkan film pendek yang diproduksi antara tahun 2013-2014 dengan durasi maksimal 25 menit, melalui alamat email indonesiandirectors@gmail.com.
Pemenang akan ditentukan melalui sistem voting pada website ifdclub.org yang dibantu oleh Calibreworks dengan 2 (dua) tahap. Pada tahap pertama para anggota IFDC akan melakukan voting, film-film dengan suara terbanyak akan menjadiĀ nominasi dan berhak untuk ikut serta dalam voting tahap berikutnya.
Voting tahap kedua memilih akan memilih sutradara dalam film yang telah masuk Nominasi. Ada 6Ā (enam) nominasi untuk kategori Pencapaian Terbaik Untuk Sutradara Film Panjang, 5 (lima) untuk Pencapaian Terbaik Untuk Sutradara Film Pertama dan 4 (empat) untukĀ Pencapaian Terbaik Untuk Sutradara Film Pendek. Film-film yang masuk dalamĀ nominasi IFDC Awards 2014, adalah:
Nominasi Pencapaian Terbaik Sutradara Film Panjang :
1. 3 NAFAS LIKASĀ (Rako Prijanto)
2. CAHAYA DARI TIMURĀ (Angga Dwimas Sasongko)
3. JALANANĀ (Daniel Ziv)
4. SELAMAT PAGI, MALAMĀ (Lucky Kuswandi) - Pemenang
5. THE RAID 2: BERANDALĀ (Gareth Evans)
6. VAKANSI YANG JANGGALĀ (Yosep Anggi Noen)
Nominasi Pencapaian Terbaik Sutradara Film Pertama:
1. JALANANĀ (Daniel Ziv) - Pemenang
2. MARI LARIĀ (Delon Tio)
3. SAGARMATHAĀ (Emil Heradi)
4. TABULA RASAĀ (Adriyanto Dewo)
5. VAKANSI YANG JANGGAL DAN PENYAKIT LAINNYAĀ (Yosep Anggi Noen)
Nominasi Pencapaian Terbaik Sutradara Film Pendek:
1. KAMU DI KANAN AKU SENANGĀ (B. W. Purba Negara)
2. ON THE WAY (Jeihan Angga)
3. LADY CADDY WHO NEVER SAW A HOLE IN ONE (Yosep Anggi Noen)
4. SEPATU BARUĀ (Aditya Ahmad) - Pemenang
Kegiatan diskusi bertajuk ā€œJejak 'gaya' Penyutradaraan Film Indonesiaā€, denganĀ Garin Nugroho, Slamet RahardjoĀ dan Hafiz RancajaleĀ sebagai pembicara dan Riri RizaĀ sebagai moderator pun telah dilaksanakan pada 08 November 2014 silam sebagai rangkaian kegiatan IFDC Awards. Malam penghargaan IFDC Awards pun diawali dengan diskusi bertema ā€œSutradara Film Indonesia Hari Iniā€, yang diramaikan oleh
para sutradara anggota IFDC dan juga para nominator IFDC Awards.


Kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan dapat mempertajam pemahaman dan kemampuan penyutradaraan dan mendorong kontribusi yang lebih signifikan untuk industri film Indonesia. "Melalui diskusi-diskusi ini, mudah-mudahan bisa melahirkan tulisan-tulisan segarĀ mengenai film Indonesia yang bisa membantu perkembangannya." ujar Lasja.
IFDC Awards diharapkan tak hanya sebagai sebuah perayaan pencapaian karya, tapi dapat menjadi motor sekaligus pemicu untuk berkarya lebih baik, demi masa depan yang lebih berdaya. Sudah saatnya sutradara Indonesia merayakan pencapaian-pencapaian, sekaligus menentukan titik pijak untuk selalu melakukan evaluasi diri, dalam kegiatan introspeksi yang terus menerus dan progresif.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(prl/dka)

Rekomendasi
Trending