Cara Menghitung Protein Harian untuk Kesehatan Optimal

Cara Menghitung Protein Harian untuk Kesehatan Optimal
cara menghitung protein harian (credit:image by AI)

Kapanlagi.com - Protein merupakan salah satu nutrisi penting yang harus dipenuhi setiap hari untuk menjaga kesehatan tubuh. Memahami cara menghitung protein harian menjadi langkah awal untuk memastikan tubuh mendapatkan asupan yang tepat sesuai kebutuhan.

Kebutuhan protein setiap orang berbeda-beda tergantung pada berat badan, usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas fisik. Dengan mengetahui cara menghitung protein harian yang benar, Anda dapat mengoptimalkan fungsi tubuh mulai dari pembentukan otot hingga pemulihan sel.

Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia, kebutuhan gizi adalah jumlah zat gizi minimal yang dibutuhkan oleh setiap individu, yang ditentukan oleh banyak faktor seperti usia, jenis kelamin, berat badan, dan tinggi badan. Protein berperan vital dalam pertumbuhan, perbaikan jaringan, kekebalan tubuh, serta produksi energi.

1. Pengertian Kebutuhan Protein Harian

Pengertian Kebutuhan Protein Harian (credit:unsplash.com/id/@gabinvallet)

Kebutuhan protein harian adalah jumlah protein yang harus dikonsumsi setiap hari agar tubuh dapat bekerja optimal dalam memperbaiki jaringan dan mendukung proses metabolisme. Protein terdiri dari asam amino yang berperan sebagai pembangun sel dan jaringan di tubuh.

Tubuh manusia dapat mensintesis protein, namun hanya sebagian saja. Ada 9 asam amino esensial yang tidak dapat dibuat oleh tubuh dan harus didapatkan melalui makanan yang dikonsumsi. Asam amino ini penting untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan, kekebalan tubuh, dan produksi energi.

Angka Kecukupan Gizi (AKG) adalah nilai yang menunjukkan kebutuhan rata-rata zat gizi tertentu yang harus dipenuhi setiap hari bagi hampir semua orang dengan karakteristik tertentu untuk hidup sehat. AKG digunakan sebagai patokan zat gizi rata-rata yang diperlukan oleh suatu kelompok orang, bukan menggambarkan kebutuhan gizi satu individu tertentu saja.

Protein memiliki berbagai fungsi penting dalam tubuh. Selain untuk pembentukan dan pemeliharaan otot, protein juga berfungsi sebagai enzim yang mempercepat reaksi kimia dalam pencernaan dan metabolisme. Beberapa protein berfungsi sebagai hormon yang mengirimkan pesan antarsel dan organ, seperti insulin yang mengatur kadar gula darah.

2. Cara Menghitung Protein Harian Berdasarkan Berat Badan

Cara Menghitung Protein Harian Berdasarkan Berat Badan (credit:unsplash.com/id/@ellaolsson)

Cara paling umum untuk menghitung kebutuhan protein adalah dengan mengalikan berat badan dengan angka kebutuhan protein yang sesuai dengan tujuan kesehatan Anda. Berikut adalah panduan perhitungan berdasarkan berbagai kondisi:

1. Kebutuhan Protein Harian Normal

Perhitungan paling dasar adalah untuk kebutuhan protein harian normal, yaitu Berat Badan (kg) x 0,8 gram protein per kg. Misalnya, jika berat badan Anda 60 kg, maka kebutuhan protein harian adalah 60 x 0,8 gram = 48 gram per hari.

Angka 0,8 gram per kilogram berat badan merupakan rekomendasi standar untuk orang dewasa yang tidak memiliki tujuan khusus seperti pembentukan otot atau penurunan berat badan. Protein ini dapat diperoleh dari berbagai sumber makanan seperti telur, daging, ikan, kacang-kacangan, dan produk susu.

2. Kebutuhan Protein untuk Pembentukan Otot (Bulking)

Bagi Anda yang sedang menjalani program pembentukan otot atau bulking, kebutuhan protein akan lebih tinggi. Rumus yang digunakan adalah Berat Badan (kg) x 1,6 gram protein. Sebagai contoh, jika berat badan 70 kg, maka protein harian yang dibutuhkan adalah 70 x 1,6 = 112 gram.

