Cara Memilih Shade Cushion yang Tepat untuk Wajah Flawless

Cara Memilih Shade Cushion yang Tepat untuk Wajah Flawless
cara memilih shade cushion (c) Ilustrasi AI

Kapanlagi.com - Memilih shade cushion yang tepat merupakan langkah krusial dalam menciptakan tampilan makeup yang natural dan flawless. Kesalahan dalam memilih warna cushion dapat membuat wajah terlihat abu-abu, belang, atau tidak menyatu dengan warna kulit asli.

Cushion foundation telah menjadi produk makeup favorit karena kepraktisannya dan hasil akhir yang ringan di wajah. Namun, banyak orang masih kesulitan menemukan shade yang sempurna untuk kulit mereka, terutama saat berbelanja secara online.

Artikel ini akan membahas cara memilih shade cushion secara komprehensif, mulai dari mengenali warna kulit hingga tips praktis yang bisa langsung diterapkan. Dengan panduan yang tepat, kamu tidak akan lagi mengalami kekecewaan akibat salah memilih warna cushion.

1. Memahami Konsep Skin Tone dan Undertone

Memahami Konsep Skin Tone dan Undertone (c) Ilustrasi AI

Sebelum membahas cara memilih shade cushion, penting untuk memahami perbedaan antara skin tone dan undertone. Skin tone adalah warna permukaan kulit yang terlihat secara langsung, sementara undertone adalah warna dasar yang berada di bawah permukaan kulit.

Skin tone umumnya dikategorikan menjadi tiga kelompok utama: fair (cerah), medium (sedang), dan deep (gelap). Kategori ini dapat berubah seiring waktu karena paparan sinar matahari atau faktor lingkungan lainnya. Untuk mengetahui skin tone dengan akurat, perhatikan area rahang atau leher yang paling tidak terpengaruh oleh perubahan warna.

Undertone kulit terbagi menjadi tiga jenis: warm (hangat), cool (dingin), dan neutral (netral). Warm undertone memiliki nuansa kuning, peach, atau keemasan. Cool undertone cenderung memiliki nuansa pink, merah, atau kebiruan. Sedangkan neutral undertone merupakan kombinasi seimbang antara warm dan cool.

Cara termudah untuk menentukan undertone adalah dengan melihat pembuluh darah di pergelangan tangan. Jika pembuluh darah terlihat hijau, kamu memiliki warm undertone. Jika terlihat biru atau ungu, berarti cool undertone. Apabila sulit membedakan atau terlihat campuran keduanya, kemungkinan kamu memiliki neutral undertone.

2. Langkah-Langkah Menentukan Shade Cushion yang Tepat

Langkah-Langkah Menentukan Shade Cushion yang Tepat (credit:unsplash.com/id/@helloleah)

Langkah pertama dalam cara memilih shade cushion adalah mengidentifikasi warna kulit dan undertone dengan metode yang telah dijelaskan sebelumnya. Setelah mengetahui kedua aspek ini, kamu akan lebih mudah menyaring pilihan shade yang tersedia di pasaran.

Selanjutnya, lakukan pengujian langsung pada area rahang atau leher, bukan di tangan. Kulit di area tangan memiliki karakteristik berbeda dengan kulit wajah, sehingga hasil tes di tangan sering kali tidak akurat. Aplikasikan beberapa shade yang mendekati warna kulitmu di area rahang, lalu lihat hasilnya di bawah cahaya alami.

Perhatikan juga tingkat coverage yang ditawarkan oleh cushion. Untuk hasil yang lebih merata dan menutupi ketidaksempurnaan kulit seperti bekas jerawat atau noda hitam, pilihlah cushion dengan coverage medium to full. Coverage yang lebih tinggi akan memberikan hasil akhir yang lebih flawless tanpa terlihat berlebihan.

Jangan lupa mempertimbangkan faktor oksidasi warna cushion. Beberapa produk cushion cenderung mengalami oksidasi setelah terpapar udara dan panas, yang membuat warna menjadi lebih gelap dari saat pertama diaplikasikan. Untuk mengantisipasi hal ini, pilihlah shade yang satu tingkat lebih terang dari warna kulit aslimu agar hasil akhir tetap natural setelah oksidasi.

3. Memilih Shade Berdasarkan Warna Kulit

Memilih Shade Berdasarkan Warna Kulit (credit:unsplash.com/id/@freestocks)

Untuk kulit dengan kategori fair atau sangat cerah, shade yang cocok biasanya berkisar pada warna porcelain, vanilla, atau ivory. Shade-shade ini memiliki undertone yang bervariasi, mulai dari pink untuk cool undertone hingga kuning muda untuk warm undertone. Pemilik kulit sangat cerah perlu berhati-hati agar tidak memilih shade yang terlalu gelap karena akan membuat wajah terlihat tidak natural.

