Kantor Dede Yusuf Digeledah KPK
Kapanlagi.com - Kantor Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf Macan Effendi di Gedung Sate Bandung, Jumat (10/10), menjadi salah satu target ruangan yang digeledah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sejumlah dokumen dan agenda di ruangan dan ruang staf Wagub ikut digeledah."Saya kira cara seperti ini perlu sering dilakukan agar mengingatkan para pejabat untuk tertib administrasi dan bebas korupsi. Cara KPK ini harus diambil sisi positifnya," kata Dede Yusuf menanggapi."Ruangan saya memang digeledah, saya persilahkan saja karena sejak saya masuk jadi Wagub tiga bulan lalu, laci dan komputer saya kosong," kata Wagub Jabar yang mantan bintang sinetron dan film itu. Ia mengaku, ketika tengah berbincang-bincang dengan anggota DPRD Jabar dari Fraksi PAN, H Maman Abdurachman tiba-tiba dua anggota KPK masuk dan menunjukkan jati dirinya. Dede sendiri menempati ruangan bekas Wagub sebelumnya H Nu`man Abdul Hakim di salah satu sudut utara ruangan lantai dua Gedung Sate. Selanjutnya dua anggota KPK minta izin membuka dokumen di kantor dan ruangan staf Wagub Jabar. "Semua agenda Wagub sejak 2002 hingga 2008 diperiksa, sejumlah dokumen juga dibuka dan diperiksa," katanya. Dede sendiri memilih keluar dari ruang kerjanya untuk memberikan keleluasaan kepada petugas KPK melaksanakan tugasnya. "Saya pilih ke luar ruangan, tadinya saya mau terima tamu di ruangan, namun dengan adanya KPK saya alihkan pertemuan ke rumah dinas saja," ucapnya. Dede mengakui, sebagai pejabat baru di Pemprov Jabar, mengaku tak punya beban apa pun dengan penggeledahan di kantornya itu. "Sebagai pejabat baru, justru hal ini positif untuk mengingatkan jajaran untuk tertib administrasi dan bersih. Bagi saya tak ada beban apa pun," katanya. Sementara itu proses penggeledahan di Gedung Sate Bandung hingga pukul 17.00 WIB masih terus berlangsung. Tim KPK yang berjumlah 10 orang melakukan pemeriksaan di ruangan Gubernur Jawa Barat dan sesekali ke ruangan Sekda Jabar. Kasus dugaan pengadaan alat pemadam kebakaran (Damkar) itu terjadi pada periode 2003-2004 jauh sebelum Gubernur H Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf berkantor di Gedung Sate. Menurut Juru Bicara KPK, Johan Budi, komisi itu telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus pengadaan Damkar di Jabar yakni DS, WK dan seorang pengusaha rekanan pengadaan barang YS.  Â
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kpl/dar)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
