'MERANTAU' Kurang Filosofi Silat
Iko Uwais memperagakan salah satu adegan silat di 'MERANTAU'
Kapanlagi.com - Kepuasan tampak tergambar jelas dari wajah gubernur Sumatera Barat, Gamawan Fauzi, usai nonton bersama film MERANTAU di XXI Plasa Indonesia, Kamis (20/8). Ia langsung menyalami Iko Uwais, pemeran Yuda, dan sutradara Gareth Huw Evans begitu film selesai diputar di Studio 1. Kepada KapanLagi.com, Gamawan mengaku puas dengan film tersebut. Selain berbeda dengan film yang telah ada, pula budaya Minangkabau terangkat, khususnya budaya merantau yang sudah lama ada."Ya, misalnya prinsip, filosofi dari silat lalu pandangan dalam hidup. Orang Minang merantau mencari kesempurnaan. Memang demikian adanya sehingga ada ungkapan jika hanya tinggal di kampung dia belum berguna. Jadi harus arungi perjuangan berat walau memang ada yang kurang berhasil namun justru itu kesempurnaannya," katanya.Secara keseluruhan film bagus tapi, sambung Gamawan, ada sedikit kekurangan yang mestinya bisa digali lagi agar lebih memperkaya isi cerita di film. Ia mencontohkan soal gambaran silat yang bukan hanya untuk membela diri semata."Kurang kaya dari filosofi yang sebenarnya sebab masih banyak yang bisa digali dengan kultur lokal. Kalau boleh saya kritik hanya berkutat begitu sampai di Jakarta terus fokus di sana. Mestinya penggalian belajar silat, bergurau dengan temannya, bergaul. Kalau anak Minang itu besar di surau di mana tempat diskusi mengenai sesuatu atau biasanya ada gelanggang silatnya. Itu kalau dihidupkan lebih baik," ucap pria berkacamata itu mengakhiri obrolan.Ā Ā Ā
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
Berita Foto
(kpl/dis/npy)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