Protein yang lebih tinggi diperlukan untuk mendukung proses sintesis otot dalam tubuh. Tanpa asupan protein yang cukup, proses pembentukan otot tidak akan berjalan efektif meskipun latihan dilakukan secara rutin.

3. Kebutuhan Protein untuk Penurunan Berat Badan (Cutting)

Untuk program penurunan berat badan atau cutting, kebutuhan protein justru lebih tinggi, yaitu Berat Badan (kg) x 2,0 gram protein. Jika berat badan Anda 70 kg, maka protein harian yang dibutuhkan adalah 70 x 2,0 = 140 gram.

Protein yang tinggi saat cutting membantu meningkatkan metabolisme yang berfungsi membakar lebih banyak lemak dalam tubuh. Selain itu, protein juga memulihkan kerusakan otot dengan lebih cepat dan memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga memudahkan Anda mempertahankan defisit kalori.

4. Kebutuhan Protein Berdasarkan Tipe Tubuh dan Jenis Kelamin

Cara menghitung protein harian juga dapat disesuaikan dengan tipe tubuh dan jenis kelamin. Berikut panduannya:

Untuk Pria:

  • Underweight = 2 g/kg BB
  • Normal = 1,4 g/kg BB
  • Overweight = 1,2 g/kg BB
  • Obesitas = 1,2 g/kg BB

Untuk Wanita:

  • Underweight = 1,8 g/kg BB
  • Normal = 1,6 g/kg BB
  • Overweight = 1 g/kg BB
  • Obesitas = 1 g/kg BB

3. Cara Menghitung Protein Berdasarkan Total Kalori Harian

Cara Menghitung Protein Berdasarkan Total Kalori Harian (credit:unsplash.com/id/@amutiomi)

Kebutuhan protein adalah sebesar 10-15% dari kebutuhan kalori total. Setelah menemukan besarnya kalori untuk protein, ubahlah ke dalam gram. Satu gram protein setara dengan 4 kalori.

Sebagai contoh, jika kebutuhan energi Anda adalah 2.000 kalori per hari, maka perhitungan kebutuhan protein adalah sebagai berikut: 15% x 2.000 kalori = 300 kalori. Ubah menjadi gram dengan cara membagi 300 dengan 4, hasilnya adalah 75 gram protein per hari.

Metode ini berguna untuk memastikan asupan protein Anda seimbang dengan kebutuhan kalori total. Anda juga perlu menghitung kebutuhan lemak (10-25% dari kalori total) dan karbohidrat (60-75% dari kalori total) untuk mendapatkan nutrisi yang seimbang.

Dengan membagi asupan protein sepanjang hari di setiap waktu makan, penyerapan protein akan lebih maksimal. Idealnya, usahakan untuk mengonsumsi protein di setiap waktu makan dan waktu camilan untuk memaksimalkan sintesis protein otot dan kesehatan secara keseluruhan.

4. Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Protein

Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Protein (credit:unsplash.com/id/@candrawnt_)

Kebutuhan protein tubuh seseorang dapat berbeda-beda karena beberapa faktor penting yang perlu dipertimbangkan saat menghitung asupan protein harian.

1. Usia

Usia menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi kebutuhan protein harian. Untuk lansia dengan usia 65-70 tahun, kebutuhan protein harian mereka adalah sekitar 1 gram per kilogram berat badan. Hal ini berbeda dengan rekomendasi standar karena pada lansia, protein tidak dapat diproses tubuh dengan baik dan mereka rentan terhadap kehilangan massa otot bahkan patah tulang.

2. Aktivitas Fisik

Tingkat aktivitas fisik sangat mempengaruhi kebutuhan protein harian. Semakin intens kegiatan yang dilakukan, semakin banyak kebutuhan protein yang diperlukan tubuh. Olahraga adalah kegiatan yang sangat membutuhkan protein untuk pemulihan dan pembentukan otot.

