Kiwil, Pesan Kampanye Lebih Masuk Dengan Lawakan
Kapanlagi.com - Pada masa kampanye lalu partai politik mencoba merayu masyarakat agar memilih Caleg (calon legislatif) yang diajukan sebagai anggota DPR RI. 'Rayuan' melalui orasi para jurkam ketika itu, sebagian dirasa kurang efektif. Malah tidak jarang massa yang sudah berada di depan panggung kampanye perlahan menyurut hingga ke pinggir lapangan. Kiwil yang hampir tiap hari tampil di depan audience, melihat audience lebih suka dengan ajakan halus melalui lawakan-lawakannya, dibanding janji para Caleg, demikian ungkap Kiwil saat ditemui di FX Plasa, Senayan, Jakarta, belum lama ini.Menurut pria dua istri ini masyarakat sekarang semakin pandai dalam memilah Caleg maupun partai. Sehingga ajakan seperti dialog satu arah kurang disukai malah dijauhi."Kalau diberikan hiburan lebih masuk dalam kampanye. Sebab sosok Caleg belum tentu dikenal apalagi jika Caleg tersebut dicalonkan untuk mewakili daerah tertentu. Untuk itu para Caleg sekarang harus sudah tahu kalau pesan yang disampaikan mengena melalui hiburan seperti lawak," ujar Kiwil yang mengaku siap berkampanye di Pilpres mendatang.Untuk itu agar pesan kampanye bisa diterima, menurutnya harus berusaha membaur dengan budaya di mana kampanye tersebut diadakan, serta mengerti persoalan yang dihadapi masyarakat sekarang.“Masyarakat sudah mulai ngerti. Makanya saya angkat (lawakan, red) dari permasalahan yang ada dan bahkan mungkin apa yang akan terjadi pada beberapa tahun kemudian juga saya singgung. Biasanya saya juga menyesuaikan dengan bahasa daerah setempat. Malah terkadang saya pakai dengan bahasa yang tabu untuk dibicarakan di sana tapi santun dalam balutan lawak,” urainya.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kpl/dis/dar)
Advertisement
