Eros Djarot: Jangan Jauhkan Bola Dari Rakyat
Eros Djarot
Kapanlagi.com - Budayawan, sutradara film, dan politikus, Eros Djarot, mengatakan kegiatan yang memisahkan sepak bola dari masyarakat termasuk suatu kejahatan kebudayaan. Hal itu dikarenakan sepak bola merupakan kebudayaan rakyat yang tidak bisa dipisahkan.
Di sela bedah buku karya jurnalis sepak bola Erwiyantoro dengan judul 'Dosa-Dosa Nurdin Halid', di Balai Persis Solo, di Solo, Jumat (18/3), Eros menjelaskan, kalau sepak bola dijauhkan dari masyarakat, hal itu suatu kejahatan kebudayaan, sedangkan jika sepak bola diperdagangkan, hal itu sebagai kejahatan ekonomi.
Seperti ditulis di buku tersebut, yang intinya tentang kegagalan kepemimpinan PSSI memajukan persepakbolaan Indonesia saat ini, ia mengemukakan bahwa organisasi PSSI hanya problem miniatur dan tidak bisa digulingkan karena memiliki konstitusi yang mengatur.
Ia menyebut sepak bola sebagai budaya rakyat, sedangkan ketua PSSI juga dipilih rakyat persepakbolaan Indonesia. Jika mereka menjauhkan bola dari rakyat, katanya, mereka kurang memahami secara baik bahwa sepak bola merupakan budaya rakyat.
Siapapun yang memimpin PSSI, katanya, harus dapat memahami bahwa sepak bola sebagai budaya rakyat. "Jangan sampai menjauhkan bola dari rakyat," katanya.
Pengamat politik Soegeng Sarjadi Syndicate, Sukardi Rinakit, mengemukakan, buku itu menunjukkan kegagalan seorang pemimpin PSSI. Pada kesempatan itu ia mempertanyakan tentang perebutan jabatan pimpinan PSSI yang dikaitkan dengan Pemilu 2014. Â
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(antara/bun)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
