Rieke Dyah Pitaloka: Keturunan PKI Juga WNI!

Rieke Dyah Pitaloka: Keturunan PKI Juga WNI! Rieke Dyah Pitaloka

Kapanlagi.com - Rieke Dyah Pitaloka benar-benar menyayangkan kejadian tak mengenakan saat menggelar acara sosialisasi kesehatan gratis di salah satu rumah makan di Kelurahan Pakis, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (24/6) lalu. Acara yang dihadiri oleh Ketua Komisi IX DPR, dr. Ribka Tjiptaning Proletariati dan Rieke selaku anggota Komisi IX tersebut tiba-tiba menyulut kontra setelah kedatangan Front Pembela Islam (FPI) bersama Forum Banyuwangi Cinta Damai dan LSM Gerak.

Awal kejadiannya, Rieke dan rekan lainnya tengah mengadakan acara sosial yang didukung Komisi IX. Dalam acara tersebut, undangan yang hadir berasal dari berbagai elemen, namun beberapa peserta yang hadir memang merupakan keturunan keluarga bekas anggota PKI. Dari sinilah tiba-tiba saja sekelompok orang datang dan berteriak-teriak. "Ini ada komunitas anggota PKI (Partai Komunis Indonesia). Kenapa ada di sini?" kata Ketua FPI Banyuwangi, Aman Faturahman, kepada sejumlah peserta pertemuan yang terkejut melihat kehadiran anggota FPI itu.

“Saya menyayangkan sikap yang dilakukan FPI, karena bekas anggota atau keturunan PKI juga warga negara Indonesia„
Rieke Dyah Pitaloka

Menurut Ketua FPI Banyuwangi, pertemuan itu merupakan acara temu kangen bekas anggota PKI dan keturunannya, sehingga pertemuan tersebut harus dibubarkan. "Sosialisasi kesehatan gratis dari Komisi IX hanya sebagai kedok. Saya curiga acara itu merupakan kegiatan terselubung untuk menumbuhkan semangat komunisme lagi karena banyak peserta dari luar Kabupaten Banyuwangi yang datang," kata Aman.

Untuk itu, lanjut dia, FPI bersama organisasi masyarakat Islam di Banyuwangi membubarkan acara tersebut untuk menjaga kondusifitas keamanan di kabupaten paling timur Pulau Jawa itu. "Kami mengantisipasi tumbuhnya bibit PKI baru karena gerakan PKI pada tahun 1965 berawal dari Kabupaten Banyuwangi," katanya menambahkan.

Melihat suasana yang semakin memanas, panitia segera mengevakuasi Ribka dan Rieke ke kantor DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Banyuwangi. Rieke sangat menyayangkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, kegiatan sosialisasi kesehatan gratis tersebut merupakan kegiatan umum dan bisa dihadiri siapa saja, termasuk bekas anggota atau keturunan PKI. "Saya menyayangkan sikap yang dilakukan FPI, karena bekas anggota atau keturunan PKI juga warga negara Indonesia," katanya.

Sementara itu, Ribka Tjiptaning mengaku kecewa dengan sikap FPI yang membubarkan secara paksa acara sosialisasi kesehatan gratis Komisi IX DPR. Padahal, menurut dia, sosialisasi tersebut sangat diperlukan oleh masyarakat di daerah. "Kami tidak melakukan temu kangen bekas anggota atau keturunan PKI di Banyuwangi. Acara kami ini murni tugas Komisi IX DPR tentang sosialisasi pentingnya penyediaan fasilitas kesehatan gratis di daerah," ujarnya.

Penulis buku berjudul AKU BANGGA JADI ANAK PKI itu pada 2002 mengaku sudah terbiasa mengalami intimidasi seperti itu. "Ini menunjukkan bahwa negara kita belum demokratis sehingga orang lain masih berpikir awam tentang latar belakang saya," pungkasnya.   

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(ant/boo)

Rekomendasi
Trending