Tommy Soeharto: Lebaran Kali Ini Biasa Saja
Kapanlagi.com - Merayakan Idul Fitri setiap 1 Syawal tahun Hijriah, biasanya menjadi saat yang dinantikan oleh umat Islam di manapun dia berada, sebab pada saat itulah seluruh keluarga berupaya berkumpul untuk bersilaturahmi, saling bermaaf-maafan, temu kangen dan bertukar informasi.
Namun, bagi Hutomo Mandala Putra atau yang akrab disapa dengan sebutan Tommy Soeharto, lebaran kali ini berlangsung biasa-biasa saja alias tidak ada yang istimewa dan tidak menjadi kesempatan yang paling ditunggu.
Putra bungsu mantan Presiden Soeharto tersebut tidak merasakan hal yang istimewa di hari yang penuh fitri tahun 1426 Hijriah ini.
Apalagi bapak dua anak dari perkawinannya dengan Tata itu, harus merayakannya di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Batu Nusakambangan Kabupaten Cilacap, Jateng, karena tersangkut kasus tukar guling tanah goro dan pembunuhan terhadap Hakim Agung Syaifuddin Kartasasmita.
Advertisement
"Tidak ada arti khusus di hari Lebaran tahun ini. Saya kira Hari Raya ini sama seperti hari-hari biasa," kata Tommy ketika dijumpai usai Sholat Ied di masjid di LP Batu Nusakambangan, Kamis.
Bahkan, Tommy sendiri merasakan tidak ada makna khusus di Hari Raya ini meski mantan bos Grup Humpuss mendapat remisi atau pengurangan hukuman satu bulan 15 hari atau 1,5 bulan, setelah pada Idul Fitri tahun lalu memperoleh remisi dua bulan dan remisi 11 bulan 35 hari menjelang 17 Agustus 2005.
"Tidak ada makna khusus di Hari Lebaran ini dan saya menganggap bahwa Lebaran memang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat muslim yang harus dijalani," katanya. Bahkan, sampai hari kedua Lebaran tahun 2005 ini, hanya pembalap nasional Tinton Suprapto yang mendampinginya untuk mendirikan Sholat Ied.
Sampai kini belum ada keluarga, istri dan kedua anaknya serta keluarga besar Cendana yang berkunjung di LP yang berada di ujung selatan provinsi Jawa Tengah.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(*/bun)
Advertisement
