Epep, Tukang Kendang Cool Ikon New Kendedes
Epep New Kendedes © KapanLagi.com/Darmadi Sasongko
Kapanlagi.com - Evi Endriyani atau Epep menjadi ikon grup dangdut New Kendedes lewat aksinya sebagai pemukul kendang. Kemampuan jari-jemarinya di atas kulit mengundang kekaguman, khususnya para penggemar musik dangdut koplo.
Tidak hanya itu, gaya Epep punya khas dibandingkan tukang kendang lain. Saat tertentu tanpa disadarinya, terlihat wajahnya begitu asyik larut dalam irama kendang yang dimainkannya.
Advertisement
1. Larut Mainkan Kendang
Saat itulah, Epep memang harus berkonsentrasi dengan ketukan atau ritme kendangannya yang harus diukur dengan perasaan. Gadis kelahiran Kediri, 10 April 1995 itu akan tampak serius, bahkan mata terpejam seolah tanpa peduli orang di sekitarnya.
Bersamaan pandangannya sesekali harus ke depan, berkomunikasi dengan pemain lain, bahkan dengan penonton. Kondisi itu nggak berlangsung lama dan segera mengantarkannya berubah, seolah ia tersadar dari larut yang begitu dalam.
Seketika Epep pun harus berpindah dengan hentakkan dan gebukan drum saat memainkan musik yang keras. Kondisi serupa juga terlihat saat harus beralih dari irama dangdut konvensional menjadi dangdut koplo yang beritme lebih cepat.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
2. Gabung Sejak Tahun 2015
Di balik itu semua, Epep ternyata seorang pribadi yang sederhana, ramah dan apa adanya. Selama di panggung, tak henti-hentinya melayani penggemar yang mengajaknya ngobrol di sela keseriusan pekerjaannya. Epep pun harus tersenyum di kala banyak kamera mengajaknya berfoto selfie.
Secara khusus kepada Kapanlagi.com, Epep mengaku menjadi personel grup New Kendedes sejak akhir November 2015. Dia mendapat tawaran usai mengisi acara pernikahan bersama sebuah grup musik elektone di Nganjuk, Jawa Timur.
"Bergabungnya mulai akhir November 2015, pas aku main di daerah Nganjuk. Kemudian yang syuting videonya, kru dari PT Agis Record, menghubungi, diajak membuat grup perempuan," kisah Epep di sela konser di Kota Malang, Minggu (25/11).
3. Belajar Kendang Sejak SMK
Ilmunya mengendang diperoleh sejak duduk di kelas 3 di SMK Kertanegara, Wates, Kabupaten Kediri. Walaupun sebenarnya sejak kecil sudah tertarik menjadi seorang pemain kendang.
"Dari kecil sudah suka, waktu ikut ibu mbecek (kondangan) lihat yang main kendang, kok enak rasanya. Sampai akhirnya pingin belajar. Ya itu akhirnya belajar sekitar usia 17 tahunan," sambungan.
4. Belajar Secara Otodidak
Kata Epep, ilmu kendangnya lebih banyak belajar secara mandiri atau otoditak dan tidak pernah belajar secara khusus. Epep rajin dan tekun menyerap ilmu dari teman bermain yang lebih dahulu menguasai alat musik kendang.
"Otoditak, tetapi sambil belajar datang ke rumah teman yang sudah bisa bermain kendang. Mas ajari kendang, gitu," katanya.
"Ada sih kesulitan-kesulitan, tekniknya mukul belum bisa. Tapi terus belajar, sampai sekarang pun terus belajar," akunya menambahkan.
5. Unik & Ikon New Kendedes
Epep pun kemudian diajak grup elektone tampil secara berkeliling dari acara pengajian dan pernikahan. Sebelum kemudian New Kendedes merekrutnya sebagai salah satu personel. Epep mengaku butuh beberapa penyesuaian saat awal bergabung dengan New Kendedes, termasuk urusan alat dan sebagainya.
"Saat itu otomatis sudah dari hati, langsung belajar, bisa (pakai drum)," katanya.
Lilik Laju, arangger New Kendedes mengatakan, Epep sebagai sosok unik yang mampu mengeksplorasi grup secara keseluruhan. Keunikannya karena memang tidak banyak pengendang perempuan.
"Karena memang tidak banyak pengendang perempuan. Itu yang membuat tereksplorasi di New Kendedes. Beberapa pengendang ada (perempuan) di Jawa Tengah, tetapi Epep bisa ditampilkan untuk bersaing," katanya.
"Tidak ada seleksi, sepertinya dimudahkan kita bertemunya dengan teman-teman ini. Tidak ada seleksi, karena memang tidak banyak pengendang perempuan," sambungnya.
Epep dengan segala kemampuan dan kesederhanaannya menjadi ikon bagi New Kendedes. Sosoknya sebagai pemain kendang, bermain sesuai ketukan untuk grup, teman dan penggemarnya.
Baca yang Ini Juga Yuk!
- New Kendedes, Deretan Cewek Cantik & Jago Main Alat Musik Eksis di Grup Dangdut Koplo
- GTI, Boyband Korea yang Perkenalkan K-Dangdut
- [Kisah] Rara LIDA Berjuang Bahagiakan Ibu Yang Sempat Jadi Pemulung & Banting Tulang
- [Kisah] Uyaina Arshad Host DA Asia 4 Pernah Depresi - Sayat Tangannya Dengan Pisau
- [Kisah] Sodiq Monata Ngamen - Jualan Nasi Goreng, Kini 50 Juta Sekali Tampil
(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)
(kpl/dar/mit)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