  1. Kulit Fair dengan Cool Undertone: Pilih shade dengan basis pink atau netral seperti porcelain atau vanilla. Shade ini akan memberikan hasil yang segar dan tidak membuat wajah terlihat kekuningan.
  2. Kulit Fair dengan Warm Undertone: Shade ivory atau petal dengan nuansa kuning muda akan lebih cocok. Hindari shade yang terlalu pink karena akan membuat wajah terlihat pucat.
  3. Kulit Medium dengan Neutral Undertone: Shade beige atau natural beige menjadi pilihan ideal. Warna ini cukup netral untuk menyatu dengan berbagai undertone.
  4. Kulit Medium dengan Warm Undertone: Pilih shade almond, honey, atau sand yang memiliki nuansa peach atau keemasan. Shade ini akan memberikan tampilan hangat dan natural.
  5. Kulit Deep dengan Warm Undertone: Shade sand atau honey dengan nuansa coklat kemerahan sangat cocok untuk kulit gelap. Pastikan shade tidak terlalu terang agar tidak membuat wajah terlihat abu-abu.
  6. Kulit Deep dengan Neutral Undertone: Shade beige gelap atau deep beige dengan undertone netral akan memberikan hasil yang merata tanpa terlihat terlalu hangat atau dingin.

Melansir dari American Academy of Dermatology, pemilihan produk makeup yang sesuai dengan warna kulit tidak hanya penting untuk estetika, tetapi juga untuk kesehatan kulit karena produk yang tidak cocok dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi.

4. Menyesuaikan Cushion dengan Jenis Kulit

Menyesuaikan Cushion dengan Jenis Kulit (credit:unsplash.com/id/@novantino)

Cara memilih shade cushion tidak hanya berkaitan dengan warna, tetapi juga dengan formula yang sesuai dengan jenis kulit. Cushion dengan dewy finish cocok untuk kulit kering karena memberikan tampilan glowing dan lembap. Formula ini mengandung lebih banyak pelembap yang membantu menjaga hidrasi kulit sepanjang hari.

Sebaliknya, pemilik kulit berminyak atau kombinasi sebaiknya memilih cushion dengan matte finish atau velvet finish. Formula ini dilengkapi dengan teknologi oil control yang dapat menyerap kelebihan sebum dan menjaga wajah tetap bebas kilap hingga 12 jam. Cushion matte juga cenderung lebih tahan lama dan tidak mudah luntur, cocok untuk aktivitas di luar ruangan.

Untuk kulit sensitif atau berjerawat, pilihlah cushion yang mengandung bahan aktif seperti niacinamide, centella asiatica, atau tea tree oil. Bahan-bahan ini tidak hanya memberikan coverage, tetapi juga merawat kulit dengan mengurangi kemerahan dan menenangkan iritasi. Pastikan juga cushion tersebut non-comedogenic agar tidak menyumbat pori-pori.

Perhatikan pula kandungan SPF dalam cushion. Produk dengan SPF 30 atau lebih tinggi memberikan perlindungan tambahan terhadap sinar UV yang dapat menyebabkan penuaan dini dan hiperpigmentasi. Namun, tetap gunakan sunscreen terpisah sebagai lapisan dasar untuk perlindungan maksimal.

5. Tips Praktis Saat Membeli Cushion Secara Online

Tips Praktis Saat Membeli Cushion Secara Online (c) Ilustrasi AI

Membeli cushion secara online memang lebih praktis, namun tantangannya adalah tidak bisa mencoba produk secara langsung. Salah satu cara memilih shade cushion saat berbelanja online adalah dengan mencari review dari beauty influencer atau pengguna yang memiliki skin tone dan undertone serupa denganmu.

Manfaatkan fitur swatch atau color chart yang biasanya disediakan oleh brand di website resmi mereka. Beberapa brand juga menyediakan virtual try-on atau shade finder tool yang dapat membantu menentukan shade yang paling cocok berdasarkan foto wajahmu. Meskipun tidak 100% akurat, tools ini dapat memberikan gambaran awal yang cukup membantu.

Jangan ragu untuk menghubungi customer service atau bertanya di kolom komentar produk. Banyak pengguna yang dengan senang hati berbagi pengalaman mereka, termasuk informasi tentang apakah cushion tersebut cenderung oksidasi atau tidak. Informasi seperti ini sangat berharga untuk menghindari kesalahan pembelian.

Pertimbangkan juga untuk membeli cushion dalam ukuran travel size atau mini version jika tersedia. Dengan begitu, kamu bisa mencoba shade tersebut terlebih dahulu tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Jika ternyata cocok, baru kemudian membeli ukuran regular atau refill.

Melansir dari Journal of Cosmetic Dermatology, konsumen yang melakukan riset mendalam sebelum membeli produk makeup cenderung lebih puas dengan pembelian mereka dan mengalami lebih sedikit masalah kulit akibat penggunaan produk yang tidak sesuai.

