Eros Djarot: Pendidikan Urat Nadi Pembangunan

Kapanlagi.com - Ketua umum DPP Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) Indonesia, Eros Djarot, mengatakan, pendidikan merupakan urat nadi pembangunan bangsa di Tanah Air.

"Untuk itu pemerintah sudah sepantasnya memprioritaskan pembangunan bidang pendidikan dan memusatkan perhatian untuk berinvestasi SDM melalui pendidikan," kata Ketua Umum DPP PNBK Eros Djarot di Denpasar, Sabtu.

Ia mengatakan hal itu ketika diminta komentarnya mengenai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan permohonan bahwa Pasal 49 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bertentangan dengan Pasa 31 ayat (4) UUD 1945.

Berarti, komponen gaji pendidikan dimasukkan ke dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)/Daerah (APBD).

Menjelang pendeklarasian PNBK yang dihadiri sedikitnya 10.000 massa pendukung dari 33 DPD dan ratusan DPC PNBK seluruh Indonesia, ia mengakui, dalam memajukan pendidikan dengan mengalokasikan 20% dari APBN dan APBD, sebetulnya komponen gaji guru/dosen beserta tunjangan sangat tepat di luar alokasi dana tersebut.

"Memang tampaknya terjadi satu tarik menarik, namun hal itu sangat tergantung dari pimpinan negara. Meskipun ditetapkan 20% termasuk gaji guru, hal itu sekarang belum juga dapat tercapai," katanya.

Kondisi itu sangat tergantung dari keadaan kas negara yang belum seperti apa yang diharapkan bersama. Semua itu terjadi sebetulnya akibat kurangnya efisiensi dan buruknya manajemen pengelolaan kekayaan bangsa.

Ia mencontohkan, Indonesia sebagai negara agraris dengan hamparan lahan yang luas dan subur, namun masih mengimpor kedelai, beras dan bahan kebutuhan pangan lainnya yang serba mendatangkan dari luar negeri.

Demikian pula perairan laut yang begitu luas, namun berbagai jenis ikan hilang dan untuk kebutuhan konsumsi masyarakat juga harus mengimpor.

Oleh sebab itu dalam pemilu yang akan datang harus ada perubahan yang mampu meningkatkan pembangunan dalam berbagai aspek kehidupan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat, ujar Eros.

Sementara seorang gurubesar dalam bidang pendidikan di Bali Prof Dr I Nyoman Dantes menilai, keputusan MK yang menempatkan struktur gaji dan tunjangan guru masuk dalam 20% dari APBN dan APBD untuk anggaran pendidikan itu, harus didukung dengan komitmen bersama dalam memajukan bidang pendidikan.

Hal itu sangat penting mengingat pendidikan masih perlu mendapat perhatian, khususnya dalam penyempurnaan fasilitas dan sarana pendukung bidang pendidikan.

Komitmen bersama tersebut antara pemerintah, pengelola pendidikan dan masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan. Sumbangan dan peranserta masyarakat sangat diharapkan dalam menyukseskan proses belajar-mengajar.

Namun dalam kondisi perekonomian yang kurang menguntungkan beberapa tahun belakangan ini, peranserta masyarakat dalam menyukseskan pendidikan tidak bisa terlalu diandalkan.

Oleh sebab itu kucuran dana dari pemerintah akan sangat menentukan keberhasilan dalam memajukan mutu pendidikan di Indonesia, ujar Prof Nyoman Dantes.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(*/bun)

Rekomendasi
Trending