Isu Woozi SEVENTEEN Ramai Disorot, Pusat Pelatihan Angkatan Darat Klarifikasi

Isu Woozi SEVENTEEN Ramai Disorot, Pusat Pelatihan Angkatan Darat Klarifikasi
Klarifikasi Pusat Pelatihan Angkatan Darat Terkait Isu Woozi SEVENTEEN (c) instagram/saythename_17

Kapanlagi.com - Woozi SEVENTEEN tengah menjadi sorotan publik setelah namanya dikaitkan dengan isu penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) selama menjalani wajib militer. Isu ini muncul usai beredar kabar bahwa ia diminta membantu mencarikan penyanyi untuk pernikahan seorang atasan militer.

Kejadian tersebut disebut terjadi tak lama setelah Woozi memulai masa pelatihannya. Respons publik pun meluas karena menyangkut etika, relasi kuasa, dan citra idol K-pop di lingkungan militer.

Baca berita lain tentang Woozi SEVENTEEN di Liputan6.com, yuk! Kalau bukan sekarang, KapanLagi?

1. Klarifikasi Resmi dari Pihak Militer

Woozi SEVENTEEN Happy Burstday (c) instagram/saythename_17

Pusat Pelatihan Angkatan Darat Korea akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait isu yang menyeret Woozi. Dalam pernyataan kepada media, mereka menegaskan tidak ada unsur paksaan maupun pelanggaran hukum.

"Tidak ada unsur paksaan, dan hasil investigasi kami mengungkap bahwa Woozi menerima permintaan 'A' secara sukarela dan atas dasar niat baik. Tidak ada pelanggaran hukum maupun peraturan," ungkap pihak Pusat Pelatihan Angkatan Darat Korea.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

2. Tidak Ada Unsur Paksaan

Woozi disebut menerima permintaan tersebut secara sukarela dan atas dasar niat baik. Pihak militer juga memastikan hasil investigasi internal tidak menemukan indikasi penyalahgunaan wewenang.

"Dari sudut pandang seorang prajurit yang sedang menjalani pelatihan, permintaan dari seorang perwira militer bisa saja terasa seperti paksaan. Ia mengatakan bahwa permintaan tersebut disampaikan di akhir masa pelatihan enam minggu. Waktu tersebut dinilai cukup bagi keduanya untuk membangun hubungan pertemanan," imbuh mereka.

3. Pertimbangan Tindakan Disipliner

Pusat Pelatihan Angkatan Darat menyatakan bahwa saat ini mereka tidak memiliki rencana untuk menjatuhkan sanksi kepada 'A' maupun Woozi.

"Kami menilai situasinya belum sampai pada tahap yang memerlukan tindakan disipliner. Langkah awal yang akan kami lakukan adalah mengadakan survei terhadap anggota satuan guna memperbaiki budaya di barak, dan apabila ditemukan kasus perlakuan tidak adil lainnya, kami akan mengambil tindakan," ujar seorang petinggi militer.

4. Reaksi Publik

Meski klarifikasi telah disampaikan, diskusi di kalangan netizen masih terus bergulir dan memicu beragam opini. Banyak yang menilai permintaan dari atasan tetap bisa terasa menekan bagi prajurit, meski tanpa paksaan eksplisit.

Menanggapi hal ini, pihak militer berencana melakukan survei internal demi memperbaiki budaya barak. Jika ditemukan kasus perlakuan tidak adil lainnya, tindakan lanjutan akan segera diambil.

Rekomendasi
Trending