Demi Garut, Dicky Chandra Rela Tak Dibayar

Kapanlagi.com - Sebagai pejabat yang melayani masyarakat Kabupaten Garut, Dicky Chandra lebih banyak menghabiskan waktunya untuk masyarakat. Jadi tak heran, jika ada tawaran untuk bermain sinetron dan film, maka akan ditolak Dicky mentah-mentah.Namun, meski Dicky menilai dirinya sudah menjadi milik masyarakat 100%, jika untuk kepentingan masyarakat Garut, Dicky siap menjadi bintang iklan tanpa harus dibayar."Alhamdulillah ada, dan sebelumnya juga masih ada beberapa kontrak, tapi saya mengundurkan diri dari semuanya bukan karena tidak butuh uang, tapi ketika saya sudah terpilih menjadi wakil bupati Garut, saya adalah milik masyarakat 100%," terang Dicky."Tapi kalau untuk kemajuan masyarakat Garut, saya masih mau terima, bahkan saya sempat mengutarakan kepada pengusaha Garut, saya siap menjadi bintang iklan tanpa dibayar, kalaupun dibayar silahkan uang di pakai untuk pembinaan seniman dan atlet Garut," tambahnya.Gaya kepemimpinannya yang sederhana dan santai tapi serius itu, menjadi ciri khas seorang Dicky yang berangkat dari seniman. Menurut seniman yang lahir di Tasikmalaya pada 12 Mei 1974 tersebut, saat ditemui KapanLagi.com di studio PSI Pengadegan, Pancoran Jakarta Selatan, Kamis (2/4), dirinya sering bercanda dengan masyarakat pada event-event tertentu, untuk mencairkan suasana agar tidak terlihat kaku dan formal.Akan tetapi, ia juga memegang prinsip untuk tetap melayani masyarakat menjadi prioritasnya. "Masih suka bercanda pada saat tertentu dan saya masih suka bercanda juga dengan masyarakat, tetap saja 'cair' toh. Intinya satu, pelayan harus lebih baik kepada masyarakat," tandasnya.  

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/buj/bar)

Rekomendasi
Trending