Memahami Simbol Dalam Film 'CINTA TAPI BEDA'

Memahami Simbol Dalam Film 'CINTA TAPI BEDA' Poster film CINTA TAPI BEDA. Sumber: KapanLagi.com®

Kapanlagi.com - Film merupakan medium seni yang menyangkut banyak aspek. Sayangnya, keterbatasan durasi film memerlukan banyak simbol di dalamnya yang berfungsi sebagai penjelasan cerita.
Ketika film CINTA TAPI BEDA garapan Hanung Bramantyo ini diprotes karena dianggap menghina adat Minang, Aris Muda, Humas Multivision Plus mengajak untuk memahami simbol-simbol dalam film yang dibintangi Agni Pratista tersebut. Tujuannya tak lain untuk menghindari kesalahpahaman dan memulai sebuah diskusi.
"Seberapa detail dan paham mereka melihat scene demi scene, dialog maupun dialog, maupun simbol yang menurut mereka dianggap penghinaan atau penistaan agama. Kita perlu diskusikan hal itu sebelum menuduh kita menghina ada Minang," paparnya saat dihubungi KapanLagi.com®, Senin (7/1).
Salah satu persoalan simbol yang diutarakan Aris Muda adalah tentang sosok yang diperankan oleh Jajang C Noer. "Dari mana kita bisa menyebut tokoh ibu yang diperankan Jajang C Noer sebagai orang Minang? Dia tinggal di Padang itu benar. Tapi bukan berarti dan belum tentu orang Minang," lanjutnya.
Persoalan yang kedua adalah tentang masakan rica-rica. Di sini Aris menegaskan bahwa masakah tersebut berasal dari Manado, tempat asal salah satu tokohnya. "Jo kan berarti orang Manado. Dan masakan favorit suaminya itu rica-rica. Rica-rica bukan masakan Minang, tapi Manado," paparnya kemudian.
Peletakan simbol dalam film ini, terusnya, sudah dipikirkan secara matang dan tidak dengan asal-asalan. "Bukan sehari-dua hari langsung jadi. Harus melalui riset. Prosesnya panjang. Itu sebabnya kami terbuka untuk berdialog. Tapi kalau langsung laporan tanpa dialog ya sudah kita ikuti saja," tegasnya.
Baca berita tentang protes CINTA TAPI BEDA yang lainnya:

 
 
 

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/uji/dka)

Rekomendasi
Trending