Untuk seseorang dengan aktivitas tinggi atau atlet, rekomendasi protein harian adalah 1,2-2 gram protein per kilogram berat badan. Protein yang cukup akan membantu pemulihan otot yang rusak akibat latihan dan meningkatkan performa olahraga.

3. Kondisi Fisiologis

Kondisi fisiologis seperti kehamilan dan menyusui juga meningkatkan kebutuhan protein. Ibu hamil membutuhkan sekitar 70 gram protein per hari untuk mendukung pertumbuhan janin dan kesehatan ibu. Sementara itu, penderita gagal ginjal perlu membatasi asupan protein menjadi 0,5 gram per kilogram berat badan per hari.

4. Tujuan Kesehatan

Tujuan kesehatan seperti pembentukan otot, penurunan berat badan, atau pemeliharaan kesehatan akan menentukan jumlah protein yang berbeda. Program bulking memerlukan protein lebih banyak untuk mendukung pertumbuhan otot, sedangkan program cutting memerlukan protein tinggi untuk mempertahankan massa otot sambil membakar lemak.

5. Sumber Protein Berkualitas untuk Memenuhi Kebutuhan Harian

Sumber Protein Berkualitas untuk Memenuhi Kebutuhan Harian (credit:unsplash.com/id/@annapelzer)

Setelah mengetahui cara menghitung protein harian, langkah selanjutnya adalah memilih sumber protein yang tepat. Protein dapat diperoleh dari sumber hewani maupun nabati.

Sumber Protein Hewani

Protein hewani mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Sumber protein hewani berkualitas meliputi daging ayam, ikan salmon, telur, daging sapi tanpa lemak, dan produk susu seperti yogurt Greek. Daging sapi, misalnya, menawarkan profil asam amino yang lengkap serta tingkat kecernaan yang tinggi, ditambah kandungan zat besi, zinc, dan vitamin B12.

Sumber Protein Nabati

Protein nabati juga dapat memenuhi kebutuhan protein harian dengan efektif selama Anda mengonsumsi berbagai sumber nabati. Beberapa protein nabati mungkin kekurangan satu atau beberapa asam amino esensial, namun dengan menggabungkan protein nabati yang berbeda, Anda dapat memastikan profil asam amino yang lengkap. Sumber protein nabati meliputi tahu, tempe, kacang-kacangan, quinoa, dan biji-bijian.

Suplemen Protein

Suplemen protein seperti whey protein dan isolate protein dapat menjadi solusi praktis untuk memenuhi kebutuhan protein harian, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas tinggi atau kesulitan mengonsumsi makanan lengkap. Suplemen protein cepat diserap tubuh dan praktis dikonsumsi setelah latihan untuk mendukung pemulihan otot.

Penting untuk memilih suplemen protein yang telah terdaftar BPOM dan memiliki sertifikasi halal untuk memastikan kualitas dan keamanan produk.

6. Tips Memenuhi Kebutuhan Protein Harian

Tips Memenuhi Kebutuhan Protein Harian (credit:unsplash.com/id/@jannisbrandt)

Setelah memahami cara menghitung protein harian, berikut adalah tips praktis untuk memenuhi kebutuhan protein Anda setiap hari:

  1. Konsumsi protein secara merata sepanjang hari - Bagi asupan protein di setiap waktu makan (sarapan, makan siang, makan malam) dan camilan agar penyerapan maksimal dan sintesis protein otot lebih efektif.
  2. Pilih sumber protein berkualitas tinggi - Prioritaskan protein dengan nilai biologis optimal seperti telur, daging tanpa lemak, ikan, dan produk susu. Hindari makanan instan tinggi lemak jenuh.
  3. Kombinasikan protein hewani dan nabati - Dengan mengintegrasikan berbagai sumber protein, Anda mendapatkan profil nutrisi yang lebih komprehensif dan seimbang.
  4. Perhatikan waktu konsumsi protein - Konsumsi protein setelah latihan sangat penting untuk mendukung pemulihan otot. Protein sebelum tidur juga membantu pemulihan dan pertumbuhan otot saat istirahat.
  5. Jangan lupakan hidrasi - Minum air mineral 8-12 gelas setiap hari karena otot terdiri dari 70-80% air. Air membantu menyalurkan nutrisi dari makanan ke otot.
  6. Seimbangkan dengan nutrisi lain - Pastikan asupan karbohidrat dan lemak sehat juga terpenuhi untuk mendukung energi dan fungsi tubuh optimal.
  7. Gunakan suplemen bila perlu - Suplemen protein dapat membantu menyesuaikan kebutuhan saat sibuk atau sulit mengonsumsi makanan lengkap, namun tidak boleh menggantikan makanan utama.

