Didi Riyadi: Jakarta Lebih Macet

Kapanlagi.com - Bicara tentang Jakarta yang sebentar lagi merayakan ulang tahun ke-478 pada 22 Juni mendatang, bintang sinetron sekaligus drummer grup musik Element, Didi Riyadi menyatakan pendapatnya bahwa 'Jakarta lebih macet dan tidak senyaman dulu'.

Menurut pria yang mengawali karirnya di dunia hiburan dari modeling itu, banyaknya aturan yang tidak jelas membuat kondisi lalu lintas di Jakarta makin buruk dari waktu ke waktu.

"Jujur saja, dibandingkan dengan jaman orde baru yang banyak pembangunan seperti tol dan lain-lain, kondisi lalu lintas sekarang sangat mundur. Saya pribadi juga heran dengan adanya aturan three in one itu, menurut saya aturan itu tidak jelas," ujarnya.

Sambil lalu, Didi juga mengungkapkan pengalaman buruknya berurusan dengan polisi gara-gara aturan three in one.

"Saya tidak bermaksud masuk ke daerah three in one cuma mau masuk pintu tol yang jaraknya cuma beberapa meter," kata bintang sinetron yang dikabarkan tengah 'dekat' dengan penyanyi Audy itu gara-gara didapati menonton konser Spin Doktor bersama beberapa waktu lalu itu membela diri.

Did mengungkapkan kekecewaannya dengan sistem lalu lintas Jakarta dan membandingkannya dengan keteraturan lalu lintas yang ada di beberapa negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

"Di Jakarta ini semua kendaraan turun ke jalan, tidak peduli keluaran tahun berapa. Bayangkan bagaimana tidak macet jika mobil keluaran tahun 70-an pun masih mondar-mandir di jalan, belum lagi mobil-mobil build-up yang sekarang membanjiri pasar Indonesia," katanya.

Jika kendaraan yang tidak layak jalan saja masih bebas berkeliaran, maka menurut Didi itu juga akan berimbas pada kesehatan dan kualitas hidup.

"Lihat saja bagaimana tebal dan hitamnya gas buangan kendaraan yang sudah tidak layak jalan, terutama angkutan umum. Tentu saja itu penyumbang polusi udara terbesar," kata drummer yang siang itu tampil kasual dengan kaos putih, celana jeans biru muda dan sepatu sport putih bertali hijau.

Sebagai pemuda yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya di Jakarta, Didi juga mengeluhkan meningkatnya kepadatan penduduk kota kelahirannya itu.

"Bukan bermaksud menyinggung suku ataupun daerah mana pun juga tetapi kiranya pantas jika saya mengeluh dengan banyaknya pendatang yang masuk ke Jakarta dengan tujuan kurang jelas, karena itu membuat kota ini makin tidak teratur," katanya.

Walaupun mengeluhkan banyak hal, Didi masih bersikap realistis dengan mengatakan bahwa tidak mungkin Jakarta dapat senyaman saat dirinya masih kecil, tetapi menurutnya setidaknya pemerintah dapat mengusahakan untuk menerapkan suatu peraturan atau Undang-Undang untuk membuat Jakarta lebih baik di usianya yang ke-478.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(*/erl)

Rekomendasi
Trending