Slamet Rahardjo, Karya Seni Untuk Tuhan dan Masyarakat

Slamet Rahardjo, Karya Seni Untuk Tuhan dan Masyarakat Slamet Rahardjo

Kapanlagi.com - Aktor kawakan tanah air Slamet Rahardjo menilai, bangsa Indonesia tidak sepatutnya khawatir atau bahkan marah menanggapi adanya bangsa lain mengklaim sejumlah karya seni, yang juga sudah lama ada sekaligus berkembang di Indonesia. Seperti halnya beberapa kasus yang sempat mencuat beberapa waktu lalu, yang memicu sentimen masyarakat pada negara lain.

"Masalah yang sering terjadi adalah bangsa kita ini justru mengabaikan apa yang ada. Tiba-tiba saja kita bisa tersinggung, bahkan marah manakala ada bangsa lain yang lebih peduli," katanya saat menghadiri Diskusi Serial Bulanan (Diserbu) 'Afternoon Tea - Indonesia Spirit: Budaya Kerajinan Indonesia' di Restoran Seribu Rasa, Jakarta, Jumat (24/9).

“Masalah yang sering terjadi adalah bangsa kita ini justru mengabaikan apa yang ada. Tiba-tiba saja kita bisa tersinggung, bahkan marah manakala ada bangsa lain yang lebih peduli.„
Slamet Rahardjo

Sutradara film TELEGRAM itu pun berpendapat, bangsa Indonesia juga jangan sampai kalap menanggapi sejumlah hal berhubungan dengan Malaysia.

"Sudahlah, buat saya Malaysia itu sebenarnya ingin menjadi provinsi terbaru di Indonesia. Hanya saja Indonesianya tidak mau. Jadi, ya Malaysia mencari-cari jati diri bercermin dari kehebatan Indonesia," katanya, disambut tawa peserta diskusi.

Ia pun menceritakan bagaimana banyak seniman, termasuk Eros Djarot yang juga adik kandungnya, lebih menilai karya seni sebagai wujud persembahan kepada masyarakat dan Tuhan.

"Surya Paloh pernah minta izin ke Eros, karena lagu Badai Pasti Berlalu karya Eros menjadi lagu tema saat Metro TV menyiarkan musibah Tsunami di Aceh tahun 2004. Saat Surya bertanya berapa nilai rupiah yang harus dibayar atas karya lagu itu, lha Eros malah bilang, gratis karena lagu itu milik Tuhan," selorohya.  

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(antara/bun)

Rekomendasi
Trending