Melansir dari Healthline, protein adalah building block untuk membentuk otot, sehingga banyak orang yang fokus membangun massa otot selalu memperhatikan jumlah protein dalam setiap makanan yang mereka konsumsi.

7. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan) (credit:image by AI)

1. Berapa gram protein yang dibutuhkan untuk pembentukan otot?

Untuk pembentukan otot, kebutuhan protein adalah 1,6-2,2 gram per kilogram berat badan. Jika berat badan Anda 70 kg, maka protein harian yang dibutuhkan adalah sekitar 112-154 gram per hari. Protein ini penting untuk mendukung sintesis otot dan pemulihan setelah latihan.

2. Bagaimana cara menghitung protein harian untuk pemula?

Untuk pemula, cara paling mudah adalah mengalikan berat badan (kg) dengan 0,8-1,3 gram protein. Misalnya, jika berat badan 60 kg, maka kebutuhan protein harian adalah 48-78 gram. Anda dapat menyesuaikan angka ini berdasarkan tingkat aktivitas fisik dan tujuan kesehatan.

3. Apakah terlalu banyak protein berbahaya bagi kesehatan?

Mengonsumsi protein berlebihan dapat menimbulkan konsekuensi negatif. Karena protein mengandung kalori, mengonsumsi lebih banyak dari yang dibutuhkan tanpa membakarnya dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Asupan protein yang sangat tinggi dari sumber hewani juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung karena kandungan lemak jenuhnya. Sebaiknya tidak mengonsumsi protein lebih dari 2,5 gram per kilogram berat badan dalam satu hari.

4. Apa yang terjadi jika tubuh kekurangan protein?

Kekurangan protein dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti berkurangnya massa otot, badan lemah, sulit konsentrasi, sistem imun menurun, kerontokan rambut, kuku mudah patah, sulit tidur, dan rentan terhadap infeksi. Dalam jangka panjang, kekurangan protein juga meningkatkan risiko patah tulang karena tulang menjadi rapuh.

5. Kapan waktu terbaik untuk mengonsumsi protein?

Waktu terbaik untuk mengonsumsi protein adalah dengan membaginya secara merata sepanjang hari di setiap waktu makan. Penekanan khusus diberikan pada asupan protein setelah latihan untuk mendukung pemulihan otot. Protein sebelum tidur juga bermanfaat karena dapat membantu pemulihan dan pertumbuhan otot saat istirahat.

6. Apakah protein nabati sebaik protein hewani?

Protein nabati bisa sama efektifnya dengan protein hewani dalam mendukung pertumbuhan otot dan kesehatan secara keseluruhan selama Anda mengonsumsi berbagai sumber nabati. Dengan menggabungkan protein nabati yang berbeda, Anda dapat memastikan profil asam amino yang lengkap. Protein nabati juga menawarkan manfaat tambahan seperti serat, fitonutrien, antioksidan, dan tingkat lemak jenuh yang lebih rendah.

7. Bagaimana protein mendukung penurunan berat badan?

Protein mendukung penurunan berat badan dengan meningkatkan rasa kenyang, membantu Anda merasa kenyang lebih lama dan mengurangi asupan kalori secara keseluruhan. Protein juga meningkatkan metabolisme tubuh sehingga membakar lebih banyak kalori. Jika tidak mengonsumsi cukup protein saat menurunkan berat badan, Anda mungkin akan mengalami kehilangan otot yang dapat memperlambat metabolisme.

(kpl/fed)

Rekomendasi
Trending