6. Kesalahan Umum dalam Memilih Shade Cushion

Kesalahan Umum dalam Memilih Shade Cushion (credit:unsplash.com/id/@amandaw28)

Salah satu kesalahan paling umum adalah memilih shade berdasarkan tes di tangan atau pergelangan tangan. Area ini memiliki warna kulit yang berbeda dengan wajah, sehingga hasil tes tidak akurat. Selalu lakukan tes di area rahang atau leher untuk mendapatkan hasil yang paling mendekati warna kulit wajah.

Kesalahan lainnya adalah memilih shade yang terlalu terang dengan harapan membuat kulit terlihat lebih cerah. Praktik ini justru akan membuat wajah terlihat seperti memakai topeng, terutama jika tidak di-blend dengan baik ke area leher. Perbedaan warna yang terlalu mencolok antara wajah dan leher akan sangat terlihat, terutama di bawah cahaya alami.

Banyak orang juga mengabaikan faktor undertone dan hanya fokus pada skin tone. Padahal, undertone memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan apakah suatu shade akan terlihat natural atau justru membuat wajah tampak kusam. Misalnya, seseorang dengan kulit medium dan warm undertone yang memilih shade dengan cool undertone akan terlihat pucat dan tidak segar.

Tidak mempertimbangkan perubahan warna kulit sepanjang tahun juga menjadi kesalahan yang sering terjadi. Warna kulit dapat berubah karena paparan sinar matahari, terutama saat musim panas. Oleh karena itu, ada baiknya memiliki dua shade cushion: satu untuk saat kulit lebih cerah dan satu lagi untuk saat kulit lebih gelap. Kedua shade juga bisa dicampur untuk mendapatkan warna yang pas.

7. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan) (c) Ilustrasi AI

1. Bagaimana cara mengetahui undertone kulit saya?

Cara termudah adalah dengan melihat pembuluh darah di pergelangan tangan. Jika terlihat hijau, kamu memiliki warm undertone. Jika terlihat biru atau ungu, berarti cool undertone. Kamu juga bisa memperhatikan bagaimana kulit bereaksi terhadap sinar matahari: jika mudah terbakar, kemungkinan cool undertone; jika mudah kecokelatan, kemungkinan warm undertone.

2. Apakah boleh memilih shade cushion yang lebih terang dari warna kulit asli?

Boleh, tetapi hanya satu tingkat lebih terang untuk mengantisipasi oksidasi. Memilih shade yang terlalu terang akan membuat wajah terlihat seperti memakai topeng dan tidak natural. Pastikan untuk mem-blend cushion dengan baik hingga ke area leher agar tidak terlihat belang.

3. Bagaimana cara memilih shade cushion jika berbelanja online?

Cari review dari beauty influencer atau pengguna dengan skin tone serupa, manfaatkan shade finder tool yang disediakan brand, dan baca komentar pengguna lain. Jika memungkinkan, belilah ukuran travel size terlebih dahulu untuk mencoba sebelum membeli ukuran regular.

4. Apakah cushion untuk kulit berminyak dan kering berbeda?

Ya, cushion untuk kulit berminyak biasanya memiliki matte atau velvet finish dengan oil control, sedangkan cushion untuk kulit kering memiliki dewy finish dengan kandungan pelembap lebih tinggi. Memilih formula yang sesuai dengan jenis kulit akan memberikan hasil yang lebih optimal dan nyaman sepanjang hari.

5. Berapa lama cushion bertahan di wajah?

Tergantung formula dan jenis kulit, cushion umumnya bertahan 6-12 jam. Cushion dengan formula long-lasting atau matte finish cenderung lebih tahan lama, terutama pada kulit berminyak. Gunakan setting spray atau bedak tabur untuk meningkatkan daya tahan cushion.

6. Apakah perlu menggunakan primer sebelum memakai cushion?

Primer tidak wajib, tetapi sangat direkomendasikan untuk hasil yang lebih flawless dan tahan lama. Primer membantu menghaluskan tekstur kulit, mengecilkan tampilan pori-pori, dan membuat cushion lebih mudah di-blend. Pilih primer yang sesuai dengan jenis kulitmu untuk hasil maksimal.

7. Bagaimana cara mengatasi cushion yang terlihat abu-abu di wajah?

Warna abu-abu biasanya terjadi karena shade tidak sesuai dengan undertone kulit atau karena oksidasi berlebihan. Solusinya adalah memilih shade yang sesuai dengan undertone kulitmu dan menggunakan setting spray untuk mengurangi oksidasi. Kamu juga bisa mencampur dua shade untuk mendapatkan warna yang lebih pas.

Yuk, baca artikel seputar panduan dan cara menarik lainnya di Kapanlagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?

(kpl/fed)

Rekomendasi
Trending